Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Amalan yang Bisa Menenangkan Hati Menurut Islam

Kompas.com, 15 September 2026, 13:17 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Hati yang gelisah merupakan pengalaman yang dapat dirasakan setiap orang, baik karena persoalan keluarga, pekerjaan, maupun ujian kehidupan.

Dalam Islam, ketenangan hati tidak hanya dicari melalui istirahat fisik, tetapi juga dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui berbagai amalan yang diajarkan dalam Al-Qur’an dan sunnah.

Al-Qur’an menjelaskan bahwa ketenteraman sejati lahir dari hubungan yang kuat dengan Allah.

Karena itu, ketika hati mulai dipenuhi kecemasan, Rasulullah SAW mencontohkan sejumlah ibadah yang dapat menjadi penenang sekaligus penguat iman.

1. Memperbanyak Zikir kepada Allah

Amalan pertama yang paling sering disebut Al-Qur’an adalah zikir. Allah SWT berfirman dalam Surah Ar-Ra’d ayat 28:

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Alā bidzikrillāhi taṭma’innul-qulūb.

Artinya: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS Ar-Ra’d: 28)

Ayat ini menegaskan bahwa ketenangan bukan semata-mata berasal dari hilangnya masalah, melainkan dari hadirnya zikir yang menghubungkan hati dengan Allah SWT.

Baca juga: Jadi Dirjen Pesantren Pertama, Basnang Said Diberi Target 100 Hari

2. Menjaga Shalat Tepat Waktu

Shalat menjadi tempat seorang Muslim mengadu dan memohon pertolongan. Allah SWT berfirman:

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

Wa aqimiṣ-ṣalāta lidzikrī.

Artinya: “Dan dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku.” (QS Taha: 14)

Ketika hati sedang resah, menjaga shalat tepat waktu dapat membantu menghadirkan ketenangan karena seorang hamba kembali menyandarkan seluruh urusannya kepada Allah.

Baca juga: Kemenag: Nikah di KUA Gratis, di Luar KUA Rp600.000

3. Membaca Al-Qur’an Setiap Hari

Al-Qur’an tidak hanya menjadi petunjuk hidup, tetapi juga rahmat dan penawar bagi hati orang beriman. Allah SWT berfirman:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ

Wa nunazzilu minal-Qur’āni mā huwa syifā’un wa raḥmatul lil-mu’minīn.

Artinya: “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS Al-Isra: 82)

Membaca beberapa ayat setiap hari dapat menjadi kebiasaan sederhana yang membantu menenangkan pikiran sekaligus memperkuat keimanan.

Baca juga: Ayyamul Bidh September 2027: Jadwal, Niat, dan Keutamaannya

4. Memperbanyak Istighfar

Rasulullah SAW memberikan teladan dengan memperbanyak istighfar meskipun beliau telah diampuni dosanya.

وَاللَّهِ إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً

Wallāhi innī la astaghfirullāha wa atūbu ilaihi fil-yaumi aktsara min sab‘īna marrah.

Artinya: “Demi Allah, sungguh aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari.” (HR Sahih al-Bukhari No. 6307)

Istighfar mengajarkan kerendahan hati dan menjadi jalan untuk membersihkan hati dari beban dosa maupun penyesalan.

5. Berdoa Saat Menghadapi Kesedihan

Ketika ditimpa kegelisahan, Rasulullah SAW mengajarkan doa yang diriwayatkan dalam Sahih al-Bukhari.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ

Allāhumma innī a‘ūdzu bika minal-hammi wal-ḥazan.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan.” (HR Sahih al-Bukhari No. 2893)

Doa ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk mengakui rasa sedih, lalu menyerahkannya kepada Allah melalui permohonan yang tulus.

Baca juga: Ketika Hadrah Menyatukan Muhammadiyah dan Nahdliyin di Pekalongan

6. Bersedekah dengan Ikhlas

Sedekah bukan hanya membantu orang lain, tetapi juga membersihkan jiwa pemberinya. Allah SWT berfirman:

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا

Khudz min amwālihim ṣadaqatan tuṭahhiruhum wa tuzakkīhim bihā.

Artinya: “Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka.” (QS At-Taubah: 103)

Meski ayat ini berbicara tentang zakat, para ulama menjelaskan bahwa sedekah juga menjadi sarana penyucian hati serta menumbuhkan rasa syukur dalam kehidupan.

7. Bertawakal Setelah Berikhtiar

Islam mengajarkan keseimbangan antara usaha dan tawakal. Setelah melakukan ikhtiar terbaik, seorang Muslim diperintahkan menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.

فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

Fa idzā ‘azamta fatawakkal ‘alallāh, innallāha yuḥibbul mutawakkilīn.

Artinya: “Apabila engkau telah bertekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.” (QS Ali ‘Imran: 159)

Tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan meyakini bahwa keputusan terbaik berada di tangan Allah setelah ikhtiar dilakukan secara maksimal.

Ketujuh amalan tersebut dapat diamalkan secara bertahap dalam kehidupan sehari-hari.

Zikir, shalat, membaca Al-Qur’an, istighfar, doa, sedekah, dan tawakal bukan hanya ibadah yang berpahala, tetapi juga menjadi jalan yang diajarkan Islam untuk menghadirkan ketenangan hati di tengah berbagai ujian kehidupan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar