Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Khutbah Idul Fitri: Menjaga Istiqamah Setelah Ramadhan dan Mempererat Silaturahim

Kompas.com, 16 Maret 2026, 07:44 WIB
Khairina

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com-Hari Raya Idul Fitri menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk merayakan kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Pada hari yang penuh keberkahan ini, umat Muslim dianjurkan untuk memperkuat ketakwaan, menjaga silaturahim, serta menebarkan kebaikan kepada sesama.

Khutbah Idul Fitri juga menjadi sarana pengingat agar nilai-nilai ketaatan yang telah dilatih selama Ramadan tetap dijaga dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut khutbah Idul Fitri yang disampaikan oleh KH Nur Rohmad, Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Kabupaten Mojokerto, yang mengingatkan pentingnya menjaga istiqamah setelah Ramadan, mempererat silaturahim, serta memperbanyak sedekah sebagai wujud kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Baca juga: Khutbah Idul Fitri Bahasa Sunda yang Menyentuh Hati: Pesan Silaturahmi, Sedekah, dan Saling Memaafkan

Khutbah I

اللهُ أَكْبَرُ 9x، وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا، وَنَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ، وَنَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ، وَرَحْمَتُهُ الْمُهْدَاةُ، وصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ وَّالَاهُ.

أَمَّا بَعْدُ، فَأُوصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، القَائِلِ فِي كِتَابِهِ الكَرِيْمِ: (قُلۡ بِفَضۡلِ ٱللَّهِ وَبِرَحۡمَتِهِۦ فَبِذَٰلِكَ فَلۡيَفۡرَحُواْ هُوَ خَيۡرٞ مِّمَّا يَجۡمَعُونَ)

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Mengawali khutbah pada pagi yang penuh keberkahan ini, khatib berwasiat kepada kita semua, terutama kepada diri khatib pribadi untuk senantiasa berusaha meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Dialah satu-satunya Dzat yang wajib dan berhak disembah, Pencipta segala sesuatu, yang menakdirkan terjadinya segala sesuatu, Maha Kuasa atas segala sesuatu, tidak membutuhkan kepada segala sesuatu dan berbeda dengan segala sesuatu, yang tidak membutuhkan kepada tempat dan arah, serta Yang Maha Suci dari bentuk dan ukuran.

Hadirin Jamaah Shalat Idul Fitri Rahimakumullah,

Pagi ini, kita berkumpul di tempat yang penuh berkah ini untuk menyambut datangnya bulan Syawal.

Kita telah melepas kepergian Ramadhan. Bulan yang mulia, bulan kebaikan, bulan yang penuh berkah, bulan taubat dan bulan berbagai macam ketaatan dan amal saleh itu telah pergi meninggalkan kita.

Setelah berpisah dengan bulan taubat, marilah kita tetap bertaubat. Setelah berpisah dengan bulan ketaatan, marilah kita tetap istiqamah berbuat taat. Setelah berpisah dengan bulan Alquran, marilah kita tetap membaca Alquran. Setelah kita berpisah dengan bulan Tarawih, marilah kita tetap melaksanakan shalat-shalat sunnah. Setelah kita berpisah dengan bulan puasa, marilah kita tetap melaksanakan berbagai puasa sunnah.

اللهُ أَكْبَرُ ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Baca juga: Khutbah Idul Fitri Singkat, Padat, dan Mengharukan

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Betapa besar kegembiraan seorang mukmin dengan kebaikan-kebaikan yang mampu ia laksanakan di bulan Ramadhan. Dan betapa mulia seorang mukmin yang tetap berbuat taat setelah meninggalkan Ramadhan.

Memang kegembiraan dengan datangnya hari raya Idul Fitri sangatlah besar dan agung. Namun kegembiraan akan menjadi bertambah agung dan besar ketika seorang mukmin yang bertakwa mendapati sesuatu yang menggembirakannya dalam catatan amalnya di akhirat kelak, di saat banyak orang ketika itu tengah merugi dan celaka.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Hari ini adalah hari yang agung, hari raya yang mulia. Dalam hadis disebutkan bahwa di suatu hari raya, Nabi SAW bersabda:

لِكُلِّ قَوْمٍ عِيْدٌ وَهٰذَا عِيْدُنَا

Artinya: “Setiap kaum memiliki hari raya dan hari ini adalah hari raya kita.” (HR Bukhari)

Hari raya adalah hari kegembiraan dan kebahagiaan. Kegembiraan dan kebahagiaan kaum muslimin di dunia adalah ketika mampu menyempurnakan ketaatan kepada Allah. Mereka berharap pahala dari Allah karena yakin bahwa dengan karunia dan rahmat-Nya, Allah akan menganugerahkan pahala kepada mereka.

Allah SWT berfirman:

قُلۡ بِفَضۡلِ ٱللَّهِ وَبِرَحۡمَتِهِۦ فَبِذَٰلِكَ فَلۡيَفۡرَحُواْ هُوَ خَيۡرٞ مِّمَّا يَجۡمَعُونَ

Artinya: “Katakanlah: Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (QS. Yunus: 58)

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Baca juga: Doa Khutbah Idul Fitri yang Menyentuh Hati: Bacaan Penutup yang Sering Membuat Jemaah Menangis

Hadirin Jamaah Shalat Idul Fitri Rahimakumullah,

Di antara perilaku yang ditekankan oleh syariat untuk kita lakukan pada momen bahagia seperti hari raya adalah silaturahim. Tradisi ini sebagaimana telah diajarkan kepada kita oleh baginda Rasulullah SAW dengan perbuatan dan perkataanya.

Setelah Jibril pertama kali membawa wahyu kepada beliau, beliau menceritakan hal itu kepada Sayyidah Khadijah mengenai apa yang terjadi. Lalu Khadijah radhiyallahu ‘anha berkata:

اُثْبُتْ يَا ابْنَ عَمِّ وَأَبْشِـرْ، إِنَّكَ لَتَصِلُ الرَّحِمَ، وتَصْدُقُ الْحَدِيْثَ، وَتَكْسِبُ الْمَعْدُوْمَ، وَتَقْرِي الضَّيْفَ، وتُعِيْنُ عَلَى النَّوَائِبِ

Artinya: “Tetaplah teguh wahai anak pamanku dan berharaplah yang baik, sungguh engkau adalah orang yang betul-betul menyambung tali silaturahim, jujur dalam berbicara, memberi kepada orang yang fakir, menjamu tamu dan membantu orang lain dalam kesulitan-kesulitan.” (HR Bukhari)

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Menyambung silaturahim dengan kerabat adalah termasuk salah satu kewajiban. Sebaliknya memutus silaturahim adalah termasuk salah satu dosa besar.

Rasulullah SAW bersabda:

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ

Artinya: “Tidak akan masuk surga (bersama orang-orang yang lebih awal masuk surga) orang yang memutus silaturahim.” (HR Bukhari dan Muslim)

Allah SWT berfirman:

فَهَلۡ عَسَيۡتُمۡ إِن تَوَلَّيۡتُمۡ أَن تُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَتُقَطِّعُوٓاْ أَرۡحَامَكُمۡ. أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَعَنَهُمُ ٱللَّهُ فَأَصَمَّهُمۡ وَأَعۡمَىٰٓ أَبۡصَٰرَهُمۡ

Artinya: “Maka apakah kiranya jika kalian berkuasa kalian akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan silaturahim? Mereka itulah orang-orang yang dilaknat oleh Allah dan dibuat tuli pendengarannya dan dibutakan penglihatannya.” (QS. Muhammad: 22-23)

Adapun yang dimaksud dengan rahim atau arham yang wajib disambung adalah para kerabat kita baik dari jalur ayah atau ibu, seperti paman dan bibi serta putra putri mereka.

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Memutus silaturahim artinya apabila seseorang melakukan sesuatu yang menyebabkan renggang dan putusnya hubungan dengan kerabatnya.

Hal itu seperti tidak mengunjungi mereka dalam momen kebahagiaan atau momen kesedihan, tidak menelepon mereka sama sekali, atau mungkin tidak mau memberikan bantuan kepada kerabat yang membutuhkan, padahal ia mampu.

Hari raya adalah salah satu momen kegembiraan. Karenanya, pada hari ini kita sangat dianjurkan untuk menyambung silaturahim dengan keluarga dan kerabat kita.

Janganlah kita terjerat dengan tipu daya setan yang mendorong kita untuk mengatakan, “kerabatku itu telah menyakitiku, maka aku tidak akan mengunjunginya,” “Kerabatku itu tidak mengunjungiku maka aku memutus hubungan dengannya,” dengan dalih membalas perlakuan buruk dengan keburukan.

Perilaku semacam ini adalah sebab terhalang dari kebaikan. Rasulullah SAW bersabda:

لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ وَلٰكِنَّ الْوَاصِلَ مَنْ وَصَلَ رَحِمَهُ إِذَا قَطَعَتْ

Artinya: “Orang yang sempurna silaturahimnya bukanlah orang yang membalas silaturahim dengan silaturahim, akan tetapi orang yang sempurna silaturahimnya adalah orang yang menyambung silaturahim terhadap kerabatnya yang memutus silaturahim dengannya.” (HR Bukhari)

Hadis ini menyatakan bahwa silaturahim seseorang terhadap kerabat yang memutus silaturahim dengannya lebih utama daripada silaturahim terhadap kerabat yang menyambung silaturahim dengannya.

Allah SWT berfirman:

وَلَا تَسۡتَوِي ٱلۡحَسَنَةُ وَلَا ٱلسَّيِّئَةُۚ ٱدۡفَعۡ بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُ فَإِذَا ٱلَّذِي بَيۡنَكَ وَبَيۡنَهُۥ عَدَٰوَةٞ كَأَنَّهُۥ وَلِيٌّ حَمِيمٞ

Artinya: “Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.” (QS Fushshilat: 34)

Yang dimaksud dengan “Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik” adalah seperti menyikapi marah dengan sabar, tindakan yang bodoh dibalas dengan sikap bijak dan memberi maaf, dan perbuatan buruk dibalas dengan perbuatan baik. Sikap seperti ini akan menyatukan hati dan mengubah keadaan.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Kami juga mengingatkan kita semua pada momen bahagia di hari raya ini untuk saling mengunjungi antartetangga dan teman, serta saling berbagi dan memberi.

Rasulullah SAW bersabda, Allah SWT berfirman dalam hadis qudsi:

الْمُتَحَابِّيْنَ فِيَّ، حَقَّتْ مَحَبَّتِيْ عَلَى الْمُتَنَاصِحِيْنَ فِيَّ، حَقَّتْ مَحَبَّتِيْ عَلَى الْمُتَزَاوِرِيْنَ فِيَّ، حَقَّتْ مَحَبَّتِيْ عَلَى الْمُتَبَاذِلِيْنَ فِيَّ

Artinya: “Mahabbah (kecintaan dan pemberian nikmat)-Ku aku berikan kepada orang-orang yang saling mencintai karena-Ku, mahabbah-ku aku berikan kepada orang-orang yang saling menasihati karena-ku, mahabbah-Ku aku berikan kepada orang-orang yang saling berkunjung karena-Ku dan mahabbah-Ku aku berikan kepada orang-orang yang saling memberi karena-Ku.” (HR Ibnu Hibban)

Rasulullah SAW juga bersabda:

مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يَسْتَتِرَ مِنَ النَّارِ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ، فَلْيَفْعَلْ

Artinya: “Barang siapa yang dapat melindungi dirinya dari neraka walaupun dengan bersedekah dengan separuh dari buah kurma, hendaklah ia lakukan.” (HR Muslim)

Di masa-masa sulit seperti saat ini, ketika banyak orang kehilangan pekerjaan, banyak orang sulit mencari pekerjaan, banyak orang jatuh miskin, banyak orang membutuhkan bantuan, maka janganlah melupakan sedekah.

Kita mulai bersedekah dan membantu kerabat kita yang membutuhkan. Karena bersedekah kepada kerabat, tercatat dua pahala, yaitu pahala silaturahim dan pahala sedekah.

Lalu kita bersedekah dan membantu tetangga-tetangga kita yang membutuhkan. Dan jika kita mampu, setelah itu kita bersedekah dan membantu setiap orang yang membutuhkan bantuan.

Dengan sedekah, bisa jadi kita akan dihindarkan dari wabah serta berbagai penyakit dan keburukan. Bahkan dengan sedekah, kelak kita akan dihindarkan dan dijauhkan dari api neraka serta dimasukkan langsung ke dalam surga.

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Dalam kesempatan ini, saya juga mengingatkan diri saya sendiri dan hadirin sekalian untuk menyempatkan diri berpuasa sunnah enam hari di bulan Syawal.

Baginda Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وأَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Artinya: “Barang siapa berpuasa Ramadhan dan mengikutinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka hal itu menyerupai puasa setahun penuh.” (HR Muslim)

Oleh karena itu, janganlah kita lewatkan kebaikan yang sangat agung ini, apalagi kita sudah terbiasa berpuasa sebulan penuh selama Ramadhan. Karena pahala besar seperti ini belum tentu akan kita dapat dalam amalan sunnah yang lain.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Demikianlah khutbah Idul Fitri pada pagi hari yang penuh keberkahan ini. Semoga Allah segera mengangkat segala musibah dari negeri yang kita cintai ini. Dan mudah-mudahan kita dipertemukan kembali dengan Ramadhan pada tahun yang akan datang.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II

اللهُ أَكْبَرُ 7x، وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ، فَاللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ المَيَامِيْنَ، وَالتَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَأُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَاتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى فِي هٰذَا الْيَوْمِ الْعَظِيْمِ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى تَمَامِ الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ، وَأَتْبِعُوْا رَمَضَانَ بِصِيَامِ سِتٍّ مِنْ شَوَّالٍ، لِيَكُونَ لَكُمْ كَصِيَامِ الدَّهْرِ وَصَلِّ اللهم وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا أَمَرْتَنَا، فَقُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ: (إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا)، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، وَارْضَ اللهم عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ، أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ وَالصَّالحينَ،

اللهم اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، اللهم اجْعَلْ عِيْدَنَا هٰذَا سَعَادَةً وَتَلَاحُمًا، وَمَسَرَّةً وَتَرَاحُمًا، وَزِدْنَا فِيهِ طُمَأْنِيْنَةً وَأُلْفَةً، وَهَنَاءً وَمَحَبَّةً، وَأَعِدْهُ عَلَيْنَا بِالْخَيْرِ وَالرَّحَمَاتِ، وَالْيُمْنِ وَالْبَرَكَاتِ، اللَّهُمَّ اجْعَلِ الْمَوَدَّةَ شِيْمَتَنَا، وَبَذْلَ الْخَيْرِ لِلنَّاسِ دَأْبَنَا، اللهم أَدِمِ السَّعَادَةَ عَلَى وَطَنِنَا، وَانْشُرِ الْبَهْجَةَ فِي بُيُوْتِنَا، وَاحْفَظْنَا فِي أَهْلِيْنَا وَأَرْحَامِنَا، وَأَكْرِمْنَا بِكَرَمِكَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ، يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَٰنِ وَإِيتَآيِٕ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَيَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡبَغۡيِۚ يَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ، فَاذكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، عِيْدٌ سَعِيْدٌ وَكُلُّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
3 Ilmuwan Islam Iran yang Mengubah Sejarah Ilmu Pengetahuan Dunia
3 Ilmuwan Islam Iran yang Mengubah Sejarah Ilmu Pengetahuan Dunia
Aktual
Sidang Isbat Lebaran 2026 Kapan? Ini Jadwal, Libur dan Cuti Bersama
Sidang Isbat Lebaran 2026 Kapan? Ini Jadwal, Libur dan Cuti Bersama
Aktual
Kapan Idul Fitri 2026? Kemenag Gelar Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H pada 19 Maret
Kapan Idul Fitri 2026? Kemenag Gelar Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H pada 19 Maret
Aktual
Khutbah Idul Fitri: Menjaga Istiqamah Setelah Ramadhan dan Mempererat Silaturahim
Khutbah Idul Fitri: Menjaga Istiqamah Setelah Ramadhan dan Mempererat Silaturahim
Aktual
7 Amalan Sunnah Idul Fitri yang Dianjurkan Nabi, Lengkap Dalilnya
7 Amalan Sunnah Idul Fitri yang Dianjurkan Nabi, Lengkap Dalilnya
Aktual
Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Ini Versi Pemerintah, NU, Muhammadiyah
Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Ini Versi Pemerintah, NU, Muhammadiyah
Aktual
Khutbah Idul Fitri Menyentuh: Rindu Anak Yatim kepada Orang Tua
Khutbah Idul Fitri Menyentuh: Rindu Anak Yatim kepada Orang Tua
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Kota Tangerang Selatan Hari Ini, Senin 16 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Kota Tangerang Selatan Hari Ini, Senin 16 Maret 2026
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Kota Bekasi Hari Ini, Senin 16 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Kota Bekasi Hari Ini, Senin 16 Maret 2026
Aktual
Jadwal Imsak dan Buka Kota Batam Hari Ini, Senin 16 Maret 2026
Jadwal Imsak dan Buka Kota Batam Hari Ini, Senin 16 Maret 2026
Aktual
5 Khutbah Idul Fitri tentang Orang Tua, Penuh Doa dan Kerinduan
5 Khutbah Idul Fitri tentang Orang Tua, Penuh Doa dan Kerinduan
Aktual
16 Ucapan Idulfitri yang Menyentuh Hati: dari Keluarga, Sahabat hingga Status Media Sosial
16 Ucapan Idulfitri yang Menyentuh Hati: dari Keluarga, Sahabat hingga Status Media Sosial
Aktual
Khutbah Idul Fitri Bahasa Sunda: Ngahargaan Waktu Sanggeus Ramadhan
Khutbah Idul Fitri Bahasa Sunda: Ngahargaan Waktu Sanggeus Ramadhan
Aktual
Apa yang Dibaca Saat Jalan Menanjak dan Menurun? Ini Sunnah Nabi
Apa yang Dibaca Saat Jalan Menanjak dan Menurun? Ini Sunnah Nabi
Aktual
Prediksi Idul Fitri 2026 Menguat 21 Maret, PBNU Ingatkan Pemerintah Jangan Ubah Kriteria Hilal
Prediksi Idul Fitri 2026 Menguat 21 Maret, PBNU Ingatkan Pemerintah Jangan Ubah Kriteria Hilal
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com