Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Amalan Sunnah Idul Fitri yang Dianjurkan Nabi, Lengkap Dalilnya

Kompas.com, 16 Maret 2026, 07:00 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Hari Raya Idul Fitri menjadi momen istimewa yang paling dinantikan umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan.

Hari kemenangan ini tidak hanya identik dengan tradisi berkumpul bersama keluarga, tetapi juga sarat dengan amalan ibadah yang dianjurkan dalam ajaran Islam.

Menjelang Lebaran 2026, umat Islam di Indonesia masih menunggu penetapan resmi tanggal 1 Syawal 1447 Hijriah melalui sidang isbat yang akan digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia pada 19 Maret 2026.

Baca juga: Australia Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret, Dewan Fatwa Gunakan Perhitungan Hilal Global

Meski demikian, para ulama mengingatkan bahwa esensi Idul Fitri bukan hanya pada perayaannya, tetapi juga pada ibadah yang menyertainya.

Dalam berbagai riwayat hadis dan literatur fikih klasik, terdapat sejumlah amalan sunnah yang dianjurkan dilakukan sebelum dan sesudah shalat Idul Fitri.

Amalan-amalan ini diyakini dapat menyempurnakan kebahagiaan hari raya sekaligus menambah pahala bagi umat Islam yang mengamalkannya.

Berikut tujuh amalan sunnah Idul Fitri yang dianjurkan dalam ajaran Islam.

1. Menghidupkan Malam Takbiran

Salah satu amalan yang sangat dianjurkan menjelang Idul Fitri adalah memperbanyak takbir sejak matahari terbenam pada hari terakhir Ramadhan hingga pelaksanaan shalat Id.

Mengumandangkan takbir menjadi simbol rasa syukur atas selesainya ibadah puasa selama satu bulan penuh. Hal ini juga didasarkan pada firman Allah dalam Al-Qur’an:

“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu.” (QS. Al-Baqarah: 185)

Para ulama menjelaskan bahwa takbir pada malam Idul Fitri dapat dilakukan secara bebas di berbagai tempat, baik di rumah, masjid, maupun di perjalanan.

Dalam tradisi masyarakat Indonesia, gema takbir juga sering dilakukan dalam bentuk takbir keliling sebagai bentuk syiar Islam.

Dalam buku Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq disebutkan bahwa memperbanyak takbir merupakan bagian dari sunnah yang menunjukkan rasa syukur seorang Muslim atas nikmat Ramadhan yang telah dilalui.

Baca juga: Niat Mandi Idul Fitri 1447 H: Bacaan Arab, Arti, dan Tata Caranya

2. Mandi Sunnah sebelum Shalat Id

Amalan berikutnya adalah mandi pada pagi hari sebelum berangkat melaksanakan shalat Idul Fitri.

Tradisi ini bertujuan untuk membersihkan diri serta mempersiapkan tubuh dalam keadaan suci dan segar saat berkumpul dengan jamaah lainnya. Praktik ini juga pernah dicontohkan oleh para sahabat Nabi.

Dalam kitab Al-Majmu’ Syarah al-Muhadzdzab karya ulama besar Imam An-Nawawi dijelaskan bahwa mandi sebelum shalat Id termasuk sunnah yang dianjurkan karena merupakan bagian dari adab berhias saat hari raya.

3. Mengenakan Pakaian Terbaik dan Berpenampilan Rapi

Idul Fitri juga menjadi momen untuk menampilkan diri dengan penampilan terbaik. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW mengenakan pakaian yang bersih dan rapi ketika menghadiri shalat Id.

Muhammad juga menganjurkan umatnya menjaga kebersihan tubuh, memotong kuku, serta menggunakan wewangian, khususnya bagi laki-laki.

Dalam buku Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi dijelaskan bahwa berhias pada hari raya termasuk bagian dari adab yang dianjurkan dalam Islam selama tidak berlebihan dan tetap menjaga kesopanan.

4. Makan Sebelum Berangkat Shalat Id

Berbeda dengan Idul Adha, umat Islam dianjurkan untuk makan terlebih dahulu sebelum berangkat melaksanakan shalat Idul Fitri.

Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW biasanya memakan beberapa butir kurma dengan jumlah ganjil sebelum keluar rumah menuju tempat shalat.

“Rasulullah tidak berangkat pada hari Idul Fitri hingga beliau makan beberapa butir kurma.”
(HR. Bukhari)

Kebiasaan ini memiliki makna simbolis, yaitu sebagai tanda bahwa ibadah puasa telah berakhir dan umat Islam kembali diperbolehkan makan pada hari raya.

Baca juga: Lebaran 2026 Hari Apa? Ini Prediksi Idul Fitri 1447 H Menurut Muhammadiyah, Pemerintah, NU, BRIN, dan BMKG

5. Berangkat dan Pulang Shalat Id melalui Jalan Berbeda

Amalan sunnah lain yang dianjurkan adalah menempuh rute berbeda saat pergi dan pulang dari tempat shalat Id.

Dalam hadis riwayat Bukhari disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW sering mengambil jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang dari tempat shalat.

Para ulama menafsirkan bahwa hal ini memiliki beberapa hikmah, di antaranya memperluas syiar Islam, memperbanyak pertemuan dengan sesama Muslim, serta mempererat hubungan sosial di masyarakat.

6. Mempererat Silaturahmi dan Mengucapkan Tahniah

Setelah shalat Id selesai, umat Islam dianjurkan untuk saling mengunjungi keluarga, tetangga, dan kerabat sebagai bentuk mempererat tali silaturahmi.

Tradisi saling memaafkan dan memberikan ucapan selamat hari raya juga memiliki dasar dalam praktik para sahabat Nabi.

Ucapan yang umum disampaikan antara lain:

“Taqabbalallahu minna wa minkum,” yang berarti Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan kalian.

Dalam buku Al-Adab fi al-Islam karya ulama Mesir Yusuf Al-Qaradawi dijelaskan bahwa silaturahmi pada hari raya merupakan sarana memperkuat ukhuwah atau persaudaraan sesama Muslim.

Baca juga: Kapan Idul Fitri 2026? Hitung Mundur Lebaran dan Jadwal Liburnya

7. Bergembira dengan Cara yang Halal

Hari raya juga merupakan waktu untuk bergembira. Islam tidak melarang umatnya menikmati hiburan selama tetap berada dalam batas-batas yang diperbolehkan.

Dalam salah satu riwayat hadis disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah menemani istrinya, Aisyah, menyaksikan pertunjukan permainan tombak yang dilakukan oleh orang-orang Habasyah di masjid pada hari raya.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa kegembiraan pada hari Idul Fitri merupakan bagian dari tradisi yang diperbolehkan selama tidak melanggar nilai-nilai agama.

Idul Fitri: Perayaan Spiritual dan Sosial

Bagi umat Islam, Idul Fitri bukan hanya sekadar perayaan tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Allah sekaligus mempererat hubungan sosial dengan sesama manusia.

Melalui amalan-amalan sunnah tersebut, Idul Fitri tidak hanya menjadi hari penuh kegembiraan, tetapi juga kesempatan untuk memperbanyak pahala setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Karena itu, para ulama mengingatkan bahwa merayakan Idul Fitri sebaiknya tidak hanya diisi dengan tradisi dan perayaan, tetapi juga dengan ibadah dan amal kebaikan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Doa Mabit di Muzdalifah: Arab, Latin & Arti, Amalan Mustajab Puncak Malam Haji
Doa Mabit di Muzdalifah: Arab, Latin & Arti, Amalan Mustajab Puncak Malam Haji
Doa dan Niat
Haji 2026, Saudi Siapkan 700 Tenaga Medis dan 90 Ambulans di Madinah
Haji 2026, Saudi Siapkan 700 Tenaga Medis dan 90 Ambulans di Madinah
Aktual
Beli Sapi Kurban 2026 Kapan? Ini Waktu Ideal dan Tips Memilihnya
Beli Sapi Kurban 2026 Kapan? Ini Waktu Ideal dan Tips Memilihnya
Aktual
Kapan Hari Tasyrik 2026? Ini Tanggal dan Amalan yang Dianjurkan
Kapan Hari Tasyrik 2026? Ini Tanggal dan Amalan yang Dianjurkan
Aktual
Asuransi Haji Tanggung Heat Stroke Saat Armuzna, Berlaku 8-13 Dzulhijjah
Asuransi Haji Tanggung Heat Stroke Saat Armuzna, Berlaku 8-13 Dzulhijjah
Aktual
Catat! Libur dan Cuti Bersama Mei 2026, Ada Long Weekend Idul Adha
Catat! Libur dan Cuti Bersama Mei 2026, Ada Long Weekend Idul Adha
Aktual
Doa Mustajab Malam Jumat Pembuka Rezeki: Arab, Latin, dan Artinya
Doa Mustajab Malam Jumat Pembuka Rezeki: Arab, Latin, dan Artinya
Aktual
Seni Menjaga Lisan ala Imam Al-Ghazali: Rahasia Menata Hati Lewat Kata
Seni Menjaga Lisan ala Imam Al-Ghazali: Rahasia Menata Hati Lewat Kata
Aktual
Muhammadiyah Tegaskan Idul Adha 27 Mei 2026 Berdasarkan KHGT
Muhammadiyah Tegaskan Idul Adha 27 Mei 2026 Berdasarkan KHGT
Aktual
Khutbah Jumat 1 Mei 2026: Pentingnya Menjaga Lisan dalam Islam
Khutbah Jumat 1 Mei 2026: Pentingnya Menjaga Lisan dalam Islam
Aktual
Haji Ilegal Diburu! Polisi Mekkah Tangkap Pelaku Iklan Palsu hingga Penyelundup Jemaah Tanpa Izin
Haji Ilegal Diburu! Polisi Mekkah Tangkap Pelaku Iklan Palsu hingga Penyelundup Jemaah Tanpa Izin
Aktual
Doa Menyentuh Hajar Aswad: Bacaan Lengkap dan Maknanya Saat Thawaf
Doa Menyentuh Hajar Aswad: Bacaan Lengkap dan Maknanya Saat Thawaf
Doa dan Niat
Hukum Mengirim Karangan Bunga Duka Cita dalam Islam, Apakah Termasuk Takziah? Ini Penjelasan Ulama
Hukum Mengirim Karangan Bunga Duka Cita dalam Islam, Apakah Termasuk Takziah? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Jemaah Haji Indonesia yang Alami Henti Jantung di Masjid Nabawi Berhasil Diselamatkan Petugas Medis Saudi
Jemaah Haji Indonesia yang Alami Henti Jantung di Masjid Nabawi Berhasil Diselamatkan Petugas Medis Saudi
Aktual
Kemenhaj Fasilitasi Ziarah Jemaah Haji Indonesia di Madinah, Larang Pungutan Tambahan
Kemenhaj Fasilitasi Ziarah Jemaah Haji Indonesia di Madinah, Larang Pungutan Tambahan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com