Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Akses Masjid Al-Aqsa Ditutup Israel, Jemaah Shalat di Jalan Yerusalem

Kompas.com, 15 Maret 2026, 19:30 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Situasi di Kota Tua Yerusalem kembali menjadi sorotan dunia setelah otoritas Israel masih menutup akses menuju Masjid Al-Aqsa selama dua pekan terakhir.

Penutupan tersebut terjadi sejak meningkatnya konflik militer antara Israel dan Iran yang pecah pada akhir Februari 2026.

Akibat kebijakan tersebut, ribuan jemaah Muslim tidak dapat memasuki kompleks masjid dan terpaksa melaksanakan shalat di area jalanan sekitar Kota Tua.

Situasi ini menjadi salah satu momen paling tegang selama bulan Ramadhan tahun ini, terutama karena penutupan terjadi saat umat Islam tengah menjalankan ibadah intensif menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Baca juga: Masih Bingung Cara Sholat Idul Fitri? Ini Niat dan Tata Caranya

Jemaah Sholat di Jalanan Sekitar Kota Tua

Menurut laporan kantor berita Palestina WAFA, ribuan jemaah melaksanakan shalat Jumat terakhir Ramadan di titik-titik terdekat yang masih bisa diakses.

Mereka berkumpul di beberapa area seperti Bab Al-Sahira, kawasan Bab Al-Amud atau Gerbang Damaskus, serta di sekitar Masjid Muhammad Al-Fatih.

WAFA melaporkan bahwa aparat keamanan Israel menempatkan pasukan dalam jumlah besar di sekitar kawasan tersebut.

“Pasukan Israel dikerahkan secara besar-besaran di daerah tersebut, mencegah jemaah menuju Masjid Al-Aqsa dan memasang penghalang logam untuk memperketat penutupan jalan menuju tempat suci tersebut,” tulis laporan WAFA, Jumat (13/3/2026).

Situasi ini membuat banyak jemaah terpaksa melaksanakan shalat berjamaah di trotoar, halaman bangunan, hingga ruas jalan yang mengarah ke kompleks masjid.

Baca juga: Untuk Pertama Kalinya Saat Ramadhan, Israel Tutup Masjid Al-Aqsa

Sholat Tarawih Tidak Digelar di Masjid Al-Aqsa

Pembatasan akses ini bukan hanya berdampak pada shalat Jumat, tetapi juga ibadah malam Ramadan.

Dilaporkan oleh Al Jazeera Media Network, selama dua pekan terakhir umat Islam juga tidak dapat melaksanakan shalat Tarawih di halaman Masjid Al-Aqsa.

Kondisi ini disebut sebagai peristiwa yang sangat jarang terjadi dalam sejarah modern Yerusalem.

Sejumlah pengamat menyebutkan bahwa ini menjadi salah satu periode langka sejak 1967 ketika Tarawih tidak diselenggarakan di halaman Masjid Al-Aqsa akibat pembatasan akses.

Terjadi Saat Peringatan Hari Al-Quds

Pembatasan tersebut juga bertepatan dengan peringatan Hari Al-Quds yang biasanya diperingati pada Jumat terakhir Ramadan sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina.

Pada momen tersebut, jemaah tetap berkumpul di sekitar area masjid meskipun tidak diizinkan masuk ke dalam kompleks suci.

Sejumlah jemaah terlihat berdoa dan membaca Al-Qur’an di jalanan sekitar gerbang Kota Tua, sementara aparat keamanan Israel menjaga pintu-pintu akses menuju kompleks Al-Aqsa.

Baca juga: Dari Masjid Al-Aqsa ke Langit Ketujuh, Ini Tempat Nabi Muhammad SAW Naik Saat Isra Miraj

Israel Sebut Penutupan karena Situasi Darurat

Pemerintah Israel menyatakan bahwa penutupan tersebut dilakukan sebagai langkah keamanan darurat.

Ketegangan meningkat setelah Israel bersama Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap target militer di Iran pada 28 Februari 2026.

Serangan tersebut kemudian memicu respons militer dari Iran berupa serangkaian serangan balasan ke wilayah Israel dan sejumlah basis militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Sejak konflik tersebut memanas, Israel meningkatkan pengamanan di sejumlah titik sensitif, termasuk di kompleks Al-Aqsa.

Masjid Al-Aqsa dan Maknanya bagi Umat Islam

Bagi umat Islam, Masjid Al-Aqsa memiliki kedudukan yang sangat penting dalam sejarah spiritual Islam.

Masjid ini merupakan salah satu dari tiga masjid utama yang memiliki keutamaan besar dalam tradisi Islam, selain Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Dalam tradisi Islam, Al-Aqsa juga dikenal sebagai tempat terjadinya peristiwa agung Isra Mi'raj yang dialami oleh Muhammad.

Peristiwa tersebut disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai perjalanan spiritual dari Masjidil Haram menuju Masjid Al-Aqsa sebelum Nabi naik ke langit untuk menerima perintah shalat.

Dalam buku “Sejarah Masjid Al-Aqsa” karya Abdullah Al-Tal, dijelaskan bahwa kompleks Al-Aqsa sejak masa awal Islam juga pernah menjadi kiblat pertama umat Islam sebelum arah shalat dipindahkan ke Ka'bah di Makkah.

Sementara itu, dalam buku “Jerusalem in Islamic History” karya Kamil Jamil Asali, disebutkan bahwa Al-Aqsa tidak hanya memiliki nilai religius, tetapi juga menjadi simbol identitas spiritual dan politik umat Islam di berbagai belahan dunia.

Baca juga: 70 Ribu Pasukan Israel-AS ke Iran, Dikaitkan tentang Hadits Dajjal

Kritik dari Negara-Negara Muslim

Penutupan akses menuju Masjid Al-Aqsa selama Ramadan memicu kritik dari sejumlah negara di Timur Tengah.

Beberapa negara Arab dan organisasi internasional menyatakan keprihatinan terhadap pembatasan ibadah di salah satu situs suci umat Islam tersebut.

Para pengamat menilai kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan ketegangan di kawasan yang sejak lama menjadi pusat konflik geopolitik dan religius.

Simbol Keteguhan Iman di Tengah Konflik

Meski akses menuju kompleks Al-Aqsa masih ditutup, banyak jemaah tetap datang ke kawasan Kota Tua Yerusalem untuk beribadah.

Bagi sebagian orang, shalat di jalanan sekitar masjid bukan hanya bentuk ibadah, tetapi juga simbol keteguhan iman di tengah situasi konflik yang belum mereda.

Di tengah suasana Ramadan yang biasanya penuh dengan kegiatan ibadah di Masjid Al-Aqsa, pemandangan jemaah yang berdoa di trotoar dan jalanan Kota Tua kini menjadi gambaran nyata dari dinamika politik dan spiritual yang terus berlangsung di Yerusalem.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar