Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tanda-tanda Lailatul Qadar Menurut Hadis: Malam Sejuk dan Matahari Pagi Tak Menyilaukan

Kompas.com, 14 Maret 2026, 22:20 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu malam paling istimewa dalam Islam. Malam ini diyakini lebih baik dari seribu bulan dan menjadi momen turunnya rahmat serta ampunan Allah SWT bagi hamba-hamba-Nya yang beribadah.

Karena keutamaannya yang begitu besar, banyak umat Islam berusaha mencari tanda-tanda hadirnya Lailatul Qadar, khususnya pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.

Sejumlah hadis Nabi Muhammad SAW menjelaskan beberapa tanda yang bisa dirasakan oleh manusia ketika malam tersebut datang.

Baca juga: Surat Al-Qadr: Bacaan, Tafsir, dan Keutamaan Malam Lailatul Qadar di Bulan Ramadhan

Malam Terasa Tenang, Sejuk, dan Damai

Dikutip dari buku Umat Bertanya Ulama Menjawab Seri A karya KH Drs Ahmad Dimyati Badruzzaman, salah satu tanda Lailatul Qadar adalah suasana malam yang terasa sangat tenang dan menyejukkan.

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda bahwa malam Lailatul Qadar memiliki suasana yang penuh kedamaian.

Dalam hadis yang diriwayatkan Abu Dawud Ath-Thayalisi disebutkan:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلْقَةٌ، لَا حَارَّةٌ وَلَا بَارِدَةٌ

Artinya:

“Malam Lailatul Qadar adalah malam yang tenang dan cerah, tidak panas dan tidak pula dingin.”

Hadis ini menunjukkan bahwa suasana malam tersebut terasa nyaman dan menenangkan bagi orang yang beribadah.

Matahari Terbit Tidak Menyilaukan

Tanda lain dari Lailatul Qadar dapat terlihat pada pagi harinya, yaitu ketika matahari terbit dengan cahaya yang lembut dan tidak menyilaukan.

Hal ini dijelaskan dalam hadis riwayat Muslim dari Ubay bin Ka’b.

أَنَّ الشَّمْسَ تَطْلُعُ يَوْمَئِذٍ لَا شُعَاعَ لَهَا

Artinya:

“Pada pagi harinya matahari terbit tanpa sinar yang menyilaukan.”
(HR. Muslim)

Riwayat yang sama juga disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi, yang menegaskan bahwa matahari pada pagi setelah Lailatul Qadar tampak berwarna putih lembut tanpa cahaya yang menyengat.

Penjelasan Ulama tentang Fenomena Ini

Imam Nawawi menjelaskan bahwa fenomena tersebut berkaitan dengan turunnya para malaikat ke bumi pada malam Lailatul Qadar.

Menurut beliau, pada malam itu para malaikat, termasuk Malaikat Jibril, turun ke bumi hingga waktu fajar. Kehadiran mereka membuat suasana malam menjadi sangat hening, damai, dan penuh keberkahan.

Ketika fajar tiba dan matahari terbit, para malaikat kembali naik ke langit. Dalam proses itu, sayap-sayap malaikat seakan menutupi cahaya matahari sehingga sinarnya tampak tidak menyilaukan.

Penjelasan ini juga disebutkan dalam sejumlah kitab ulama, seperti Tafsir Durrul Mantsur karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi, Fiqhus Sunnah karya Sayyid Sabiq, serta Nihayatuz Zain karya Syekh Muhammad Nawawi.

Yang Terpenting adalah Memperbanyak Ibadah

Meski terdapat beberapa tanda yang disebutkan dalam hadis, para ulama menegaskan bahwa umat Islam tidak dianjurkan hanya menunggu tanda-tanda tersebut.

Yang lebih penting adalah memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Baca juga: Doa Setelah Sholat Malam Lailatul Qadar: Arab, Latin, dan Artinya

Rasulullah SAW sendiri menganjurkan umatnya untuk membaca doa berikut ketika berharap mendapatkan Lailatul Qadar:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

Dengan memperbanyak doa, istighfar, serta ibadah seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, dan berzikir, seorang muslim memiliki kesempatan besar untuk meraih keberkahan malam yang lebih baik dari seribu bulan tersebut.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Masjid Berusia 1.300 Tahun Ditemukan di Arab Saudi, Simpan Prasasti Al-Quran
Masjid Berusia 1.300 Tahun Ditemukan di Arab Saudi, Simpan Prasasti Al-Quran
Aktual
Gaji Suami Bukan Tolok Ukur Ketaatan Istri, Ini Penjelasan Muhammadiyah
Gaji Suami Bukan Tolok Ukur Ketaatan Istri, Ini Penjelasan Muhammadiyah
Aktual
Gontor Sambut Satu Abad dengan Khataman Al-Quran, Ribuan Alumni Hadir
Gontor Sambut Satu Abad dengan Khataman Al-Quran, Ribuan Alumni Hadir
Aktual
Tren Baju Lebaran 2027: Hijau Botol Cocok dengan 13 Warna Hijab Ini
Tren Baju Lebaran 2027: Hijau Botol Cocok dengan 13 Warna Hijab Ini
Aktual
Konflik Saudi-Houthi Memanas, Pemerintah Diminta Siapkan Skenario Darurat Umrah
Konflik Saudi-Houthi Memanas, Pemerintah Diminta Siapkan Skenario Darurat Umrah
Aktual
Menhaj Sidak Travel Umrah di Jombang, Akses Siskopatuh Anissa Ahmada Ditutup
Menhaj Sidak Travel Umrah di Jombang, Akses Siskopatuh Anissa Ahmada Ditutup
Aktual
Kemenhaj Blokir JGroup dan Annisa Ahmada dari Siskopatuh
Kemenhaj Blokir JGroup dan Annisa Ahmada dari Siskopatuh
Aktual
Kemenhaj Blokir Siskopatuh Travel Anissa Ahmada, Setoran Jemaah Ditaksir Rp120 Miliar
Kemenhaj Blokir Siskopatuh Travel Anissa Ahmada, Setoran Jemaah Ditaksir Rp120 Miliar
Aktual
Hafal Al-Quran 30 Juz sejak Umur 10 Tahun, Ini Cara Muslim Menjaganya
Hafal Al-Quran 30 Juz sejak Umur 10 Tahun, Ini Cara Muslim Menjaganya
Aktual
Khutbah Jumat: Amalan yang Dapat Dikerjakan pada Bulan Rabiul Akhir
Khutbah Jumat: Amalan yang Dapat Dikerjakan pada Bulan Rabiul Akhir
Aktual
Touring Cikampek-Ponorogo, Cara Alumni Syiar dan Pulang untuk 100 Tahun Gontor
Touring Cikampek-Ponorogo, Cara Alumni Syiar dan Pulang untuk 100 Tahun Gontor
Aktual
Kisah UMKM Lokal yang Meraup Rezeki di Gelaran MTQ Nasional 2026
Kisah UMKM Lokal yang Meraup Rezeki di Gelaran MTQ Nasional 2026
Aktual
6 Peserta Terbaik Tartil Al-Qur’an Isyarat MTQ Nasional 2026, Ini Daftar Nama dan Nilainya
6 Peserta Terbaik Tartil Al-Qur’an Isyarat MTQ Nasional 2026, Ini Daftar Nama dan Nilainya
Aktual
Khutbah Jumat 18 September 2026: Makna Sejarah Masjid Al-Aqsha Bagi Umat Islam
Khutbah Jumat 18 September 2026: Makna Sejarah Masjid Al-Aqsha Bagi Umat Islam
Aktual
Qada dan Qadar Bukan Alasan untuk Pasif, Ini Cara Memahami Takdir dan Pentingnya Ikhtiar
Qada dan Qadar Bukan Alasan untuk Pasif, Ini Cara Memahami Takdir dan Pentingnya Ikhtiar
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar