Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kabar Duka di Tengah Tugas, Ibunda Jurnalis PPIH Daker Bandara Wafat di Indonesia

Kompas.com, 15 Juni 2026, 00:00 WIB
Pythag Kurniati,
Khairina

Tim Redaksi

JEDDAH, KOMPAS.com - Kabar duka datang dari daerah kerja (Daker) Bandara. Di tengah tugas di Tanah Suci, salah satu jurnalis yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) 2026 Daker Bandara Ferdi Setiawan harus merelakan kepergian ibundanya yang wafat di Tanah Air pada Sabtu (13/6/2026).

Meski terpisah jarak ribuan kilometer, Ferdi mengaku masih sempat memantau kondisi sang ibunda sesaat sebelum berpulang.

"Ibu kondisinya ngedrop. Di saat-saat terakhir saya bisa membersamai ibu meski secara daring, namun Allah lebih sayang ibu, semoga ibu husnul khotimah," kata Ferdi di Jeddah.

Sebagai bentuk empati dan solidaritas, rekan-rekan sejawat Ferdi sesama petugas Daker Bandara juga langsung menggelar doa bersama untuk almarhumah pada Sabtu malam di Jeddah.

Baca juga: Wamenhaj Takziah ke Rumah Duka Istri Petugas Haji, Sampaikan Duka dan Penghormatan

Tak hanya dari rekan sejawat di Arab Saudi, jajaran pimpinan Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pun mendatangi rumah duka di Dusun Gabungan Nomor E2 RT 03 RW 07 Kelurahan Donokerto, Kecamatan Turi, Sleman, Yogyakarta, Minggu (14/6/2026).

Kunjungan dipimpin oleh Plt Kepala Kanwil Kemenhaj DIY, Silvia Rosetti. Turut hadir pula Kepala Bidang Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah DIY beserta seluruh Kepala Kantor Kemenhaj dari tingkat kabupaten/kota se-DIY untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga almarhumah, Murdiyati Binti Murtawi.

Di hadapan ayahanda Ferdi dan pihak keluarga yang sedang berkabung, Silvia menyampaikan rasa empatinya.

"Kami atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar Kanwil Kementerian Haji dan Umrah se-DIY menghaturkan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya ibunda tercinta dari rekan kita sesama petugas haji, Mas Ferdi Setiawan," ungkap Silvia.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menitipkan pesan belasungkawa khusus yang diamanatkan langsung dari Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Wamenhaj mendoakan almarhumah agar husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan lahir batin.

“Serta Mas Ferdi yang saat ini sedang melaksanakan tugas di Arab Saudi diberikan kelancaran dan semoga dedikasi dan keikhlasan beliau dalam menjalankan amanah negara menjadi ladang amal jariyah yang mengalir untuk almarhumah ibunda,” tutur Silvia.

Baca juga: Hukum Menyandang Gelar Haji dan Hajjah, Tradisi atau Ajaran Islam? Simak Penjelasannya

Ayahanda Ferdi, yang mewakili keluarga besar, menyambut haru kedatangan rombongan tersebut. Perhatian dari jajaran Kemenhaj dinilai menjadi pelipur lara di tengah masa sulit ini.

"Kami atas nama keluarga besar almarhumah menghaturkan maturnuwun (terima kasih) yang sebesar-besarnya kepada Ibu Silvia Rosetti dan seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah se-DIY. Di tengah kesibukan luar biasa mengawal musim haji, kehadiran dan doa dari Ibu dan jajaran sangat berarti bagi kami," ujar perwakilan keluarga.

Apresiasi dan dukungan moral yang diberikan kepada Ferdi atas tugas negaranya di Arab Saudi juga diakui menjadi penguat tersendiri bagi keluarga yang ditinggalkan.

"Kabar duka ini memang berat bagi kami, terutama bagi Mas Ferdi yang berada jauh di Tanah Suci. Namun, mengetahui bahwa banyak pihak yang mendoakan, mendukung, dan ikut menguatkan dari tanah air, membuat kami jauh lebih ikhlas dan tabah," tutupnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kabar Duka di Tengah Tugas, Ibunda Jurnalis PPIH Daker Bandara Wafat di Indonesia
Kabar Duka di Tengah Tugas, Ibunda Jurnalis PPIH Daker Bandara Wafat di Indonesia
Aktual
Menikmati Senja di Jabal Khandama
Menikmati Senja di Jabal Khandama
Aktual
Doa Setelah Sholat Tahajud, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Setelah Sholat Tahajud, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Dulu Melempari Rasulullah dengan Batu, Kini Thaif Jadi Kota Wisata Dunia
Dulu Melempari Rasulullah dengan Batu, Kini Thaif Jadi Kota Wisata Dunia
Aktual
Doa Rabbana Zalamna Anfusana, Bacaan Tobat Nabi Adam dan Artinya
Doa Rabbana Zalamna Anfusana, Bacaan Tobat Nabi Adam dan Artinya
Aktual
MUI Tolak Rehabilitasi Pelaku Pesta Gay, Dorong Sanksi Pidana
MUI Tolak Rehabilitasi Pelaku Pesta Gay, Dorong Sanksi Pidana
Aktual
Pembuatan Kiswah Ka'bah Lewati 7 Tahap Rumit, Gunakan 825 Kg Sutra
Pembuatan Kiswah Ka'bah Lewati 7 Tahap Rumit, Gunakan 825 Kg Sutra
Aktual
Arab Saudi Hukum Warganya yang Hina Negara Sahabat di Media Sosial
Arab Saudi Hukum Warganya yang Hina Negara Sahabat di Media Sosial
Aktual
Doa-doa Wudhu Lengkap dari Awal Sampai Akhir: Arab, Latin, dan Artinya
Doa-doa Wudhu Lengkap dari Awal Sampai Akhir: Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Menguak Sejarah Sumur Ghars: Sumber Air Kesukaan Rasulullah SAW
Menguak Sejarah Sumur Ghars: Sumber Air Kesukaan Rasulullah SAW
Aktual
Arab Saudi Bekukan 21 Perusahaan Umrah, Kementerian Haji Temukan Pelanggaran dan Kinerja Buruk
Arab Saudi Bekukan 21 Perusahaan Umrah, Kementerian Haji Temukan Pelanggaran dan Kinerja Buruk
Aktual
6 Doa untuk Ibu dalam Islam, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
6 Doa untuk Ibu dalam Islam, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Stafsus Menag Gugun Gumilar Tinjau GKJ Nusukan Solo: Jamin Kebebasan Beribadah, Kawal IMB hingga Tuntas
Stafsus Menag Gugun Gumilar Tinjau GKJ Nusukan Solo: Jamin Kebebasan Beribadah, Kawal IMB hingga Tuntas
Aktual
Mengenal Dua Skema Tanazul Saat Kepulangan Jemaah Haji Indonesia
Mengenal Dua Skema Tanazul Saat Kepulangan Jemaah Haji Indonesia
Aktual
Komisi VIII DPR Desak Kemenkomdigi Blokir Akun dan Konten LGBT di Media Sosial
Komisi VIII DPR Desak Kemenkomdigi Blokir Akun dan Konten LGBT di Media Sosial
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com