Editor
KOMPAS.com - Doa rabbana zalamna anfusana merupakan salah satu doa tobat yang terdapat dalam Al-Qur’an.
Doa ini dibaca Nabi Adam AS dan Hawa setelah keduanya menyadari kesalahan saat berada di surga.
Bacaan rabbana zalamna anfusana tercantum dalam Surah Al-A’raf ayat 23.
Doa ini berisi pengakuan kesalahan, permohonan ampun, dan harapan agar Allah SWT memberikan rahmat kepada hamba-Nya.
Baca juga: 10 Doa agar Terhindar dari Fitnah Akhir Zaman dan Dajjal
Berikut bacaan doa rabbana zalamna anfusana dalam Arab, latin, dan artinya:
Arab:
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Latin:
Rabbana zalamna anfusana wa in lam taghfir lana wa tarhamna lanakunanna minal-khasireen.
Artinya:
“Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS Al-A'raf ayat 23)
Dilansir dari Islamtics, kisah yang melatarbelakangi doa ini terdapat dalam Surah Al-A’raf ayat 19-22.
Dalam ayat-ayat tersebut dijelaskan bahwa Allah SWT memerintahkan Nabi Adam AS dan Hawa untuk tinggal di surga.
Keduanya diperbolehkan menikmati apa saja yang ada di dalamnya, tetapi dilarang mendekati satu pohon tertentu.
Setan kemudian menggoda keduanya dan bersumpah seolah-olah memberi nasihat yang tulus.
Setelah Nabi Adam AS dan Hawa memakan buah dari pohon tersebut, keduanya menyadari kesalahan yang telah dilakukan.
Saat itulah keduanya memohon ampun kepada Allah SWT dengan doa rabbana zalamna anfusana.
Baca juga: Doa Memohon Keselamatan dan Perlindungan agar Tetap Istiqamah di Jalan Kebenaran
Doa rabbana zalamna anfusana memiliki makna yang mendalam tentang tobat seorang hamba.
Kalimat “kami telah menzalimi diri kami sendiri” menunjukkan pengakuan atas kesalahan tanpa menyalahkan pihak lain.
Nabi Adam AS dan Hawa tidak menjadikan godaan setan sebagai alasan untuk menghindari tanggung jawab.
Keduanya justru mengakui kesalahan dan memohon ampun langsung kepada Allah SWT.
Sikap ini menjadi pelajaran penting bahwa tobat dimulai dari kesadaran dan pengakuan atas dosa.
Bagian berikutnya dalam doa ini adalah permohonan agar Allah SWT mengampuni dan merahmati.
Kalimat “Jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami” menunjukkan bahwa ampunan hanya datang dari Allah SWT.
Seorang hamba tidak dapat mengandalkan amalnya sendiri tanpa rahmat dan kasih sayang Allah.
Doa ini juga mengajarkan bahwa manusia selalu membutuhkan ampunan Allah dalam setiap keadaan.
Baca juga: Arti Doa Allahumma Yassir Wala Tuassir, Dibaca Saat Menghadapi Kesulitan
Doa rabbana zalamna anfusana ditutup dengan kalimat “niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi”.
Kalimat ini menunjukkan kesadaran bahwa tanpa ampunan dan rahmat Allah, manusia berada dalam kerugian.
Kerugian tersebut bukan hanya berkaitan dengan kehidupan dunia, tetapi juga keselamatan di akhirat.
Karena itu, doa ini menjadi pengingat agar seorang Muslim tidak menunda tobat setelah melakukan kesalahan.
Al-Qur’an juga menjelaskan bahwa Allah SWT menerima tobat Nabi Adam AS.
Hal ini disebutkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 37.
فَتَلَقّٰٓى اٰدَمُ مِنْ رَّبِّهٖ كَلِمٰتٍ فَتَابَ عَلَيْهِۗ اِنَّهٗ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ ٣٧
fa talaqqâ âdamu mir rabbihî kalimâtin fa tâba ‘alaîh, innahû huwat-tawwâbur-raḫîm
Kemudian, Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, lalu Dia pun menerima tobatnya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.
Allah SWT berfirman bahwa Nabi Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, lalu Allah menerima tobatnya.
Ayat tersebut menjadi penguat bahwa Allah Maha Penerima Tobat dan Maha Penyayang.
Sebagian ulama tafsir menjelaskan bahwa kalimat yang diterima Nabi Adam AS merujuk pada doa tobat yang dibaca Nabi Adam dan Hawa.
Doa rabbana zalamna anfusana dapat dibaca kapan saja, terutama setelah seorang Muslim menyadari kesalahan atau dosa.
Doa ini juga dapat dibaca saat memperbanyak istighfar dan muhasabah diri.
Seorang Muslim dapat membacanya ketika sujud, setelah shalat, pada sepertiga malam terakhir, atau saat merasa membutuhkan ampunan Allah SWT.
Doa ini juga baik diamalkan pada waktu-waktu mustajab, seperti hari Arafah dan bulan Ramadhan.
Rabbana zalamna anfusana termasuk doa yang pendek dan mudah dihafal.
Meski singkat, doa ini memuat tiga unsur penting dalam tobat, yaitu pengakuan dosa, permohonan ampun, dan harapan atas rahmat Allah.
Doa ini juga mengajarkan bahwa manusia tidak boleh berputus asa dari ampunan Allah SWT.
Selama seorang hamba mau kembali kepada-Nya dengan sungguh-sungguh, pintu maghfirah dan rahmat Allah tetap terbuka.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang