Editor
KOMPAS.com - Kiswah atau kain penutup Ka'bah yang menjadi salah satu simbol paling sakral dalam Islam ternyata dibuat melalui proses panjang dan sangat teliti.
Sebelum dipasang secara resmi pada 1 Muharram setiap tahunnya, Kiswah Ka'bah harus melewati tujuh tahapan produksi yang melibatkan teknologi modern, keterampilan tinggi, serta penggunaan bahan-bahan premium.
Menurut Kompleks Raja Abdulaziz untuk Kiswah Ka'bah, proses pembuatan dimulai dari tahap desalinasi atau pemurnian air. Air yang telah dimurnikan kemudian digunakan untuk mencuci dan mewarnai sutra yang menjadi bahan utama Kiswah.
Baca juga: Sejarah Kiswah Ka’bah: Siapa Sosok Pertama yang Menyelimutinya?
Tahap berikutnya adalah pencucian dan pewarnaan sutra. Pada proses ini, lapisan lilin yang menempel pada sutra dihilangkan sebelum kain diwarnai. Warna hitam digunakan untuk Kiswah bagian luar Ka'bah, sedangkan warna hijau diperuntukkan bagi Kiswah bagian dalam Ka'bah serta penutup Kamar Nabi Muhammad SAW.
Setelah itu, sutra memasuki tahap penenunan otomatis. Ribuan benang sutra diolah menjadi gulungan benang lungsi dengan kepadatan lebih dari 9.900 helai benang per meter. Tahap ini menjadi fondasi utama untuk menghasilkan kain Kiswah yang kuat sekaligus indah.
Proses berlanjut ke tahap pencetakan. Pada tahap ini, ayat-ayat Al-Qur'an dan ornamen Islam dicetak pada kain sutra polos menggunakan teknik sablon sutra (silkscreen) dengan tingkat presisi geometris yang sangat tinggi.
Tahapan berikutnya adalah perakitan dan penjahitan. Berbagai panel kain Kiswah disambungkan menjadi satu kesatuan utuh, kemudian dihiasi dengan ornamen berlapis emas yang akan menjadi bagian dari kaligrafi dan dekorasi khas Kiswah.
Setelah itu, para pengrajin memasuki tahap bordir. Bagian-bagian ornamen yang telah dipasang disulam menggunakan benang perak murni dan benang perak berlapis emas.
Ayat-ayat Al-Qur'an serta motif-motif hias juga diberi lapisan benang kapas sehingga menghasilkan tulisan yang tampak timbul dan memiliki efek tiga dimensi yang khas.
Tahap terakhir adalah pengendalian mutu atau quality control. Seluruh bagian Kiswah diperiksa secara menyeluruh untuk memastikan setiap komponen memenuhi standar kualitas yang ketat sebelum siap dipasang menyelimuti bangunan suci Ka'bah.
Kompleks Raja Abdulaziz untuk Kiswah Ka'bah mengungkapkan bahwa pembuatan satu set Kiswah membutuhkan material dalam jumlah besar.
Baca juga: Disulam Benang Emas, Ini Proses Pembuatan Kiswah Kabah
Untuk menghasilkan satu penutup Ka'bah, diperlukan sekitar 825 kilogram sutra mentah, 120 kilogram benang perak berlapis emas, 60 kilogram perak murni, serta 410 kilogram kapas mentah.
Besarnya kebutuhan bahan dan rumitnya tahapan produksi menunjukkan bahwa Kiswah Ka'bah bukan sekadar kain penutup bangunan suci, melainkan karya seni dan warisan peradaban Islam yang dibuat dengan standar tertinggi sebagai bentuk penghormatan kepada Baitullah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang