Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Konflik Iran–AS Memanas, Jemaah Umrah Surabaya Tetap Berangkat

Kompas.com, 14 Maret 2026, 15:02 WIB
Diki Febrianto,
Farid Assifa

Tim Redaksi

SURABAYA, KOMPAS.com – Di tengah memanasnya situasi geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang turut memicu kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah, operasional perjalanan umrah dari Surabaya dipastikan tetap berjalan normal.

CEO Shafira Tour & Travel, Danisa Saviera, mengungkapkan bahwa kondisi di lapangan tidak seburuk narasi yang banyak beredar di berbagai media.

Menurut Danisa, sejak konflik Iran-AS kembali memanas, tidak ada satu pun rombongan jamaah dari pihaknya yang mengalami gangguan perjalanan menuju Tanah Suci.

"Sampai dengan hari ini belum ada satu pun grup kami yang terdampak oleh peperangan itu. Semua penerbangan yang kita gunakan masih terbang," ujar Danisa kepada Kompas.com, Sabtu (14/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa seluruh jamaah yang sebelumnya berada di Arab Saudi juga telah kembali ke Indonesia dengan selamat.

Menariknya, reaksi para calon jamaah justru berbanding terbalik dengan kekhawatiran yang ramai beredar di publik. Alih-alih meminta penundaan keberangkatan, sebagian besar jamaah justru khawatir perjalanan mereka akan ditunda.

Danisa mengatakan, salah satu faktor utama yang membuat perjalanan umrah tetap lancar adalah penggunaan penerbangan langsung atau direct flight dari Indonesia menuju Arab Saudi.

Maskapai seperti Garuda Indonesia, Saudi Airlines, dan Lion Air yang melayani penerbangan langsung dinilai tidak terpengaruh oleh pembatasan wilayah udara yang terjadi di kawasan konflik.

Sebaliknya, maskapai yang menggunakan rute transit di negara kawasan Timur Tengah memang mengalami penyesuaian jadwal.

Penerbangan melalui Emirates dengan transit Dubai, Qatar Airways melalui Doha, dan Oman Air tercatat masih mengalami pembatasan jumlah penerbangan.

"Yang menjadi masalah itu kenapa ada penundaan? Karena pesawat yang digunakan mengunjungi transit di area yang memang sedang dilarang karena adanya rudal yang belum aman. Tapi kalau penerbangan langsung ke Arab Saudi, tidak ada masalah," jelasnya.

Selain soal penerbangan, Danisa juga menilai kondisi keamanan di Arab Saudi, khususnya di Mekkah dan Madinah, tetap terjaga dengan baik.

Menurutnya, pemerintah Arab Saudi menempatkan dua kota suci tersebut sebagai wilayah prioritas yang mendapatkan perlindungan maksimal.

Ia juga menegaskan bahwa selama pemerintah Indonesia belum mengeluarkan travel warning, tidak ada alasan bagi agen perjalanan untuk secara sepihak menunda keberangkatan jamaah.

Danisa menambahkan bahwa keputusan penundaan perjalanan sepenuhnya berada pada kewenangan maskapai penerbangan dan otoritas negara tujuan, bukan di tangan agen travel ataupun jamaah.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan calon jamaah untuk memahami dengan baik syarat dan ketentuan perjalanan, terutama terkait kebijakan pengembalian dana atau refund.

Menurutnya, dana yang dibayarkan jamaah umrah pada dasarnya langsung disalurkan kepada berbagai vendor, mulai dari maskapai, hotel, hingga penyedia layanan di Tanah Suci.

Karena itu, anggapan bahwa pembatalan perjalanan otomatis menghasilkan pengembalian dana 100 persen tidak selalu benar.

"Jangan beranggapan bahwa force majeure menjadikan alasan bahwa 100 persen akan ditanggung oleh travel. Tidak, karena itu tidak menjadi poin dari force majeure itu sendiri," kata Danisa.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa travel yang profesional akan tetap berupaya memperjuangkan hak jamaah dan memberikan solusi terbaik jika terjadi penundaan atau pembatalan perjalanan.

Pihaknya juga memastikan akan memberikan transparansi kepada jamaah terkait besaran dana yang dapat dikembalikan maupun yang tidak bisa direfund.

Di tengah situasi geopolitik yang memanas, kinerja operasional Shafira Tour & Travel disebut tetap stabil. Sejak 2 Maret 2026 hingga pertengahan Maret ini, mereka telah memberangkatkan hampir 10 rombongan jamaah umrah ke Tanah Suci.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com