Editor
KOMPAS.com - Hari Raya Idul Fitri bukan hanya momentum kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa, tetapi juga saat paling haru bagi banyak umat Islam.
Setelah menunaikan shalat Id, khatib biasanya menutup khutbah dengan doa yang penuh harapan, penyesalan, dan permohonan ampun kepada Allah SWT.
Tak jarang, suasana lapangan atau masjid menjadi hening. Banyak jemaah yang menundukkan kepala, bahkan meneteskan air mata ketika doa dibacakan. Kata-kata yang mengingatkan tentang dosa, kematian, orang tua, dan harapan menjadi hamba yang lebih baik sering kali membuat hati tersentuh.
Doa penutup khutbah Idul Fitri biasanya memohon agar amal ibadah Ramadhan diterima, dosa diampuni, serta kehidupan ke depan dipenuhi keberkahan.
Baca juga: Khutbah Idul Fitri Singkat, Padat, dan Mengharukan
Berikut contoh doa khutbah Idul Fitri yang sering dibacakan para khatib dan mampu menggugah hati para jemaah.
اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَرُكُوعَنَا وَسُجُودَنَا وَتِلَاوَتَنَا لِكِتَابِكَ الْكَرِيمِ
Allahumma taqabbal minna shiyamana wa qiyamana wa ruku'ana wa sujudana wa tilawatana likitabikal karim.
Artinya:
“Ya Allah, terimalah dari kami puasa kami, shalat kami, rukuk dan sujud kami, serta bacaan Al-Qur’an kami.”
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْعَائِدِينَ وَالْفَائِزِينَ
Allahummaj‘alna minal ‘aidina wal faizin.
Artinya:
“Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang kembali kepada fitrah dan meraih kemenangan.”
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا كُلَّهَا، دِقَّهَا وَجِلَّهَا، أَوَّلَهَا وَآخِرَهَا
Allahummaghfir lana dzunubana kullaha, diqqaha wa jillaha, awwalaha wa akhiraha.
Artinya:
“Ya Allah, ampunilah seluruh dosa kami, yang kecil maupun yang besar, yang terdahulu maupun yang kemudian.”
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِوَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا
Allahummaghfir liwalidayna warhamhuma kama rabbayana shighara.
Artinya:
“Ya Allah, ampunilah kedua orang tua kami dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kami sejak kecil.”
Ya Allah…
Jika Ramadhan ini adalah Ramadhan terakhir kami, maka jadikanlah ia sebagai Ramadhan terbaik dalam hidup kami.
Jika Engkau masih memberi kami umur, pertemukanlah kami kembali dengan Ramadhan yang akan datang dalam keadaan lebih taat kepada-Mu.
Ya Allah…
Ampuni dosa-dosa kami yang sering kami ulangi.
Ampuni kelalaian kami dalam beribadah.
Ampuni hati kami yang masih keras dan jauh dari mengingat-Mu.
Ya Allah…
Bagi orang tua kami yang masih hidup, panjangkan umur mereka dalam kebaikan.
Bagi yang telah Engkau panggil, lapangkan kuburnya dan tempatkan mereka di surga-Mu.
Ya Allah…
Jangan Engkau jadikan hari raya ini hanya sebagai perayaan, tetapi jadikan ia sebagai hari pengampunan bagi kami.
Ya Allah…
Jangan biarkan kami kembali kepada dosa setelah Ramadhan berlalu.
Rabbana taqabbal minna innaka antas sami‘ul ‘alim.
Wa tub ‘alaina innaka antat tawwabur rahim.
Artinya:
“Wahai Tuhan kami, terimalah amal kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”
Doa penutup khutbah Idul Fitri sering menghadirkan suasana haru karena mengingatkan umat tentang perjalanan spiritual selama Ramadhan.
Baca juga: 5 Contoh Khutbah Idul Fitri Menyentuh Hati: Syukur, Silaturahmi & Maaf
Di momen itu, banyak orang menyadari betapa singkatnya waktu, betapa banyak dosa yang telah dilakukan, dan betapa besar harapan agar Allah menerima semua amal yang telah dikerjakan selama bulan suci.
Karena itulah, tidak sedikit jemaah yang meneteskan air mata ketika khatib memanjatkan doa.
Idul Fitri akhirnya bukan sekadar hari kemenangan, tetapi juga saat yang paling tepat untuk kembali kepada Allah SWT dengan hati yang bersih dan penuh harapan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang