Editor
KOMPAS.com-Israel menutup Masjid Al-Aqsa untuk hari ketiga berturut-turut dan melarang Muslim Palestina menunaikan sholat selama Ramadhan di kompleks suci tersebut.
Penutupan dilakukan sejak Sabtu menyusul eskalasi konflik Israel dan Iran, yang oleh otoritas Israel disebut sebagai kondisi darurat keamanan.
Kebijakan ini memicu kecaman luas dari otoritas keagamaan Palestina karena dinilai melanggar kebebasan beribadah di salah satu situs paling suci dalam Islam.
Baca juga: Dari Masjid Al-Aqsa ke Langit Ketujuh, Ini Tempat Nabi Muhammad SAW Naik Saat Isra Miraj
Langkah tersebut juga disebut sebagai penutupan pertama Masjid Al-Aqsa yang terjadi saat bulan Ramadhan dalam beberapa dekade terakhir.
Masjid Al-Aqsa yang terletak di Yerusalem Timur yang diduduki dinyatakan ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut, dengan hanya aktivitas terbatas yang diizinkan.
Sheikh Ikrima Sabri, mantan mufti besar Yerusalem sekaligus imam senior Al-Aqsa, mengecam keputusan tersebut.
Ia menyebut penutupan itu sebagai tindakan yang “tidak dapat dibenarkan” dan menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk kontrol aparat keamanan dengan dalih situasi darurat.
“Langkah ini melanggar kebebasan beribadah dan menunjukkan bahwa otoritas pendudukan sedang menegaskan kendali atas masjid serta mencabut kewenangan Wakaf Islam untuk mengelolanya,” ujarnya kepada Al Jazeera, dikutip dari Middle East Eye.
Sejumlah pejabat Palestina memperingatkan bahwa penutupan Masjid Al-Aqsa merupakan bagian dari strategi Israel untuk memperketat pembatasan dan memperkuat kontrol atas kompleks suci tersebut.
Masjid Al-Aqsa jarang ditutup bagi jamaah, terlebih pada bulan Ramadhan ketika ratusan ribu Muslim biasanya memadati area tersebut untuk shalat dan ibadah malam.
Penutupan singkat pernah terjadi pada 2014 dan 2017 di tengah ketegangan di Yerusalem.
Masjid juga sempat ditutup saat pandemi Covid-19 dengan alasan kesehatan masyarakat.
Selain periode tersebut, tidak ada catatan penutupan berkepanjangan sejak Israel menduduki Yerusalem Timur pada 1967.
Namun, pada Juni lalu, Israel juga menutup Al-Aqsa selama perang 12 hari dengan Iran, yang kala itu memicu protes dari warga Palestina.
Baca juga: MUI Kecam Serangan Israel-AS ke Iran, Jangan Sentuh Dua Kota Suci
Seorang pekerja Wakaf Islam di Yerusalem mengatakan situasi di kompleks masjid sangat mengkhawatirkan.
Ia menyebut hanya sebagian kecil penjaga yang diizinkan bertugas, sementara lainnya dilarang memasuki area masjid.
Pejabat Wakaf juga disebut tidak diperkenankan membawa makanan bagi petugas yang berjaga sejak penutupan diberlakukan.
Menurut sumber tersebut, sekitar 1.000 warga Yerusalem menerima larangan memasuki masjid, termasuk imam senior dan puluhan pegawai Wakaf.
Dr Mustafa Abu Sway, anggota Dewan Wakaf Islam dan pengajar di Masjid Al-Aqsa, menyatakan bahwa perubahan besar terhadap status quo Al-Aqsa kini semakin nyata.
“Saya tidak ingat masjid pernah ditutup dengan cara seperti ini,” ujarnya.
“Realitas baru di Al-Aqsa yang selama ini kami khawatirkan kini telah terwujud,” lanjutnya.
Baca juga: Arab Saudi Perketat Umrah Ramadhan 2026: Pintu Masjidil Haram Pakai Indikator Hijau-Merah
Masjid Al-Aqsa merupakan situs suci ketiga dalam Islam setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah.
Selama puluhan tahun, pengelolaan kompleks dilakukan oleh Wakaf Islam yang ditunjuk Yordania berdasarkan pengaturan internasional.
Warga Palestina menilai pembatasan akses yang semakin ketat menunjukkan upaya bertahap untuk mengubah status keagamaan situs tersebut.
Selain Al-Aqsa, militer Israel juga menutup Masjid Ibrahimi di Hebron, Tepi Barat, sejak konflik dengan Iran meningkat.
Direktur masjid, Mu’taz Abu Sneineh, mengatakan seluruh pelaksanaan shalat dihentikan hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Masjid Ibrahimi merupakan situs suci bagi umat Islam, Yahudi, dan Kristen, serta telah digunakan sebagai masjid oleh warga Palestina selama lebih dari 1.400 tahun.
Baca juga: 7 Tempat Mustajab Berdoa di Masjid Nabawi yang Perlu Diketahui
Perubahan kebijakan terbaru Israel di Tepi Barat, termasuk pengalihan kewenangan izin bangunan dari Otoritas Palestina ke militer Israel, memicu kekhawatiran atas potensi kontrol lebih luas terhadap situs-situs suci tersebut.
Penutupan Masjid Al-Aqsa saat Ramadhan pun memperdalam ketegangan di Yerusalem dan meningkatkan kekhawatiran akan perubahan status situs suci yang selama ini dijaga melalui kesepakatan internasional.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang