KOMPAS.com - Madinah Al-Munawwarah bukan sekadar kota tujuan ziarah, tetapi juga pusat spiritual yang sarat dengan sejarah kenabian.
Bagi jamaah haji dan umrah, beribadah di Madinah menghadirkan pengalaman batin yang mendalam karena banyak lokasi di sekitar Masjid Nabawi yang memiliki keutamaan khusus dalam Islam.
Para ulama menjelaskan bahwa beberapa titik di Madinah memiliki nilai keberkahan tinggi karena menjadi saksi langsung aktivitas Rasulullah SAW dalam beribadah, berdakwah, dan bermunajat kepada Allah SWT.
Baca juga: Arab Saudi Siapkan Relawan Medis di Masjidil Haram dan Nabawi
Dalam kitab Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab karya Imam An-Nawawi dijelaskan bahwa memperbanyak doa di tempat-tempat yang memiliki nilai historis kenabian merupakan bentuk meneladani sunnah dan memperkuat hubungan spiritual seorang hamba dengan Allah.
Oleh karena itu, jamaah dianjurkan memanfaatkan keberadaan di Madinah untuk berdoa dengan penuh kekhusyukan dan adab.
Raudhah menjadi lokasi paling masyhur sebagai tempat doa yang mustajab di Masjid Nabawi. Area ini terletak di antara mimbar Rasulullah SAW dan rumah beliau yang kini menjadi bagian dari kompleks makam.
Dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
“Antara rumahku dan mimbarku adalah salah satu taman dari taman-taman surga.”
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa Raudhah disebut sebagai taman surga karena limpahan rahmat, ketenangan spiritual, serta besarnya pahala ibadah di tempat tersebut.
Oleh sebab itu, jamaah dianjurkan memperbanyak doa, shalat sunnah, dan istighfar selama berada di area Raudhah.
Baca juga: Doa Mustajab di Masjid Nabawi: Melangitkan Harapan di Kota Rasulullah
Mihrab Rasulullah SAW berada di bagian depan Masjid Nabawi dan menjadi tempat Nabi memimpin salat berjamaah.
Lokasi ini memiliki nilai spiritual tinggi karena menjadi pusat ibadah umat Islam pada masa awal Islam.
Dalam kitab Tarikh Al-Madinah karya Ibnu Syabbah, disebutkan bahwa para sahabat dan tabi’in sering berdiam diri di sekitar mihrab untuk memperbanyak dzikir dan doa.
Mereka meyakini bahwa tempat yang digunakan Rasulullah untuk bermunajat memiliki keberkahan tersendiri.
Jamaah masa kini kerap memanfaatkan area ini untuk berdoa dengan penuh kerendahan hati, memohon ampunan, petunjuk, serta keteguhan iman.
Bab As-Salam merupakan salah satu pintu utama Masjid Nabawi yang dilewati jamaah ketika hendak berziarah ke makam Rasulullah SAW.
Dalam tradisi Islam, pintu ini memiliki makna simbolis sebagai jalan menuju salam dan penghormatan kepada Nabi.
Dalam buku Fiqh Ziarah Nabawi karya Syekh Muhammad Alawi Al-Maliki dijelaskan bahwa jamaah dianjurkan membaca shalawat, salam, dan doa ketika memasuki area ini sebagai bentuk adab kepada Rasulullah SAW.
Momen melewati Bab As-Salam sering menjadi saat yang penuh haru bagi jamaah karena menghadirkan kedekatan batin dengan Nabi.
Baca juga: 9 Aturan Khusus bagi Jemaah Perempuan di Masjidil Haram dan Nabawi
Meski jamaah tidak dianjurkan berlama-lama tepat di depan makam, area sekitarnya tetap menjadi lokasi yang dipenuhi nuansa spiritual.
Banyak jamaah memilih duduk untuk berdzikir, membaca Al-Qur’an, dan berdoa di tempat yang masih berada dalam lingkungan Rawdah dan makam Nabi.
Imam Malik dalam Al-Muwaththa’ menekankan pentingnya menjaga adab ketika berada di sekitar makam Rasulullah SAW, dengan memperbanyak doa dan shalawat tanpa berlebihan dalam sikap fisik.
Tujuannya adalah menjaga kemuliaan tempat sekaligus memperkuat rasa hormat kepada Rasulullah.
Baca juga: Muazin Masjid Nabawi Syekh Faisal Nauman Wafat, Mengabdi 25 Tahun Kumandangkan Azan
Sekitar lima kilometer dari Masjid Nabawi berdiri Masjid Quba, masjid pertama yang dibangun Rasulullah SAW setelah hijrah. Keutamaan masjid ini disebutkan dalam banyak hadis.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa bersuci di rumahnya lalu datang ke Masjid Quba dan salat dua rakaat, maka baginya pahala seperti pahala umrah.” (HR. Tirmidzi)
Dalam kitab Ar-Rahiq Al-Makhtum karya Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri dijelaskan bahwa Masjid Quba menjadi simbol awal terbentuknya masyarakat Islam Madinah.
Berdoa di masjid ini tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan Rasulullah.
Masjid Qiblatain dikenal sebagai tempat turunnya perintah pengalihan arah kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah. Peristiwa ini menjadi tonggak penting dalam sejarah syariat Islam.
Dalam Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam disebutkan bahwa perubahan kiblat merupakan ujian ketaatan umat Islam kepada perintah Allah.
Oleh sebab itu, jamaah yang berdoa di Masjid Qiblatain kerap memohon keteguhan iman, keikhlasan, dan kekuatan dalam menjalankan perintah agama.
Baca juga: Kisah Pembangunan Masjid Nabawi dan Sejarah Adzan
Pemakaman Baqi’ atau Jannatul Baqi’ terletak di sisi timur Masjid Nabawi. Di tempat ini dimakamkan banyak sahabat Rasulullah SAW, keluarga Nabi, serta para tokoh generasi awal Islam.
Rasulullah SAW bersabda:
“Ziarahilah kubur, karena ia mengingatkan kalian kepada akhirat.” (HR. Muslim)
Dalam kitab Tazkiratul Qurtubi, dijelaskan bahwa ziarah kubur menjadi sarana muhasabah diri, melembutkan hati, serta mendorong manusia untuk memperbanyak amal saleh.
Jamaah yang berdoa di Baqi’ dianjurkan mendoakan para penghuni kubur sekaligus memohon keselamatan iman bagi diri sendiri.
Madinah Al-Munawwarah menyimpan kekayaan spiritual yang tidak hanya terpusat di Masjid Nabawi, tetapi juga tersebar di berbagai titik bersejarah.
Setiap langkah jamaah di kota ini memiliki potensi menjadi ibadah apabila disertai niat yang tulus.
Sebagaimana dijelaskan dalam Ihya’ Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali, keberkahan tempat ibadah terletak pada perpaduan antara keikhlasan hati, adab yang benar, dan kesungguhan dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Oleh sebab itu, keberadaan di Madinah seharusnya dimanfaatkan bukan hanya untuk berziarah, tetapi juga untuk memperbaiki hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang