Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ribuan Alumni Tebuireng Berkumpul, Wasiat KH Hasyim Asy’ari Kembali Digaungkan

Kompas.com, 18 April 2026, 08:31 WIB
Add on Google
Moh. Syafií,
Farid Assifa

Tim Redaksi

JOMBANG, KOMPAS.com – Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, saat ribuan alumni menghadiri agenda “Ngopi dan Ngaji 4 Bulanan” di halaman pesantren, Jumat (17/4/2026) malam.

Acara yang menghadirkan alumni dari berbagai penjuru daerah ini diinisiasi oleh Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE).

Dalam kesempatan tersebut, KH Musta’in Syafi’i, pakar tafsir Al Quran sekaligus Ketua Dewan Masyayikh Pondok Pesantren Tebuireng, menyampaikan pesan spiritual mendalam.

Kiai Musta'in menekankan agar seluruh alumni senantiasa memedomani nilai-nilai luhur pendiri Tebuireng sebagai kompas kehidupan.

Baca juga: Buka Hari Santri 2025 di Tebuireng, Menag Umumkan Eselon I Khusus Pesantren

Saat memberikan tausiah yang menyentuh akar pengabdian santri, ulama karismatik ini mengingatkan kembali pesan legendaris Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari.

"Alumni Tebuireng itu harus mengajar. Tidak harus di madrasah atau kampus besar, tapi minimal di dalam keluarga masing-masing," tegas Kiai Musta'in di hadapan para jemaah.

Selain alumni lintas generasi, agenda rutin ini juga dihadiri langsung oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin.

Pada momen yang sama, dilakukan pula peluncuran buku tafsir Surah Al Alaq karya KH Musta'in Syafi’i yang diserahkan secara simbolis kepada Gus Kikin.

Konsolidasi Organisasi

Ketua Panitia, H Rosul Suritno, mengungkapkan bahwa selain pengajian rutin, para alumni juga melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) IKAPETE.

Agenda yang berbalut Festival Pesantren dan Halalbihalal ini berlangsung selama dua hari, Jumat hingga Sabtu (17-18/4/2026).

Menurut Rosul, pertemuan ini menjadi momentum krusial bagi konsolidasi organisasi lintas wilayah.

Esensi utamanya adalah merajut kembali ukhuwah para alumni yang kini telah berkhidmat di berbagai sektor dan daerah.

"Agenda utama Munas adalah pemilihan Presidium Nasional (Presnas) yang digelar setiap empat tahun sekali," ujar Rosul.

Uniknya, IKAPETE tetap mempertahankan tradisi pesantren dalam proses suksesi kepemimpinan.

Nama-nama calon ketua yang terjaring dari aspirasi peserta akan diserahkan kepada Pengasuh Pesantren untuk diputuskan.

"Keputusan akhir ada di tangan Pengasuh. Siapa pun yang ditunjuk, harus siap mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab," tambahnya.

Pameran Potensi Ekonomi Alumni

Tak hanya urusan organisasi, perhelatan ini juga dimeriahkan dengan bazar produk unggulan hasil usaha para alumni.

Baca juga: Gandeng MUI, Kemenkop Perkuat Koperasi Pesantren dan Dorong Ekonomi Umat

Berbagai produk, mulai dari kuliner khas daerah hingga atribut santri seperti kopiah dan sarung, dipamerkan oleh perwakilan alumni dari Gresik, Blitar, Kediri, hingga Mojokerto.

"Bazar ini adalah wadah promosi bagi alumni yang berwirausaha. Kita ingin menunjukkan bahwa jaringan IKAPETE yang mencakup 82 Pengurus Cabang dan 18 Pengurus Wilayah, termasuk cabang di luar negeri, memiliki potensi ekonomi yang besar," pungkas Rosul.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
10 Kuliner Khas Idul Adha dari Berbagai Daerah di Indonesia, Tidak hanya Gulai dan Sate
10 Kuliner Khas Idul Adha dari Berbagai Daerah di Indonesia, Tidak hanya Gulai dan Sate
Aktual
Kisah Jemaah Haji Muda Berusia 18 Tahun, Daftar Haji sejak TK
Kisah Jemaah Haji Muda Berusia 18 Tahun, Daftar Haji sejak TK
Aktual
Jamaah Haji Aceh Terima Dana Wakaf Baitul Asyi Rp 9,3 Juta per Orang
Jamaah Haji Aceh Terima Dana Wakaf Baitul Asyi Rp 9,3 Juta per Orang
Aktual
Jemaah Haji Asal Blora Pilih Hadiri Pemakaman Suami, Kemenag: Istri Tetap Bisa Berangkat Haji
Jemaah Haji Asal Blora Pilih Hadiri Pemakaman Suami, Kemenag: Istri Tetap Bisa Berangkat Haji
Aktual
Jamaah Haji Aceh Kantongi Uang Saku Terbanyak di Tanah Suci, Terima Hingga Rp 12,5 Juta
Jamaah Haji Aceh Kantongi Uang Saku Terbanyak di Tanah Suci, Terima Hingga Rp 12,5 Juta
Aktual
Hukum Puasa Arafah bagi yang Tidak Berhaji, Lengkap Niat dan Keutamaannya
Hukum Puasa Arafah bagi yang Tidak Berhaji, Lengkap Niat dan Keutamaannya
Aktual
10.800 Galon Air Zamzam Jamaah Haji Embarkasi Makassar Tiba di Asrama Haji Sudiang
10.800 Galon Air Zamzam Jamaah Haji Embarkasi Makassar Tiba di Asrama Haji Sudiang
Aktual
Wajah Baru Mina 2026: Ada Aula Makan dan Ruang Terbuka di 'Kota Tenda'
Wajah Baru Mina 2026: Ada Aula Makan dan Ruang Terbuka di "Kota Tenda"
Aktual
Inovasi Digital dan Variasi Menu Tingkatkan Layanan Konsumsi Jamaah Haji Indonesia
Inovasi Digital dan Variasi Menu Tingkatkan Layanan Konsumsi Jamaah Haji Indonesia
Aktual
Wajah Baru Layanan Konsumsi Haji: Digital, Bergizi, dan Terukur
Wajah Baru Layanan Konsumsi Haji: Digital, Bergizi, dan Terukur
Aktual
Dokter Ingatkan Jamaah Haji Waspadai Tanda-tanda Dehidrasi Akibat Cuaca Panas Ekstrem
Dokter Ingatkan Jamaah Haji Waspadai Tanda-tanda Dehidrasi Akibat Cuaca Panas Ekstrem
Aktual
Pengawalan PPIH Arab Saudi dari Dalam Ruang Kendali Pastikan Keamanan Mobilitas Jamaah Haji
Pengawalan PPIH Arab Saudi dari Dalam Ruang Kendali Pastikan Keamanan Mobilitas Jamaah Haji
Aktual
Gus Irfan Lepas Musrif Diny, Perkuat Kualitas Layanan Haji Indonesia 2026
Gus Irfan Lepas Musrif Diny, Perkuat Kualitas Layanan Haji Indonesia 2026
Aktual
Bantu Jemaah Haji 2026, Ratusan Pramuka & Relawan Disiagakan di Madinah
Bantu Jemaah Haji 2026, Ratusan Pramuka & Relawan Disiagakan di Madinah
Aktual
Modus Ijab Qobul Sepihak, Pengasuh Ponpes Jepara Jadi Tersangka
Modus Ijab Qobul Sepihak, Pengasuh Ponpes Jepara Jadi Tersangka
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com