Editor
KOMPAS.com-Dewan Fatwa Australia mengumumkan bahwa Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Australia jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, setelah Ramadhan dipastikan berakhir pada Kamis, 19 Maret 2026.
Penetapan tersebut dilakukan melalui kajian astronomi dan pengamatan hilal yang melibatkan observatorium lokal maupun internasional.
Keputusan tersebut disampaikan setelah otoritas keagamaan di Australia melakukan konsultasi dengan berbagai lembaga pengamatan bulan.
Dilansir dari Gulf News, penentuan awal Syawal dilakukan dengan mempertimbangkan perhitungan kemunculan bulan baru, waktu terbenam bulan, serta kemungkinan visibilitas hilal di wilayah Australia dan kawasan sekitarnya.
Metode tersebut dinilai sejalan dengan pendekatan ilmiah yang juga digunakan oleh sejumlah dewan ulama di tingkat global dalam menentukan awal bulan Hijriah.
Dewan Fatwa Australia menjelaskan bahwa penentuan awal Syawal dilakukan melalui analisis astronomi yang komprehensif. Proses tersebut melibatkan data dari observatorium pengamatan bulan serta metode perhitungan yang mempertimbangkan posisi dan visibilitas hilal.
Pendekatan ini menggabungkan perhitungan kemunculan bulan baru dengan analisis waktu terbenam bulan dan potensi terlihatnya hilal di Australia.
Metode tersebut juga telah digunakan oleh sejumlah lembaga keilmuan Islam internasional sebagai dasar penentuan kalender Hijriah.
Baca juga: Shalat Idul Fitri 2026: Niat, Tata Cara, Rukun, dan Sunnahnya
Dewan Imam Nasional Australia bersama Dewan Fatwa Australia menyadari bahwa sebagian ulama dan imam mungkin menggunakan metode lain dalam menentukan awal Syawal.
Oleh karena itu, kedua lembaga tersebut mengimbau masyarakat Muslim untuk menghormati perbedaan pandangan yang mungkin muncul terkait penentuan hari raya.
Para imam juga mendorong komunitas Muslim di Australia untuk tetap menjaga persatuan serta menjunjung nilai kebersamaan dalam menyambut Idul Fitri.
Baca juga: Astronom Prediksi Idul Fitri 20 Maret 2026, Hilal Syawal Sulit Terlihat
Mufti Agung Australia, Dr Ibrahim Abu Mohamad, bersama para imam anggota Dewan Imam Nasional Australia menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri kepada komunitas Muslim.
Dalam kesempatan tersebut, mereka juga mengajak umat Islam untuk terus menunjukkan nilai-nilai Islam yang damai kepada masyarakat luas.
Selain itu, komunitas Muslim juga didorong untuk terus memberikan perhatian kepada saudara-saudara di Gaza, Palestina, melalui doa, bantuan kemanusiaan, dan dukungan moral.
Penetapan Idul Fitri di Australia ini didasarkan pada perhitungan pengamatan hilal yang mempertimbangkan kemunculan bulan baru, waktu terbenam bulan, serta kemungkinan visibilitas hilal di wilayah Australia dan sekitarnya.
Metode tersebut dinilai sejalan dengan praktik keilmuan ulama internasional dalam menentukan awal bulan Hijriah, sekaligus tetap menghormati keragaman pandangan di kalangan umat Islam.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang