Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bacaan Bilal Sholat Idul Adha 2026 Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Kompas.com, 25 Mei 2026, 19:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Suasana pelaksanaan sholat Idul Adha selalu menghadirkan nuansa khidmat dan penuh kekhusyukan.

Di tengah gema takbir yang berkumandang sejak malam hari, umat Islam berkumpul di masjid maupun lapangan untuk menunaikan sholat Id berjamaah.

Salah satu bagian yang kerap menarik perhatian dalam pelaksanaan sholat Idul Adha adalah suara bilal yang mengumandangkan seruan sebelum sholat dimulai hingga menjelang khutbah.

Meski bukan termasuk rukun sholat, bacaan bilal Idul Adha telah menjadi tradisi yang hidup di banyak masjid dan pesantren di Indonesia, khususnya dalam tradisi Nahdlatul Ulama (NU).

Seruan tersebut berisi ajakan melaksanakan sholat Id, doa, sholawat, hingga pengingat agar jamaah mendengarkan khutbah dengan khusyuk.

Lalu, bagaimana teks bacaan bilal Idul Adha lengkap dalam tulisan Arab, latin, dan artinya? Berikut ulasan lengkapnya.

Apa Itu Bacaan Bilal Idul Adha?

Dalam pelaksanaan sholat Idul Adha, tidak ada adzan maupun iqamah sebagaimana sholat wajib lima waktu.

Sebagai gantinya, bilal biasanya mengucapkan seruan tertentu atau disebut tarqiyyah untuk mengingatkan jamaah bahwa sholat Id akan segera dimulai.

Tradisi ini banyak dipraktikkan di Indonesia dan memiliki dasar dalam literatur fikih klasik.

Dalam Kumpulan Doa, Dzikir dan Sholawat Al-Khoirot karya A. Fatih Syuhud dijelaskan bahwa bilal biasanya melantunkan seruan khusus sebelum dan sesudah sholat Id.

Seruan tersebut bukan adzan, melainkan ajakan kepada jamaah untuk bersiap mengikuti sholat sunnah Idul Adha secara berjamaah.

Baca juga: Takbir Idul Adha 2026 Mulai Kapan? Ini Jadwal dan Bacaan Lengkap Arab, Latin, & Arti

Bacaan Bilal Sebelum Sholat Idul Adha

Ketika imam telah hadir dan jamaah mulai bersiap, bilal mengumandangkan seruan berikut:

الصَّلَاةَ سُنَّةً لِعِيْدِ الأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ صَلَاةً جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللهُ

الصَّلَاةَ سُنَّةً لِعِيْدِ الأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ صَلَاةً جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللهُ

الصَّلَاةَ سُنَّةً لِعِيْدِ الأَضْحَى جَامِعَةً لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ

Latin:

Ash-shalaatu sunnatan li’iidil adhaa rak’ataini shalaatan jaami’atan rahimakumullaah.

Ash-shalaatu sunnatan li’iidil adhaa rak’ataini shalaatan jaami’atan rahimakumullaah.

Ash-shalaatu sunnatan li’iidil adhaa jaami’atan laa ilaaha illallaah.

Artinya: “Marilah melaksanakan sholat sunnah Idul Adha dua rakaat secara berjamaah. Semoga Allah merahmati kalian.”

Kalimat tersebut biasanya dikumandangkan dengan suara lantang agar jamaah segera merapatkan saf dan bersiap mengikuti sholat.

Bacaan Bilal Setelah Sholat Idul Adha

Setelah sholat selesai dan sebelum khutbah dimulai, bilal kembali membacakan seruan kepada jamaah.

مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ وَزُمْرَةَ الْمُؤْمِنِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ، إِعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هٰذَا يَوْمُ عِيْدِ الْأَضْحَى وَيَوْمُ السُّرُوْرِ وَيَوْمُ الْمَغْفُوْرِ، أَحَلَّ اللهُ لَكُمْ فِيْهِ الطَّعَامَ، وَحَرَّمَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامَ، إِذَا صَعِدَ الْخَطِيْبُ عَلَى الْمِنْبَرِ أَنْصِتُوْا أَثَابَكُمُ اللهُ، وَاسْمَعُوْا أَجَارَكُمُ اللهُ، وَأَطِيْعُوْا رَحِمَكُمُ الله

Latin:

Ma’aasyiral muslimiina wa zumratal mu’miniina rahimakumullaah, i’lamuu anna yaumakum haadzaa yaumu ‘iidil adhaa wa yaumus suruuri wa yaumul maghfuuri.

Ahalallaahu lakum fiihith tha’aama wa harrama ‘alaikumush shiyaama.

Idzaa sha’idal khathiibu ‘alal minbari anshituu atsaabakumullaahu wasma’uu ajaarakumullaahu wa athii’uu rahimakumullaah.

Artinya: “Wahai kaum muslimin dan mukminin, semoga Allah merahmati kalian. Ketahuilah bahwa hari ini adalah Hari Raya Idul Adha, hari kebahagiaan dan hari pengampunan.”

“Allah menghalalkan makan bagi kalian pada hari ini dan mengharamkan puasa.”

“Jika khatib telah naik mimbar maka dengarkanlah khutbah dengan baik, semoga Allah memberi pahala dan rahmat kepada kalian.”

Seruan ini menjadi pengingat agar jamaah tetap tertib dan tidak meninggalkan tempat sebelum khutbah selesai.

Baca juga: Libur Idul Adha 2026 Bisa 6 Hari, Cek Jadwal Long Weekend hingga 1 Juni!

Bacaan Bilal Sebelum Khutbah Idul Adha

Sebelum khutbah dimulai, bilal biasanya melantunkan sholawat dan doa untuk kaum Muslimin.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

اللَّهُمَّ قَوِّ الْإِسْلَامَ وَالْإِيْمَانَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

وَانْصُرْهُمْ عَلَى مُعَانِدِ الدِّيْنِ، رَبِّ اخْتِمْ لَنَا مِنْكَ بِالْخَيْرِ، وَيَا خَيْرَ النَّاصِرِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Latin:

Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammad.

Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa wa maulaanaa Muhammad.

Allahumma shalli wa sallim ‘alaa sayyidinaa wa maulaanaa Muhammad wa ‘alaa aali sayyidinaa Muhammad.

Allahumma qawwil islaama wal iimaana minal muslimiina wal muslimaat wal mu’miniina wal mu’minaat al-ahyaa-i minhum wal amwaat.

Wanshurhum ‘alaa mu’aanidid diin. Rabbikhtim lanaa minka bil khair wa yaa khairan naashiriin birahmatika yaa arhamar raahimiin.

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.”

“Ya Allah, kuatkan Islam dan iman kaum Muslimin dan Mukminin, baik laki-laki maupun perempuan, yang masih hidup maupun yang telah wafat.”

“Akhirilah hidup kami dengan kebaikan dan limpahkan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Maha Penyayang.”

Mengapa Tidak Ada Adzan dan Iqamah Saat Sholat Id?

Dalam hadis riwayat Shahih Muslim dijelaskan bahwa Rasulullah SAW melaksanakan sholat Id tanpa adzan maupun iqamah.

Oleh karena itu, para ulama sepakat bahwa sholat Id tidak didahului adzan sebagaimana sholat wajib.

Keterangan serupa dijelaskan dalam Fiqih Sunnah bahwa cukup menggunakan seruan untuk mengumpulkan jamaah tanpa lafaz adzan.

Tradisi bilal di Indonesia kemudian berkembang sebagai bentuk pemberitahuan dan pengingat kepada jamaah sebelum khutbah dimulai.

Baca juga: Khutbah Idul Adha 2026 Menyentuh Hati tentang Mengorbankan Ego demi Rida Allah SWT

Sunnah-Sunnah Saat Idul Adha

Selain melaksanakan sholat Id, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak amalan sunnah pada Hari Raya Kurban.

Menurut Majelis Ulama Indonesia, beberapa amalan yang dianjurkan saat Idul Adha antara lain:

  • Memperbanyak takbir, dzikir, dan sholawat
  • Mandi sebelum berangkat sholat Id
  • Mengenakan pakaian terbaik dan memakai wewangian
  • Berjalan kaki menuju tempat sholat jika memungkinkan
  • Mengambil jalan berbeda saat pergi dan pulang
  • Tidak makan sebelum sholat Idul Adha
  • Mempererat silaturahmi dengan keluarga dan tetangga

Dalam Lathaif Al-Ma’arif dijelaskan bahwa hari-hari Idul Adha merupakan momen terbaik memperbanyak zikir dan amal saleh.

Tradisi Bilal Idul Adha di Indonesia

Tradisi bilal saat sholat Id telah lama menjadi bagian dari budaya Islam Nusantara.

Di berbagai daerah, suara bilal yang khas sering menghadirkan suasana haru sekaligus khidmat menjelang khutbah dimulai.

Bagi sebagian jamaah, bacaan bilal bahkan menjadi penanda bahwa Hari Raya Idul Adha benar-benar telah tiba.

Meski lafaznya bisa berbeda di beberapa daerah atau pesantren, inti seruannya tetap sama, yaitu mengajak umat Islam memuliakan hari raya dengan ibadah dan mendengarkan khutbah dengan baik.

Oleh karena itu, memahami bacaan bilal Idul Adha tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membantu umat Islam lebih menghayati makna spiritual di balik pelaksanaan sholat hari raya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Janji Mojtaba Khamenei untuk Balaskan Kematian Ayatollah Ali Khamenei
Janji Mojtaba Khamenei untuk Balaskan Kematian Ayatollah Ali Khamenei
Aktual
Lirik Sholawat Badar Lengkap: Arab, Latin, Arti & Sejarah
Lirik Sholawat Badar Lengkap: Arab, Latin, Arti & Sejarah
Doa Harian
Jelang 100 Tahun Gontor, UNIDA Siapkan Buku “Hadiah Gontor untuk Indonesia”
Jelang 100 Tahun Gontor, UNIDA Siapkan Buku “Hadiah Gontor untuk Indonesia”
Aktual
Jelang Muktamar NU ke-35, KH Zulfa Mustofa Nyatakan Siap Maju Jadi Calon Ketua Umum
Jelang Muktamar NU ke-35, KH Zulfa Mustofa Nyatakan Siap Maju Jadi Calon Ketua Umum
Aktual
Doa Mandi Wajib Pria Keluar Mani (Sengaja/Mimpi) & Tata Cara
Doa Mandi Wajib Pria Keluar Mani (Sengaja/Mimpi) & Tata Cara
Doa Harian
Gus Salam Sambut Penetapan Ponpes Tambakberas sebagai Tuan Rumah Muktamar NU ke-35
Gus Salam Sambut Penetapan Ponpes Tambakberas sebagai Tuan Rumah Muktamar NU ke-35
Aktual
Niat Sholat Tarawih Lengkap: Sendiri, Makmum, Imam (Arab/Latin)
Niat Sholat Tarawih Lengkap: Sendiri, Makmum, Imam (Arab/Latin)
Doa Harian
Ikhfa Artinya Samar: Pengertian, 15 Huruf, Jenis & Contoh
Ikhfa Artinya Samar: Pengertian, 15 Huruf, Jenis & Contoh
Doa Harian
Muktamar NU ke-35 Siapkan Layanan Kesehatan Terpadu, LK PBNU Gandeng RS NU dan Dinkes
Muktamar NU ke-35 Siapkan Layanan Kesehatan Terpadu, LK PBNU Gandeng RS NU dan Dinkes
Aktual
Kisah Umar bin Abdul Aziz, Teladan Pemimpin yang Bisa Memisahkan Fasilitas Negara dan Hak Pribadi
Kisah Umar bin Abdul Aziz, Teladan Pemimpin yang Bisa Memisahkan Fasilitas Negara dan Hak Pribadi
Aktual
Masih Tinggal Serumah, Ini Cara Menjaga Hubungan Harmonis dengan Mertua Menurut Islam
Masih Tinggal Serumah, Ini Cara Menjaga Hubungan Harmonis dengan Mertua Menurut Islam
Aktual
Penyakit Ain dalam Islam: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Cara Mengobatinya Menurut Syariat
Penyakit Ain dalam Islam: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Cara Mengobatinya Menurut Syariat
Aktual
Ketua DPP PK-Tren KH Ilyas Marwal: Hafiz Al-Qur'an Harus Jadi Dokter, Ilmuwan hingga Pemimpin Bangsa
Ketua DPP PK-Tren KH Ilyas Marwal: Hafiz Al-Qur'an Harus Jadi Dokter, Ilmuwan hingga Pemimpin Bangsa
Aktual
7 Surah dan Ayat Al-Quran yang Dianjurkan untuk Dihafal Sebelum Ajal Menjemput
7 Surah dan Ayat Al-Quran yang Dianjurkan untuk Dihafal Sebelum Ajal Menjemput
Aktual
Melayat Khamenei, Delegasi RI Dorong Perdamaian Konflik Iran-AS di Teheran
Melayat Khamenei, Delegasi RI Dorong Perdamaian Konflik Iran-AS di Teheran
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar