Editor
KOMPAS.com-Lailatul Qadar merupakan malam istimewa yang diyakini terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Malam tersebut dikenal sebagai malam penuh keberkahan yang memiliki keutamaan luar biasa dalam ajaran Islam.
Dalam Alquran disebutkan bahwa Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan, sehingga amal ibadah yang dilakukan pada malam itu memiliki nilai pahala yang sangat besar.
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan doa pada malam-malam terakhir Ramadan dengan harapan meraih keutamaan Lailatul Qadar.
Baca juga: Kapan Lailatul Qadar Terjadi? Ini Tanda dan Keutamaannya
Dilansir dari laman MUI, malam Lailatul Qadar dipahami sebagai waktu ketika pahala amal ibadah dilipatgandakan oleh Allah SWT. Ibadah yang dilakukan pada malam tersebut diyakini memiliki nilai yang melebihi ibadah selama puluhan tahun.
Oleh sebab itu, kaum muslimin dianjurkan menghidupkan malam-malam tersebut dengan berbagai bentuk ibadah seperti shalat, membaca Alquran, serta memperbanyak doa.
Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak doa ketika berharap bertemu dengan malam Lailatul Qadar, terutama doa untuk memohon ampunan kepada Allah SWT.
Hal tersebut sebagaimana disebutkan dalam hadis berikut:
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنْ وَافَقْتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ، مَا أَدْعُو بِهِ؟ قَالَ: قُولِي: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Artinya: “Dari Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan, ia pernah bertanya: Wahai Rasulullah, jika aku kedapatan menjumpai Lailatul Qadar, bagaimana doa yang harus kubaca? Rasulullah SAW lalu menjawab: Bacalah ‘Allahumma innaka ’afuwwun karimun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.’” (HR at-Tirmizi)
Hadis tersebut menunjukkan bahwa memohon ampun kepada Allah SWT merupakan salah satu amalan utama pada malam Lailatul Qadar.
Baca juga: Dzikir di 10 Malam Terakhir Ramadhan, Kunci Mendapat Lailatul Qadar
Para ulama menjelaskan bahwa memperbanyak doa pada malam Lailatul Qadar memiliki kedudukan yang sangat istimewa.
Imam Ibn Rajab al-Hanbali (wafat 795 H) dalam kitabnya menerangkan bahwa di antara amalan yang dianjurkan pada malam tersebut adalah berdoa dengan sungguh-sungguh.
Ia juga mengutip pendapat salah seorang ulama tabi’in, Imam Sufyan ats-Tsauri, yang menyatakan bahwa berdoa pada malam Lailatul Qadar lebih ia sukai dibandingkan mendirikan shalat.
وَأَمَّا الْعَمَلُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ، قَالَ سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ: الدُّعَاءُ فِي تِلْكَ اللَّيْلَةِ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ. قَالَ: وَإِذَا كَانَ يَقْرَأُ وَهُوَ يَدْعُو وَيَرْغَبُ إِلَى اللَّهِ فِي الدُّعَاءِ وَالْمَسْأَلَةِ لَعَلَّهُ يُوَافِقُ. انْتَهَى. وَمُرَادُهُ أَنَّ كَثْرَةَ الدُّعَاءِ أَفْضَلُ مِنَ الصَّلَاةِ الَّتِي لَا يُكْثِرُ فِيهَا الدُّعَاءَ، وَإِنْ قَرَأَ وَدَعَا كَانَ حَسَنًا
“Adapun amalan pada malam Lailatul Qadar, Sufyan ats-Tsauri berkata: ‘Berdoa pada malam Lailatul Qadar lebih aku sukai daripada shalat.’ Beliau berkata: ‘Jika seseorang membaca Alquran sambil berdoa dan memohon kepada Allah dengan sungguh-sungguh, maka mudah-mudahan ia mendapatkan keutamaan malam Lailatul Qadar.’ Yang beliau maksud, adalah bahwa memperbanyak doa lebih utama daripada shalat yang di dalamnya tidak banyak doa. Namun jika seseorang membaca Alquran sekaligus berdoa, maka itu sesuatu yang baik.” (Lathaif al-Ma’arif [Beirut: al-Maktab al-Islami], vol. 1, h. 359)
Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus yang dianjurkan untuk dibaca ketika seorang muslim berharap mendapatkan malam Lailatul Qadar.
اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allahumma innaka ’afuwwun karimun tuhibbul ’afwa fa’fu ’anni
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia, Engkau mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Dalam redaksi lain yang diriwayatkan oleh lima imam hadis selain Abu Dawud, doa tersebut juga disebutkan dengan redaksi yang sedikit berbeda:
اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allahumma innaka afuwwun tuhibbul ’afwa fa’fu ’anni
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Engkau mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Tidak ada yang dapat memastikan secara pasti kapan malam Lailatul Qadar terjadi. Namun berdasarkan petunjuk Rasulullah SAW, malam tersebut diyakini berada pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil.
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada periode ‘asyrul awakhir, termasuk membaca doa yang diajarkan Rasulullah SAW tersebut.
Doa Lailatul Qadar mengandung makna permohonan ampun seorang hamba kepada Allah SWT, sekaligus harapan untuk memperoleh rahmat dan kasih sayang-Nya.
Membaca doa tersebut sepanjang bulan Ramadan, khususnya pada sepuluh malam terakhir, diharapkan dapat menjadi jalan untuk meraih keberkahan malam Lailatul Qadar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang