Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Shalat di Hijir Ismail, Ini Doa dan Keutamaan yang Jarang Diketahui

Kompas.com, 29 April 2026, 19:41 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Di antara jutaan langkah jamaah yang mengelilingi Ka’bah, terdapat satu tempat yang kerap menjadi incaran untuk bermunajat lebih dekat kepada Allah SWT, yaitu Hijir Ismail.

Area setengah lingkaran di sisi utara Ka’bah ini bukan sekadar bagian pelengkap, melainkan termasuk bagian dari bangunan Ka’bah itu sendiri.

Karena keutamaannya, banyak jamaah haji dan umrah berusaha melaksanakan shalat sunnah di area ini.

Namun, tak sedikit yang belum memahami doa yang dianjurkan setelah shalat, serta makna spiritual yang terkandung di balik ibadah tersebut.

Baca juga: Doa dan Cara Meraih Haji Mabrur yang diharapkan Seluruh Jemaah Serta Tanda-Tandanya Setelah Kepulangan

Hijir Ismail: Bagian dari Ka’bah yang Istimewa

Hijir Ismail merupakan area yang dibatasi oleh dinding rendah berbentuk setengah lingkaran, dikenal dengan sebutan al-hatim.

Dalam sejarahnya, bagian ini termasuk dalam fondasi asli Ka’bah yang dibangun oleh Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail.

Hal ini ditegaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah binti Abu Bakar. Ia pernah ingin masuk ke dalam Ka’bah untuk melaksanakan shalat, namun Rasulullah bersabda bahwa shalatlah di Hijir Ismail karena tempat tersebut termasuk bagian dari Ka’bah (HR. Tirmidzi dan An-Nasa’i).

Dalam praktiknya, jamaah tidak diperbolehkan melewati area ini saat tawaf. Mereka harus mengelilinginya dari luar, sebagai bentuk penghormatan terhadap keutuhan Ka’bah.

Shalat Sunnah di Hijir Ismail: Ibadah yang Dianjurkan

Melaksanakan shalat sunnah mutlak di Hijir Ismail termasuk amalan yang dianjurkan, meskipun tidak memiliki kaitan langsung dengan tawaf. Artinya, shalat ini dapat dilakukan kapan saja selama tidak berada pada waktu yang dilarang.

Dalam buku Doa dan Dzikir Haji dan Umrah 1447 H/2026 M yang diterbitkan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, disebutkan bahwa shalat di area ini memiliki keutamaan khusus karena posisinya yang secara hukum termasuk bagian dari Ka’bah.

Selain itu, Kementerian Agama Republik Indonesia juga menganjurkan jamaah untuk memperbanyak ibadah di sekitar Hijir Ismail, termasuk shalat sunnah dan doa.

Baca juga: Kumpulan Doa Haji dan Umrah Lengkap: Arab, Latin, Arti Sesuai Sunnah

Doa Setelah Shalat Sunnah Mutlak di Hijir Ismail

Setelah melaksanakan shalat, jamaah dianjurkan untuk memperbanyak doa. Salah satu doa yang dapat dibaca adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّى لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَىَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ
اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْألُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ بِهِ عِبَادُكَ الصَّالِحُوْنَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا اسْتَعَاذَكَ مِنْهُ عِبَادُكَ الصَّالِحُوْنَ

Allāhumma anta rabbī lā ilāha illā anta, khalaqtanī wa anā ‘abduka, wa anā ‘alā ‘ahdika wa wa‘dika mastatha‘tu, a‘ūdzu bika min syarri mā ṣana‘tu, abū’u laka bini‘matika ‘alayya wa abū’u bidzanbī, faghfir lī, fa innahu lā yaghfirudz dzunūba illā anta.
Allāhumma innī as’aluka min khairi mā sa’alaka bihi ‘ibādukaṣ-ṣāliḥūn, wa a‘ūdzu bika min syarri mā ista‘ādzaka minhu ‘ibādukaṣ-ṣāliḥūn.

Artinya: “Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan selain Engkau. Engkau menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berusaha memenuhi janji kepada-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang telah aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau.
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan yang dimohon oleh hamba-hamba-Mu yang saleh, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang mereka berlindung darinya.”

Keutamaan Shalat di Hijir Ismail

Keutamaan utama dari shalat di Hijir Ismail terletak pada statusnya sebagai bagian dari Ka’bah. Dengan kata lain, seseorang yang shalat di dalamnya seakan-akan berada di dalam Ka’bah.

Dalam kitab Fathul Bari, Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa keutamaan tempat dalam ibadah dapat memperkuat kekhusyukan dan nilai spiritual seseorang.

Sementara itu, dalam perspektif tasawuf yang dijelaskan oleh Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin, tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah dan kedekatan dengan Nabi dapat menjadi sarana untuk menghadirkan kesadaran batin yang lebih dalam.

Baca juga: Shalat Safar Haji: Niat, Tata Cara, dan Doa Lengkap Sebelum Berangkat

Antara Doa dan Kedekatan Spiritual

Hijir Ismail bukan hanya ruang fisik, tetapi juga ruang spiritual. Di tempat ini, doa tidak sekadar diucapkan, tetapi dirasakan.

Banyak jamaah yang menggambarkan pengalaman shalat di Hijir Ismail sebagai momen yang sangat personal, seolah jarak antara hamba dan Tuhannya menjadi lebih dekat.

Dalam konteks ini, doa setelah shalat bukan hanya rangkaian kata, tetapi bentuk pengakuan, harapan, dan penyerahan diri.

Menghidupkan Makna di Tengah Keramaian

Di tengah padatnya jamaah di Masjidil Haram, kesempatan untuk shalat di Hijir Ismail memang tidak selalu mudah. Namun, makna yang terkandung di dalamnya tidak terbatas pada lokasi.

Esensi utamanya adalah menghadirkan kekhusyukan, memperbanyak doa, dan menyadari bahwa setiap langkah dalam ibadah haji dan umrah adalah perjalanan mendekatkan diri kepada Allah.

Dan mungkin, di antara lantunan doa yang lirih itu, terselip harapan sederhana, agar setiap dosa diampuni, setiap doa dikabulkan, dan setiap langkah pulang membawa hati yang lebih bersih.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Saudi Tinjau Akomodasi Haji, Tambah 566 Ribu Tempat Tidur
Saudi Tinjau Akomodasi Haji, Tambah 566 Ribu Tempat Tidur
Aktual
12 Kloter Jemaah Haji Indonesia Mulai Masuk Makkah untuk Mengambil Miqat dan Jalani Umrah Wajib
12 Kloter Jemaah Haji Indonesia Mulai Masuk Makkah untuk Mengambil Miqat dan Jalani Umrah Wajib
Aktual
Arab Saudi Berikan Cuti Haji Berbayar hingga 15 Hari bagi Karyawan
Arab Saudi Berikan Cuti Haji Berbayar hingga 15 Hari bagi Karyawan
Aktual
Jabal Magnet Madinah, Fenomena Misterius yang Bikin Penasaran Jemaah Haji dan Umrah
Jabal Magnet Madinah, Fenomena Misterius yang Bikin Penasaran Jemaah Haji dan Umrah
Aktual
Merawat Akar Jam’iyyah: Mengapa PBNU Butuh Representasi Ulama Luar Jawa?
Merawat Akar Jam’iyyah: Mengapa PBNU Butuh Representasi Ulama Luar Jawa?
Aktual
DPR RI Ansari Usul Revisi UU Haji: Cicilan Bipih Lebih Fleksibel
DPR RI Ansari Usul Revisi UU Haji: Cicilan Bipih Lebih Fleksibel
Aktual
Shalat di Hijir Ismail, Ini Doa dan Keutamaan yang Jarang Diketahui
Shalat di Hijir Ismail, Ini Doa dan Keutamaan yang Jarang Diketahui
Doa dan Niat
Masuk Raudhah Gratis, PPIH Ungkap Modus Calo Patok Tarif Rp 5 Juta
Masuk Raudhah Gratis, PPIH Ungkap Modus Calo Patok Tarif Rp 5 Juta
Aktual
Menitipkan Anak di Daycare, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
Menitipkan Anak di Daycare, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
Aktual
Saudi Rilis Discover Makkah, Cek Lokasi Bersejarah di Makkah Jadi Lebih Mudah
Saudi Rilis Discover Makkah, Cek Lokasi Bersejarah di Makkah Jadi Lebih Mudah
Aktual
Rahasia Jendela Masjid Nabawi Tak Pernah Tutup, Bukti Cinta Hafshah kepada Nabi
Rahasia Jendela Masjid Nabawi Tak Pernah Tutup, Bukti Cinta Hafshah kepada Nabi
Aktual
Bus Jemaah Haji Indonesia Kecelakaan di Madinah, Kemenhaj Pastikan Penanganan
Bus Jemaah Haji Indonesia Kecelakaan di Madinah, Kemenhaj Pastikan Penanganan
Aktual
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Mei 2026, Bacaan Niat, dan Keutamaannya
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Mei 2026, Bacaan Niat, dan Keutamaannya
Aktual
Saudi Luncurkan Sekolah Lapangan di Gaza, Selamatkan Nasib 1.000 Siswa
Saudi Luncurkan Sekolah Lapangan di Gaza, Selamatkan Nasib 1.000 Siswa
Aktual
Gowes 123 Km Bangkalan–Jombang, GP Ansor Ajak Anak Muda Telusuri Jejak Ulama
Gowes 123 Km Bangkalan–Jombang, GP Ansor Ajak Anak Muda Telusuri Jejak Ulama
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com