Editor
KOMPAS.com - Setiap orang pasti menghadapi berbagai tantangan, harapan, dan keinginan dalam hidup.
Untuk mencapai tujuan yang diharapkan, umat Islam tidak hanya dianjurkan berikhtiar secara lahiriah, tetapi juga memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Salah satu amalan yang dianjurkan ketika memiliki kebutuhan atau harapan tertentu adalah shalat hajat.
Shalat sunnah ini menjadi sarana bagi seorang Muslim untuk memohon pertolongan, kemudahan, dan keberkahan dalam setiap urusan yang dihadapi.
Baca juga: Shalat Hajat: Panduan Lengkap dari Niat hingga Waktu Terbaik
Shalat hajat dikerjakan sebanyak dua rakaat dengan niat sebagai berikut:
اُصَليْ سُنةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى
Ushollii sunnatal haajati rok’ataini lillaahi ta’aala
Artinya: saya shalat sunnah hajat dua rakaat karena Allah
Baca juga: Doa Setelah Shalat Hajat Lengkap dengan Terjemahannya
Setelah melaksanakan shalat dua rakaat, umat Islam dianjurkan membaca doa berikut:
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، الْحَمْدُ لِللِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لاَ تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَههُ وَلاَ حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلاَّ قَضَيْتَهَا، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Laa illaaha illallaahul-haliimul-kaarim, subhaanallaahi rabbil’arsyil-‘adzim. Al-hamdu lillaahi rabbil-‘aalamiin. As’aluka muujibaati rahmatika wa ‘azaa’ima magfiratika wal -‘ismata min kulli dzambin wal-ganiimata min kulli birrin was-salaamata min kulli istmin, laa tada’ lii dzanban illaa gafartahuu wa laa hamman illaa farrajtahuu wa laa haajatan hiya laka ridlan illaa qadlaitahaa yaa arhamar-raahimiin.
Artinya: “Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Mahapenyantun lagi Mahamulia, Mahasuci Allah Tuhan yang memiliki Arsy yang agung. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Aku memohon kepada-Mu hal-hal yang mendatangkan rahmat-Mu dan hal-hal yang memastikan ampunan-Mu, dan terpelihara dari semua dosa yang menjarah setiap kebaikan dan selamat dari semua dosa. Janganlah Engkau tinggalkan suatu dosa pun bagiku, melainkan Engkau mengampuninya, dan tidak pula kesusahan melainkan Engkau berikan penawar kepadanya dan tidak pula suatu keperluan yang diridhai oleh-Mu melainkan Engkau memastikan buatku, wahai Yang Maha Penyayang diantara para penyayang.”
Setelah membaca doa shalat hajat, Imam an-Nawawi menganjurkan untuk melengkapinya dengan doa memohon kebaikan di dunia dan akhirat.
اللَّهُمَّ آتِنا في الدُّنْيا حَسَنَةً وفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنا عَذَابَ النَّارِ
Allahumma aatina fid-dunya hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaaban-naar
“Ya Allah anugerahkan kebaikan kepadaku baik di dunia maupun di akhirat, dan jagalah aku dari siksa api neraka.”
Anjuran tersebut tercantum dalam kitab al-Adzkar pada pembahasan dzikir dan doa setelah shalat hajat.
Dilansir dari MUI Digital, dalam kitab al-Adzkar karya Imam an-Nawawi (wafat 676 H), dikutip hadits yang diriwayatkan Imam at-Tirmidzi mengenai anjuran melaksanakan shalat hajat bagi seseorang yang memiliki kebutuhan kepada Allah SWT maupun sesama manusia.
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “مَنْ كَانَتْ لَهُ إِلَى اللَّهِ حَاجَةٌ أَوْ إِلَى أَحَدٍ مِنْ بَنِيي آدَمَ، فَلْيَتَوَضَّأْ وَلْيُحْسِنِ الْوُضُوءَ، ثُمَّ لْيُصَلِّ رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ لِيُثْنِ عَلَى اللَّهِ، وَلْيُصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ،…
dari Abdullah bin Abu Aufa dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Seseorang yang memiliki hajat (keinginan) kepada Allah atau kepada manusia, hendaklah dia berwudHu dengan menyempurnakan wudunya, lalu melaksanakan shalat dua rakaat, memuji kepada Allah, membaca shalawat kepada Nabi SAW.” (HR at-Tirmidzi)
Hadits tersebut menjelaskan bahwa seseorang yang memiliki keinginan atau kebutuhan tertentu dianjurkan berwudhu dengan sempurna, kemudian melaksanakan shalat dua rakaat, memuji Allah SWT, dan memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Melalui shalat hajat dan doa-doa yang dipanjatkan setelahnya, seorang Muslim diharapkan dapat semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memohon kemudahan atas berbagai kebutuhan dan harapan yang diinginkan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang