Penulis
KOMPAS.com – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyatakan peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru menjadi salah satu fokus transformasi pendidikan di bawah Kementerian Agama.
Salah satu capaian yang disoroti adalah kenaikan Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan pemberian hak melalui tunjangan profesi guru yang mencapai 700 persen, yang disebut sebagai peningkatan tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Nasaruddin Umar saat memberikan sambutan pada Zikir dan Doa Kebangsaan Tingkat Kenegaraan 1448 H/2026 M di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (1/8/2026).
"Peningkatan kompetensi guru melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan pemberian hak melalui tunjangan profesi guru telah mengalami kenaikan 700 persen, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia," kata Nasaruddin.
Baca juga: Zikir dan Doa Kebangsaan, Menag: Indeks Kesalehan Umat Beragama 84,20 Persen
Menurut Menag, peningkatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam pidatonya, Nasaruddin menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi prioritas pemerintah.
Ia menyebut investasi terbesar bangsa bukan hanya pembangunan fisik, melainkan membangun kualitas manusia melalui pendidikan yang lebih baik.
"Menyongsong Indonesia Emas 2045, investasi terbesar kita adalah membangun manusia," ujarnya.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kementerian Agama mencatat sebanyak 5,1 juta siswa di bawah naungannya telah menerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP).
Selain itu, 289.250 mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan juga memperoleh manfaat Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Menurut Menag, sejumlah putra-putri terbaik Indonesia juga mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke Amerika Serikat, Eropa, hingga Timur Tengah sebagai bagian dari upaya mencetak kader bangsa dan memperkuat moderasi beragama.
Nasaruddin juga memaparkan berbagai langkah transformasi pendidikan yang dilakukan Kementerian Agama.
Di antaranya melalui revitalisasi 556 madrasah atau sekolah keagamaan, pembangunan 352 madrasah, serta pembangunan 34 perguruan tinggi keagamaan negeri.
Di sisi lain, digitalisasi pembelajaran juga terus diperkuat melalui distribusi 2.180 papan interaktif digital ke 551 madrasah di berbagai daerah.
Ia menambahkan, salah satu madrasah unggulan, MAN Insan Cendekia Serpong, kini telah mengimplementasikan kurikulum International Baccalaureate (IB) Diploma Programme sebagai bagian dari transformasi pendidikan menuju standar internasional.
Menag menegaskan seluruh program tersebut merupakan bagian dari kontribusi Kementerian Agama dalam mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya di bidang penguatan kualitas sumber daya manusia.
Meski demikian, ia menegaskan berbagai capaian tersebut bukanlah garis akhir.
"Bagi kami, seluruh capaian itu bukanlah garis akhir, melainkan amanah untuk terus meningkatkan pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara," kata Nasaruddin.
Baca juga: Profil 6 Tokoh Agama yang akan Memimpin Zikir dan Doa Kebangsaan HUT ke-81 RI di Monas
Ia menambahkan bahwa kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, kemajuan teknologi, maupun stabilitas politik.
Menurutnya, Indonesia juga membutuhkan kekuatan doa, keluhuran akhlak, dan kerukunan antarumat sebagai fondasi menuju bangsa yang maju.
"Bangsa yang besar tidak hanya dibangun oleh kekuatan ekonomi, kemajuan teknologi, atau ketangguhan politik. Bangsa yang besar juga dibangun oleh kekuatan doa, keluhuran akhlak, dan kokohnya kerukunan antarsesama," ujar Menag.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang