Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Shalat Hajat: Panduan Lengkap dari Niat hingga Waktu Terbaik

Kompas.com, 28 Januari 2026, 19:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Dalam perjalanan hidup, setiap manusia pasti memiliki hajat—mulai dari urusan rezeki, pendidikan, pekerjaan, hingga persoalan keluarga.

Islam mengajarkan bahwa ikhtiar lahiriah harus selalu dibarengi dengan ikhtiar batin melalui doa dan ibadah.

Salah satu amalan sunnah yang sering dijadikan wasilah untuk mengetuk pintu pertolongan Allah SWT adalah shalat hajat.

Shalat hajat bukan sekadar ritual tambahan, melainkan bentuk komunikasi spiritual yang menegaskan keterbatasan manusia di hadapan Sang Maha Kuasa.

Dengan penuh kerendahan hati, seorang hamba menghadapkan diri kepada Allah, memohon agar setiap urusan dipermudah dan setiap harapan diberi jalan terbaik.

Baca juga: Niat dan Doa Sholat Hajat: Lengkap Teks Arab, Latin, dan Artinya

Makna dan Hakikat Shalat Hajat

Secara bahasa, kata hajat berarti kebutuhan atau keperluan. Dalam istilah fikih, shalat hajat dipahami sebagai shalat sunnah yang dikerjakan untuk memohon kepada Allah SWT agar suatu keperluan atau persoalan diberi jalan keluar.

Dalam buku Penuntun Shalat Sunnah Lengkap karya Saiful Hadi El Sutha dijelaskan bahwa shalat hajat merupakan bentuk penghambaan yang menekankan sikap tawakal, yaitu menyerahkan hasil akhir sepenuhnya kepada Allah setelah berikhtiar secara maksimal.

Prinsip ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:

Wa idzâ sa’alaka ‘ibâdî ‘annî fa innî qarîb. Ujîbu da‘wata ad-dâ‘i idzâ da‘ân.

Artinya: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku.” (QS Al-Baqarah: 186)

Ayat ini menjadi fondasi spiritual bahwa doa dan ibadah, termasuk shalat hajat, bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk kedekatan hamba dengan Tuhannya.

Baca juga: Doa Setelah Shalat Hajat Lengkap dengan Terjemahannya

Hukum Shalat Hajat dan Dasar Hadisnya

Shalat hajat berstatus sunnah, artinya dianjurkan untuk dikerjakan dan bernilai pahala jika dilaksanakan. Landasan pelaksanaannya bersumber dari hadis Rasulullah SAW.

Dari Abdullah bin Abu Aufa RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa memiliki hajat kepada Allah atau kepada sesama manusia, hendaklah ia berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, kemudian shalat dua rakaat…” (HR Tirmidzi).

Hadis ini menunjukkan bahwa shalat dua rakaat dapat menjadi wasilah untuk memohon dikabulkannya suatu kebutuhan.

Bacaan Niat Shalat Hajat

Niat menjadi pembeda utama antara shalat hajat dengan shalat sunnah lainnya. Berikut bacaan niat shalat hajat yang umum digunakan:

اُصَلِّي سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallî sunnatal hājati rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Aku berniat shalat sunnah hajat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Niat ini cukup dihadirkan di dalam hati, namun melafalkannya dapat membantu menghadirkan kekhusyukan.

Tata Cara Shalat Hajat yang Dianjurkan

Secara umum, tata cara shalat hajat sama seperti shalat sunnah dua rakaat. Dalam buku Menjemput Berkah Lewat Shalat Hajat karya Abu Khansa Al-Harits disebutkan bahwa shalat hajat dapat dilakukan minimal dua rakaat dan maksimal dua belas rakaat.

Pelaksanaannya dimulai dengan niat, takbiratul ihram, membaca Al-Fatihah dan surat pilihan, rukuk, i’tidal, sujud, hingga salam.

Sebagian ulama menganjurkan membaca Surah Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Surah Al-Ikhlas pada rakaat kedua sebagai bentuk peneguhan tauhid.

Baca juga: Keutamaan Shalat Hajat Lengkap dengan Tata Cara dan Doanya

Waktu Mustajab untuk Menunaikan Shalat Hajat

Meski shalat hajat dapat dilakukan kapan saja di luar waktu terlarang, terdapat waktu-waktu yang dinilai lebih utama karena peluang terkabulnya doa lebih besar.

Sepertiga malam terakhir menjadi waktu yang paling dianjurkan. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa pada waktu ini Allah SWT “turun” ke langit dunia dan membuka pintu ampunan serta pengabulan doa.

Selain itu, shalat hajat juga dianjurkan dilakukan setelah shalat wajib, terutama setelah Maghrib dan Isya, ketika suasana hati lebih tenang dan fokus dalam berdoa.

Adapun waktu yang sebaiknya dihindari adalah setelah Subuh hingga matahari terbit, saat matahari tepat di tengah langit dan menjelang Maghrib hingga matahari terbenam.

Doa Setelah Shalat Hajat

Setelah salam, dianjurkan memperbanyak istighfar, membaca shalawat, lalu memanjatkan doa. Salah satu doa yang sering dibaca adalah:

Lâ ilâha illallâhul halîmul karîm. Subhânallâhi rabbil ‘arsyil ‘azhîm…

Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Lembut lagi Maha Mulia. Maha Suci Allah, Tuhan pemilik Arsy yang agung… Jangan Engkau tinggalkan satu dosa pun kecuali Engkau ampuni, dan tidak satu kesulitan pun kecuali Engkau beri jalan keluar.”

Doa ini mencerminkan harapan total seorang hamba, bukan hanya untuk dikabulkan hajatnya, tetapi juga untuk disucikan hatinya.

Keutamaan Shalat Hajat dalam Perspektif Ulama

Dalam buku Mahadahsyat Shalat Hajat! karya Syarif Hidayatullah dijelaskan bahwa shalat hajat memiliki dimensi spiritual yang kuat.

Amalan ini membantu menumbuhkan sikap pasrah dan sabar, sekaligus memperkuat keyakinan bahwa Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya.

Selain itu, shalat hajat juga diyakini mampu menghadirkan ketenangan batin. Ketika doa belum dikabulkan, seorang hamba tetap memperoleh ketenteraman karena telah menyerahkan urusannya kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW pun mengingatkan agar tidak tergesa-gesa dalam berdoa. Dalam hadis riwayat Bukhari disebutkan:

“Doa salah seorang di antara kalian akan dikabulkan selama ia tidak tergesa-gesa dengan berkata: Aku sudah berdoa, tetapi belum dikabulkan.”

Pesan ini menegaskan bahwa shalat hajat bukan jaminan instan, melainkan proses spiritual yang membutuhkan kesabaran dan keteguhan iman.

Baca juga: Niat, Bacaan, dan Doa Setelah Shalat Hajat agar Keinginan Terkabul

Shalat Hajat sebagai Pendidikan Jiwa

Lebih dari sekadar sarana memohon sesuatu, shalat hajat sejatinya menjadi pendidikan jiwa. Ia melatih keikhlasan, membangun kesadaran akan keterbatasan diri, serta mengajarkan bahwa hasil terbaik adalah yang Allah tetapkan, bukan semata-mata yang kita inginkan.

Ketika shalat hajat dilakukan dengan hati yang khusyuk, ia bukan hanya membuka pintu pertolongan, tetapi juga membentuk pribadi yang lebih tenang, tawakal, dan optimistis menghadapi kehidupan.

Shalat hajat pada akhirnya bukan soal seberapa besar hajat yang diminta, melainkan seberapa dalam keyakinan seorang hamba kepada Tuhannya.

Dalam setiap sujud, ada harapan. Dalam setiap doa, ada pengakuan bahwa hanya Allah SWT sebaik-baik tempat bergantung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
5 Doa Pendek Nisfu Sya'ban yang Bisa diamalkan Lengkap dengan Artinya
5 Doa Pendek Nisfu Sya'ban yang Bisa diamalkan Lengkap dengan Artinya
Doa dan Niat
Shalat Hajat: Panduan Lengkap dari Niat hingga Waktu Terbaik
Shalat Hajat: Panduan Lengkap dari Niat hingga Waktu Terbaik
Doa dan Niat
5 Ayat Ramadhan dalam Al Quran: Makna, Hikmah, dan Pesan Spiritualnya
5 Ayat Ramadhan dalam Al Quran: Makna, Hikmah, dan Pesan Spiritualnya
Doa dan Niat
Rahasia Doa Sapu Jagat, Minta Dunia dan Akhirat Sekaligus
Rahasia Doa Sapu Jagat, Minta Dunia dan Akhirat Sekaligus
Doa dan Niat
Libur Awal Puasa 2026 Anak Sekolah, Silakan Cek Jadwalnya
Libur Awal Puasa 2026 Anak Sekolah, Silakan Cek Jadwalnya
Aktual
Sholat Sunnah Rawatib: Pengertian, Niat, Waktu Pelaksanaan, dan Keutamaannya
Sholat Sunnah Rawatib: Pengertian, Niat, Waktu Pelaksanaan, dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Kemenag Ajukan ABT Rp 5,87 Triliun untuk Tunjangan Profesi Guru dan Dosen 2026, Cair Mulai Maret
Kemenag Ajukan ABT Rp 5,87 Triliun untuk Tunjangan Profesi Guru dan Dosen 2026, Cair Mulai Maret
Aktual
Berapa Hari Lagi Puasa 2026? Ini Hitungan Mundur dan Jadwalnya
Berapa Hari Lagi Puasa 2026? Ini Hitungan Mundur dan Jadwalnya
Aktual
3 Doa Berbuka Puasa dan Adabnya, Ini Rahasia Waktu Mustajab
3 Doa Berbuka Puasa dan Adabnya, Ini Rahasia Waktu Mustajab
Aktual
Shalat Taubat: Niat, Doa, dan Cara Ampuh Menghapus Dosa
Shalat Taubat: Niat, Doa, dan Cara Ampuh Menghapus Dosa
Doa dan Niat
Sejarah Ngabuburit di Indonesia: Dari Istilah Sunda Menjadi Tradisi Nusantara di Bulan Puasa
Sejarah Ngabuburit di Indonesia: Dari Istilah Sunda Menjadi Tradisi Nusantara di Bulan Puasa
Aktual
Berapa Hari Lagi Puasa Ramadhan 2026? Prediksi Awal dan Tips Persiapannya
Berapa Hari Lagi Puasa Ramadhan 2026? Prediksi Awal dan Tips Persiapannya
Aktual
Doa Pagi Hari: Amalan Sunnah Agar Hari Penuh Berkah dan Rezeki
Doa Pagi Hari: Amalan Sunnah Agar Hari Penuh Berkah dan Rezeki
Doa dan Niat
Nifas dalam Islam: Pengertian, Dalil, Hukum, dan Ketentuannya bagi Muslimah
Nifas dalam Islam: Pengertian, Dalil, Hukum, dan Ketentuannya bagi Muslimah
Doa dan Niat
Mudik Lebaran 2026 Ciptakan Silaturahmi Aman dan Nyaman
Mudik Lebaran 2026 Ciptakan Silaturahmi Aman dan Nyaman
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com