Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rahasia Doa Sapu Jagat, Minta Dunia dan Akhirat Sekaligus

Kompas.com, 28 Januari 2026, 18:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Di tengah kesibukan hidup modern, banyak umat Islam mencari doa yang sederhana, mudah dihafal, tetapi memiliki makna yang luas.

Di antara doa yang paling sering dilantunkan lintas generasi adalah doa yang dikenal sebagai doa sapu jagat.

Meski hanya terdiri dari satu ayat pendek, doa ini menyimpan kandungan spiritual yang sangat dalam karena merangkum seluruh kebutuhan manusia, kebaikan dunia, keselamatan akhirat, dan perlindungan dari siksa neraka.

Keistimewaan doa sapu jagat bukan sekadar popularitasnya di lisan umat, tetapi juga karena doa ini bersumber langsung dari Alquran dan menjadi doa yang paling sering dipanjatkan Rasulullah SAW dalam keseharian beliau.

Baca juga: Larangan Merusak Alam dalam Islam: 14 Ayat Alquran dan Fatwa MUI

Asal-usul Doa Sapu Jagat dalam Alquran

Doa sapu jagat berasal dari Surat Al-Baqarah ayat 201. Ayat ini turun dalam konteks tuntunan doa yang diajarkan Allah kepada manusia, khususnya saat beribadah dan memohon kebaikan hidup.

Allah SWT berfirman:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanā ātinā fid dunyā hasanah, wa fil ākhirati hasanah, wa qinā ‘adzāban nār.

Artinya: “Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka.” (QS Al-Baqarah: 201)

Menurut Prof Quraish Shihab dalam buku Tafsir Al-Mishbah (Lentera Hati), ayat ini disebut sebagai doa paling komprehensif karena mencakup keseimbangan antara kebutuhan materi, spiritual, dan keselamatan akhirat.

Ia menegaskan bahwa Islam tidak memisahkan urusan dunia dan akhirat, tetapi memadukannya dalam satu orientasi hidup yang utuh.

Baca juga: Bacaan Doa Sapu Jagat Lengkap dengan Arti dan Maknanya

Doa Favorit Rasulullah SAW

Keistimewaan doa sapu jagat semakin kuat karena menjadi doa yang paling sering dibaca Rasulullah SAW. Hal ini diriwayatkan oleh sahabat Anas bin Malik:

عن أنس قال كان أكثر دعاء النبي صلى الله عليه وسلم اللهم ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار

Artinya: “Dari Anas, ia berkata: Doa yang paling sering dibaca Rasulullah SAW adalah: ‘Ya Allah, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari siksa neraka.’” (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam buku Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi dijelaskan bahwa kebiasaan Rasulullah mengulang doa ini menunjukkan nilai universalnya.

Doa ini tidak terbatas pada situasi tertentu, melainkan relevan untuk seluruh kondisi kehidupan manusia.

Makna Mendalam di Balik Kata “Hasanah”

Kata “hasanah” dalam ayat ini sering diterjemahkan sebagai “kebaikan”. Namun para ulama tafsir menjelaskan bahwa maknanya jauh lebih luas.

Imam Al-Qurthubi dalam kitab Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an menyebut bahwa hasanah di dunia mencakup kesehatan, keamanan, rezeki halal, ilmu bermanfaat, keluarga harmonis, dan ketenangan jiwa. Sementara hasanah di akhirat meliputi ampunan dosa, kemudahan hisab, dan masuk surga.

Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur’an al-Azhim menambahkan bahwa doa ini mencerminkan permohonan hidup ideal seorang Muslim, seimbang antara keberhasilan duniawi dan keselamatan ukhrawi, tanpa mengorbankan salah satunya.

Baca juga: Doa Nabi Daud untuk Cinta Allah dan Hati yang Tenang

Dimensi Kesehatan Mental dan Sosial dalam Doa Sapu Jagat

Menariknya, doa sapu jagat juga relevan dengan isu kesehatan mental modern. Permohonan “hasanah di dunia” tidak hanya bermakna materi, tetapi juga mencakup ketenangan batin, stabilitas emosi, dan kedamaian psikologis.

Dalam perspektif psikologi Islam yang dijelaskan oleh Malik Badri dalam buku Contemplation: An Islamic Psychospiritual Study, doa yang memadukan harapan dunia dan akhirat mampu menumbuhkan optimisme, mengurangi kecemasan, dan memperkuat rasa tawakal. Dengan kata lain, doa sapu jagat bukan hanya ibadah verbal, tetapi juga terapi spiritual.

Mengapa Disebut Doa Sapu Jagat?

Istilah “sapu jagat” bukan berasal dari Alquran atau hadis, melainkan istilah populer di masyarakat Nusantara.

Maknanya merujuk pada cakupan doa yang “menyapu” seluruh kebutuhan hidup: fisik, mental, sosial, dan spiritual.

Dalam tradisi dakwah klasik, para ulama sering menyebut doa ini sebagai jawami’ul kalim, yaitu doa singkat dengan kandungan makna yang sangat luas. Inilah yang membuatnya diajarkan sejak dini kepada anak-anak hingga orang tua.

Baca juga: Keutamaan Doa Nabi Yunus di Malam Nisfu Syaban, Ini Rahasianya

Waktu Mustajab untuk Mengamalkan Doa Sapu Jagat

Secara syariat, doa ini dapat dibaca kapan saja. Namun terdapat beberapa waktu yang dianjurkan karena peluang dikabulkannya lebih besar.

Di antaranya setelah shalat wajib, terutama seusai shalat Subuh dan Maghrib, pada sepertiga malam terakhir saat tahajud, setelah azan, di antara khutbah dan shalat Jumat, serta pada malam Lailatul Qadar.

Dalam buku Fadhailul A’mal karya Maulana Zakariyya Al-Kandahlawi disebutkan bahwa konsistensi membaca doa-doa Qurani setelah shalat dapat memperkuat hubungan spiritual seorang hamba dengan Allah SWT.

Doa Pendek, Dampak Panjang

Doa sapu jagat mengajarkan satu prinsip penting dalam Islam: hidup tidak boleh terjebak pada urusan dunia semata, tetapi juga tidak mengabaikan realitas kehidupan dunia.

Doa ini membentuk kesadaran bahwa keberhasilan sejati adalah saat dunia menjadi jalan menuju akhirat.

Dengan melafalkan doa ini secara rutin, seorang Muslim dilatih untuk selalu menyeimbangkan usaha lahiriah dan ketundukan batiniah.

Di situlah kekuatan doa sapu jagat bekerja bukan hanya di lisan, tetapi di pola pikir dan cara menjalani hidup.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
5 Doa Pendek Nisfu Sya'ban yang Bisa diamalkan Lengkap dengan Artinya
5 Doa Pendek Nisfu Sya'ban yang Bisa diamalkan Lengkap dengan Artinya
Doa dan Niat
Shalat Hajat: Panduan Lengkap dari Niat hingga Waktu Terbaik
Shalat Hajat: Panduan Lengkap dari Niat hingga Waktu Terbaik
Doa dan Niat
5 Ayat Ramadhan dalam Al Quran: Makna, Hikmah, dan Pesan Spiritualnya
5 Ayat Ramadhan dalam Al Quran: Makna, Hikmah, dan Pesan Spiritualnya
Doa dan Niat
Rahasia Doa Sapu Jagat, Minta Dunia dan Akhirat Sekaligus
Rahasia Doa Sapu Jagat, Minta Dunia dan Akhirat Sekaligus
Doa dan Niat
Libur Awal Puasa 2026 Anak Sekolah, Silakan Cek Jadwalnya
Libur Awal Puasa 2026 Anak Sekolah, Silakan Cek Jadwalnya
Aktual
Sholat Sunnah Rawatib: Pengertian, Niat, Waktu Pelaksanaan, dan Keutamaannya
Sholat Sunnah Rawatib: Pengertian, Niat, Waktu Pelaksanaan, dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Kemenag Ajukan ABT Rp 5,87 Triliun untuk Tunjangan Profesi Guru dan Dosen 2026, Cair Mulai Maret
Kemenag Ajukan ABT Rp 5,87 Triliun untuk Tunjangan Profesi Guru dan Dosen 2026, Cair Mulai Maret
Aktual
Berapa Hari Lagi Puasa 2026? Ini Hitungan Mundur dan Jadwalnya
Berapa Hari Lagi Puasa 2026? Ini Hitungan Mundur dan Jadwalnya
Aktual
3 Doa Berbuka Puasa dan Adabnya, Ini Rahasia Waktu Mustajab
3 Doa Berbuka Puasa dan Adabnya, Ini Rahasia Waktu Mustajab
Aktual
Shalat Taubat: Niat, Doa, dan Cara Ampuh Menghapus Dosa
Shalat Taubat: Niat, Doa, dan Cara Ampuh Menghapus Dosa
Doa dan Niat
Sejarah Ngabuburit di Indonesia: Dari Istilah Sunda Menjadi Tradisi Nusantara di Bulan Puasa
Sejarah Ngabuburit di Indonesia: Dari Istilah Sunda Menjadi Tradisi Nusantara di Bulan Puasa
Aktual
Berapa Hari Lagi Puasa Ramadhan 2026? Prediksi Awal dan Tips Persiapannya
Berapa Hari Lagi Puasa Ramadhan 2026? Prediksi Awal dan Tips Persiapannya
Aktual
Doa Pagi Hari: Amalan Sunnah Agar Hari Penuh Berkah dan Rezeki
Doa Pagi Hari: Amalan Sunnah Agar Hari Penuh Berkah dan Rezeki
Doa dan Niat
Nifas dalam Islam: Pengertian, Dalil, Hukum, dan Ketentuannya bagi Muslimah
Nifas dalam Islam: Pengertian, Dalil, Hukum, dan Ketentuannya bagi Muslimah
Doa dan Niat
Mudik Lebaran 2026 Ciptakan Silaturahmi Aman dan Nyaman
Mudik Lebaran 2026 Ciptakan Silaturahmi Aman dan Nyaman
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com