KOMPAS.com - Dalam perjalanan hidup, manusia tidak pernah lepas dari salah dan khilaf. Islam sebagai agama rahmat tidak menutup pintu pengampunan bagi siapa pun yang ingin kembali kepada Allah SWT dengan hati yang tulus.
Salah satu amalan sunnah yang dianjurkan ketika seorang Muslim menyesali dosanya adalah shalat taubat.
Ibadah ini bukan sekadar ritual dua rakaat, melainkan simbol kesungguhan seorang hamba untuk memperbaiki diri dan menata ulang hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.
Baca juga: 7 Doa Taubat dalam Al Quran: Arab, Latin, dan Artinya
Secara bahasa, taubat berarti kembali. Dalam konteks syariat, taubat dimaknai sebagai kembali kepada ketaatan setelah terjerumus dalam kemaksiatan.
Dikutip dari buku Ihya’ Ulumiddin karya Imam Al-Ghazali, taubat adalah pintu awal perjalanan ruhani seorang hamba menuju kesucian hati dan kedekatan dengan Allah SWT.
Menurut Al-Ghazali, taubat sejati bukan hanya ucapan istighfar, tetapi disertai penyesalan mendalam, meninggalkan dosa, dan tekad kuat untuk tidak mengulanginya.
Shalat taubat menjadi salah satu bentuk nyata dari proses tersebut. Dalam buku Tuntunan Shalat Sunnah Lengkap karya Saiful Hadi El Sutha dijelaskan bahwa shalat taubat merupakan shalat sunnah dua rakaat yang dilakukan dengan niat memohon ampunan kepada Allah SWT atas dosa yang telah dilakukan.
Baca juga: Bacaan Dzikir dan Doa Setelah Sholat Taubat Lengkap dengan Artinya
Anjuran untuk bertaubat ditegaskan langsung dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا
Yā ayyuhalladzīna āmanū tūbū ilallāhi taubatan nashūḥā
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.” (QS. At-Tahrim [66]: 8)
Selain itu, Rasulullah SAW juga menganjurkan shalat taubat sebagaimana diriwayatkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi.
Dalam hadis tersebut disebutkan bahwa siapa pun yang melakukan dosa, lalu berwudhu dengan sempurna, melaksanakan shalat dua rakaat, dan memohon ampun kepada Allah, maka Allah akan mengampuninya.
Baca juga: Tata Cara Sholat Taubat Zina Dua Rakaat dan Doa Lengkapnya Sesuai Sunnah
Niat merupakan fondasi setiap ibadah. Dalam shalat taubat, niat dilakukan di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram.
Adapun lafaz niat yang umum digunakan sebagaimana dikutip dalam Panduan Shalat Sunnah karya Saiful Hadi El Sutha adalah:
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallī sunnatat-taubati rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku niat shalat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Secara teknis, shalat taubat dikerjakan seperti shalat sunnah dua rakaat pada umumnya.
Yang membedakan shalat taubat dengan shalat sunnah lainnya terletak pada kekhusyukan niat dan doa yang dipanjatkan setelah shalat.
Seorang hamba dianjurkan menghadirkan penyesalan, rasa takut, sekaligus harapan akan rahmat Allah SWT.
Baca juga: Panduan Lengkap Shalat Taubat Disertai dengan Tata Cara dan Doanya
Salah satu doa yang dianjurkan dibaca setelah shalat taubat adalah Sayyidul Istighfar, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis sahih. Bacaan doanya sebagai berikut:
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلٰى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ
Allahumma anta rabbī lā ilāha illā anta, khalaqtanī wa anā ‘abduka, wa anā ‘alā ‘ahdika wa wa‘dika mastatha‘tu, a‘ūdzu bika min syarri mā shana‘tu, abū’u laka bini‘matika ‘alayya, wa abū’u bidzanbī faghfir lī, fa innahū lā yaghfirudz dzunūba illā anta.
Artinya: “Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku, karena tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.”
Para ulama fiqih sepakat bahwa taubat tidak cukup hanya dengan ucapan. Dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi dijelaskan bahwa taubat yang sah memiliki empat syarat utama.
Tanpa memenuhi empat syarat ini, taubat berpotensi hanya menjadi rutinitas lisan tanpa perubahan perilaku.
Shalat taubat tidak hanya berdampak pada penghapusan dosa, tetapi juga berpengaruh besar terhadap kondisi batin seorang Muslim.
Dalam buku Membuka Kunci Rahasia Ilahi karya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani disebutkan bahwa taubat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan membersihkan hati, melembutkan jiwa, dan membuka pintu keberkahan hidup.
Selain itu, shalat taubat melatih kejujuran diri. Seorang hamba diajak untuk mengakui kelemahan dan keterbatasannya di hadapan Allah SWT.
Dari sinilah lahir sikap rendah hati, sabar, dan kesadaran untuk terus memperbaiki kualitas iman.
Baca juga: Tata Cara Taubat dari Zina, Jangan Sampai Terlaknat Dunia Akhirat
Tidak ada waktu khusus yang membatasi pelaksanaan shalat taubat, kecuali pada waktu-waktu yang diharamkan untuk shalat.
Namun, para ulama menganjurkan agar taubat dilakukan sesegera mungkin setelah menyadari kesalahan.
Semakin cepat seorang hamba kembali kepada Allah, semakin besar peluang mendapatkan ampunan dan ketenangan batin.
Shalat taubat sejatinya bukan hanya ritual sesaat, tetapi pintu awal menuju perubahan hidup. Dari sajadah itulah seorang Muslim memulai lembaran baru, meninggalkan masa lalu yang kelam dan melangkah menuju masa depan yang lebih bersih, lebih jujur, dan lebih dekat dengan Allah SWT.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang