Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jelang Ramadhan, Polda Metro Jaya Gelar Operasi Pekat Jaya 2026

Kompas.com, 28 Januari 2026, 12:27 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Polda Metro Jaya menggelar Operasi Pekat Jaya 2026 untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah DKI Jakarta tetap aman dan kondusif.

Apel gelar pasukan dipimpin langsung oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri di Lapangan Ditlantas Polda Metro Jaya, Rabu (28/1/2026).

Dalam arahannya, Asep menegaskan bahwa operasi ini bertujuan memberikan jaminan rasa aman agar masyarakat bisa menjalankan aktivitas harian dan ibadah Ramadhan dengan tertib, nyaman, dan khusyuk.

Baca juga: Hitung Mundur Puasa 2026: Segera Qadha Sebelum Terlambat

“Tujuan utama Operasi Pekat Jaya 2026 adalah menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, sehingga masyarakat dapat menjalankan kegiatan sehari-hari serta ibadah di bulan suci Ramadhan dengan tertib,” ujar Asep.

Menurutnya, menjelang Ramadhan, potensi gangguan kamtibmas cenderung meningkat. Bentuknya beragam, mulai dari tawuran, keributan geng motor, premanisme, hingga berbagai kejahatan jalanan lainnya.

Kondisi ini kerap dipicu oleh konsumsi minuman keras, penyalahgunaan obat terlarang, provokasi melalui media sosial, serta tekanan sosial ekonomi yang meningkat menjelang Ramadhan.

Asep menilai situasi tersebut tidak bisa ditoleransi karena berpotensi menimbulkan korban jiwa, kerusakan fasilitas umum, serta menurunkan rasa aman di tengah masyarakat.

Karena itu, langkah tegas, terukur, dan terpadu dinilai perlu untuk menjaga stabilitas kamtibmas.

Melalui operasi ini, Polri akan melakukan penegakan hukum secara tegas terhadap berbagai bentuk kekerasan jalanan dan tindak pidana yang meresahkan warga.

Meski mengedepankan penindakan, Kapolda menekankan bahwa seluruh personel tetap harus bertugas secara profesional, proporsional, sesuai prosedur, dan menjunjung tinggi penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Baca juga: Hitung Mundur Ramadhan 2026: Kapan Puasa Dimulai, Tanggal dan Fakta Penting Bulan Puasa Tahun Ini & Tahun Sebelumnya

Selain penindakan, pendekatan preventif dan preemtif juga menjadi fokus operasi. Patroli kewilayahan, deteksi dini, pembinaan masyarakat, serta pendekatan kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat akan diperkuat untuk mencegah potensi gangguan sejak awal.

Sebanyak 675 personel dilibatkan dalam Operasi Pekat Jaya 2026. Mereka diinstruksikan memahami karakteristik wilayah tugas, meningkatkan kewaspadaan, serta responsif terhadap setiap perkembangan situasi di lapangan.

Dengan langkah ini, Polda Metro Jaya berharap suasana Jakarta menjelang dan selama Ramadhan tetap aman, sehingga masyarakat dapat beribadah dengan tenang tanpa gangguan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com