Editor
KOMPAS.com - Kekeringan yang memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah titik di Kabupaten Aceh Barat mendorong pemerintah daerah dan masyarakat melakukan ikhtiar spiritual.
Shalat istisqa digelar di halaman Masjid Agung Baitul Makmur, Meulaboh, sebagai doa bersama memohon turunnya hujan yang membawa keberkahan.
Wakil Bupati Aceh Barat Said Fadheil menegaskan, shalat istisqa bukan sekadar permohonan hujan, tetapi juga momentum memperkuat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Baca juga: Pesantren Darul Mukhlisin di Aceh Tamiang Kini Bersih dari Kayu Gelondongan
“Kita tidak hanya memanjatkan doa agar Allah SWT menurunkan hujan, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta meningkatkan iman dan takwa,” ujarnya di Meulaboh, Rabu (28/1/2026).
Selama dua pekan terakhir, Aceh Barat menghadapi ujian berat berupa karhutla yang meluas di beberapa lokasi.
Data sementara mencatat sekitar 19 hektare lahan terdampak kebakaran. Asap yang ditimbulkan bahkan sempat mengganggu aktivitas warga, termasuk kegiatan belajar mengajar di salah satu sekolah yang terpaksa diliburkan.
Di lapangan, BPBD Aceh bersama instansi terkait terus berjibaku memadamkan api. Hingga Rabu (28/1/2026), lebih dari 14 hektare lahan yang terbakar berhasil dipadamkan, meski sejumlah titik api masih terus ditangani agar tidak meluas.
Menurut Said Fadheil, upaya fisik pemadaman harus diiringi kesadaran kolektif masyarakat untuk mencegah kebakaran baru.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengimbau warga tidak membuka lahan dengan cara membakar serta tidak membuang puntung rokok sembarangan yang berpotensi memicu api di musim kering.
Shalat istisqa yang diikuti masyarakat ini menjadi simbol bahwa penanganan bencana tidak hanya mengandalkan kerja teknis, tetapi juga menguatkan sisi spiritual dan solidaritas sosial.
Di tengah asap yang menyelimuti sebagian wilayah, warga berkumpul memohon hujan, berharap langit segera menurunkan rahmat-Nya untuk memadamkan api yang tersisa.
Baca juga: Jelang Ramadhan, Kemenag Pastikan Layanan Ibadah Warga Aceh Pulih
Pemerintah berharap, selain hujan segera turun, kesadaran warga untuk menjaga lingkungan semakin meningkat. Sebab, karhutla bukan hanya persoalan cuaca, tetapi juga perilaku manusia terhadap alam.
Ikhtiar doa dan kerja keras di lapangan kini berjalan beriringan di Aceh Barat—sebuah upaya bersama agar bencana segera berlalu dan aktivitas masyarakat kembali normal.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang