Penulis
KOMPAS.com - Kemerdekaan Indonesia yang dirasakan hingga hari ini tidak terlepas dari perjuangan dan pengorbanan para pahlawan. Tidak sedikit dari mereka yang mengorbankan jiwa dan raga agar generasi berikutnya dapat hidup sebagai bangsa yang merdeka.
Mengenang jasa para pahlawan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Selain mengikuti upacara, berziarah ke taman makam pahlawan, dan mempelajari sejarah perjuangan bangsa, masyarakat juga dapat memanjatkan doa para pahlawan.
Bagi umat Islam, mendoakan orang yang telah meninggal merupakan bagian dari ajaran agama. Dalam tuntunan shalat jenazah yang diterbitkan Kementerian Agama RI, misalnya, terdapat doa yang berisi permohonan agar Allah memberikan ampunan, rahmat, keselamatan, dan maaf kepada orang yang telah meninggal.
Baca juga: 5 Contoh Pidato Islami HUT Kemerdekaan RI 2026, Singkat dan Penuh Makna
Salah satu doa yang dapat dipanjatkan untuk para pahlawan Muslim adalah permohonan ampunan dan rahmat Allah bagi mereka yang telah mendahului kita.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ
Latin:
*Allahummaghfir lahum warhamhum wa 'afihim wa'fu 'anhum.*
Artinya:
“Ya Allah, ampunilah mereka, rahmatilah mereka, berikanlah keselamatan kepada mereka, dan maafkanlah mereka.”
Doa tersebut menggunakan bentuk jamak sehingga dapat dipanjatkan untuk para pahlawan Muslim yang telah wafat.
Substansi doa itu sejalan dengan tuntunan doa jenazah Kementerian Agama yang memuat permohonan agar Allah mengampuni, merahmati, memberikan keselamatan, serta memaafkan orang yang telah meninggal.
Selain doa tersebut, umat Islam dapat membaca doa yang bersumber dari Al-Qur'an, salah satunya Surah Al-Hasyr ayat 10. Ayat ini berisi permohonan ampun bagi diri sendiri dan orang-orang beriman yang telah mendahului.
Bacaan Surah Al-Hasyr Ayat 10
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
Latin:
Rabbana-ghfir lana wa li ikhwaninalladzina sabaquna bil-imani wa la taj'al fi qulubina ghillan lilladzina amanu rabbana innaka ra'ufur rahim.
Artinya:
“Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu daripada kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh, Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang.”
Ayat tersebut dapat menjadi salah satu doa yang dibaca ketika mengenang para pahlawan Muslim yang telah wafat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang