Editor
KOMPAS.com - Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu amalan yang memiliki kedudukan penting dalam Islam.
Selain menjadi bagian wajib dalam tasyahud akhir saat shalat, shalawat juga dianjurkan untuk dibaca di luar shalat sebagai amalan sunnah.
Berbagai hadits Rasulullah SAW menjelaskan besarnya keutamaan bagi umat Islam yang memperbanyak membaca shalawat.
Baca juga: Lirik Mahalul Qiyam Lengkap: Arab, Latin dan Artinya
Dalam Islam, hukum membaca shalawat terbagi menjadi dua. Shalawat menjadi bacaan wajib ketika dilafalkan dalam tasyahud akhir shalat, sedangkan di luar shalat hukumnya sunah dan sangat dianjurkan untuk diamalkan.
Anjuran memperbanyak shalawat bukan hanya sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi salah satu ibadah yang mendatangkan pahala dan keberkahan bagi setiap Muslim.
Baca juga: Bacaan Wirid Harian Setelah Sholat Fardhu: Arab, Latin dan Artinya
Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak membaca shalawat. Salah satu hadis yang menjelaskan keutamaan tersebut berbunyi:
مَن صلَّى علَيَّ صَلاةً واحِدةً صلَّى اللهُ عليه عَشْرَ صَلواتٍ، وحُطَّتْ عنه عَشْرُ خَطيئاتٍ، ورُفِعَتْ له عَشْرُ دَرَجاتٍ
Artinya: "Barang siapa yang bershalawat kepadaku satu kali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali, dihapus darinya sepuluh dosa, dan ditinggikan baginya sepuluh derajat."
Hadis lain juga menegaskan besarnya pahala membaca shalawat.
عَنْ عَبْدِاللهِ بْنِ عَمْرٍو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا اَنَّهُ سَمِعَ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا رواه مسلم.
Artinya: "Barang siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali." (HR Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa'i)
Kedua hadis tersebut menunjukkan bahwa membaca shalawat merupakan amalan yang memiliki pahala besar di sisi Allah SWT.
Setiap satu kali shalawat yang dibaca akan dibalas dengan sepuluh rahmat dari Allah, dihapuskan sepuluh dosa, dan diangkat sepuluh derajat bagi orang yang mengamalkannya.
Karena itu, memperbanyak shalawat menjadi salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Amalan ini juga dapat menjadi pengingat agar umat Islam senantiasa meneladani akhlak dan ajaran Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Terdapat berbagai redaksi shalawat yang diriwayatkan dalam kitab-kitab hadis. Salah satu bacaan shalawat yang memiliki dasar sahih adalah shalawat Ibrahimiyah yang dibaca dalam tasyahud shalat.
اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
Latin: Allāhumma shalli 'alā Muhammadin wa 'alā āli Muhammad, kamā shallaita 'alā Ibrāhīma wa 'alā āli Ibrāhīm, wa bārik 'alā Muhammadin wa 'alā āli Muhammad, kamā bārakta 'alā Ibrāhīma wa 'alā āli Ibrāhīm, innaka hamīdum majīd.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah melimpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Limpahkanlah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia."
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang