KOMPAS.com - Kementerian Agama (Kemenag) terus memperkuat pemulihan layanan keagamaan bagi masyarakat terdampak banjir di sejumlah wilayah Provinsi Aceh menjelang bulan suci Ramadan.
Upaya ini dilakukan dengan menyalurkan bantuan perlengkapan ibadah, dukungan dana untuk rumah ibadah, hingga pendampingan spiritual bagi warga yang masih berada dalam situasi darurat.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag, Abu Rokhmad, turun langsung ke sejumlah titik terdampak di Aceh Utara, Pidie Jaya, dan Bireuen, Selasa (13/1/2026).
Baca juga: Kalender Ramadhan 2026: Tanggal Puasa Versi Muhammadiyah dan Pemerintah 1447 H
Ia menegaskan, pemulihan pascabencana tidak hanya menyasar aspek fisik, tetapi juga harus menyentuh dimensi spiritual masyarakat.
“Penanganan pascabencana harus menyentuh aspek fisik dan spiritual secara simultan. Masjid, KUA, madrasah dan ruang-ruang keagamaan lainnya perlu segera dipulihkan agar tetap berfungsi sebagai pusat layanan umat, terlebih menjelang Ramadan,” ujar Abu Rokhmad, dikutip dari keterangan tertulis Kemenag.
Baca juga: Menag: Fasilitas Pendidikan Kemenag di Aceh Mulai Dibangun Kembali pada 2026
Di Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Kemenag menyalurkan bantuan berupa Al-Qur’an, sarung, mukena, sajadah, tikar dan ambal di empat desa terdampak parah, yaitu Desa Riseh Tunong, Riseh Teungoh, Riseh Baroh, dan Paya Rabo Lhok.
Bantuan ini diharapkan membantu warga tetap dapat beribadah dengan layak meski berada dalam kondisi terbatas.
Selain itu, Kemenag juga menyalurkan bantuan dana masing-masing sebesar Rp50 juta untuk Masjid Assa’adah di Desa Paya Rabo Lhok dan Masjid Baitut Taqwa di Desa Riseh Tunong guna mendukung pemulihan sarana ibadah.
“Di saat-saat seperti ini, masyarakat membutuhkan ketenangan dan penguatan. Layanan keagamaan tidak boleh terhenti karena ini bagian dari pelayanan dasar yang harus kita jaga bersama,” kata Abu Rokhmad.
Dalam kunjungan tersebut, Dirjen Bimas Islam juga meninjau posko kemanusiaan, Kantor Urusan Agama (KUA), dan sejumlah madrasah.
Ia berdialog langsung dengan warga, penyuluh agama, tokoh masyarakat, serta relawan untuk memetakan kebutuhan mendesak dan memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran.
Baca juga: Mengapa Awal Ramadhan 2026 Berpotensi Berbeda? Ini Penjelasan Kemenag dan BRIN
Upaya pemulihan ini melibatkan kolaborasi lintas lembaga, antara lain Kantor Wilayah Kemenag Aceh, BAZNAS, lembaga amil zakat nasional, unsur zakat dan wakaf, organisasi kemasyarakatan Islam, penyuluh agama, hingga perguruan tinggi seperti UIN Ar-Raniry.
Di Pidie Jaya, tim Kemenag meninjau posko BAZNAS yang menyediakan fasilitas MCK darurat dan air bersih, serta madrasah yang terdampak banjir.
Di lokasi lain, Kemenag bersama LAZ ASAR mendukung dapur umum yang melayani ratusan kepala keluarga, kegiatan gotong royong warga, serta pembersihan area masjid dengan bantuan alat berat.
Abu Rokhmad juga memastikan proses belajar mengajar di madrasah tetap berjalan. Salah satunya di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Pidie Jaya yang telah direnovasi dengan dukungan lembaga zakat.
“Madrasah harus tetap menjadi ruang aman dan harapan bagi anak-anak,” ujarnya.
Baca juga: Masjid Negara IKN Siap Digunakan Menyambut Ramadan 1447 H, Kemenag Pastikan Fasilitas Lengkap
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, menegaskan bahwa kehadiran Kemenag di wilayah terdampak bukan hanya bentuk penyaluran bantuan, tetapi juga penguatan mental dan kebersamaan.
“Yang lebih penting adalah menyampaikan bahwa masyarakat tidak sendiri. Kami ingin terus membersamai mereka melewati masa sulit ini,” kata Azhari.
Ia menambahkan, hingga saat ini Kanwil Kemenag Aceh telah menurunkan sekitar 1.330 relawan untuk membersihkan madrasah, rumah ibadah, dan kantor KUA yang terdampak banjir.
Sebelumnya, Direktorat Jenderal Bimas Islam juga menyalurkan bantuan pascabencana di Padang, Sumatera Barat, senilai Rp1,075 miliar yang bersumber dari anggaran Kemenag dan dukungan Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI).
Melalui berbagai langkah ini, Kemenag menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlangsungan kehidupan keagamaan masyarakat, sekaligus memastikan hak beribadah tetap terpenuhi di tengah situasi darurat.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang