Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jelang Ramadhan, Kemenag Pastikan Layanan Ibadah Warga Aceh Pulih

Kompas.com, 14 Januari 2026, 17:15 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kementerian Agama (Kemenag) terus memperkuat pemulihan layanan keagamaan bagi masyarakat terdampak banjir di sejumlah wilayah Provinsi Aceh menjelang bulan suci Ramadan.

Upaya ini dilakukan dengan menyalurkan bantuan perlengkapan ibadah, dukungan dana untuk rumah ibadah, hingga pendampingan spiritual bagi warga yang masih berada dalam situasi darurat.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag, Abu Rokhmad, turun langsung ke sejumlah titik terdampak di Aceh Utara, Pidie Jaya, dan Bireuen, Selasa (13/1/2026).

Baca juga: Kalender Ramadhan 2026: Tanggal Puasa Versi Muhammadiyah dan Pemerintah 1447 H

Ia menegaskan, pemulihan pascabencana tidak hanya menyasar aspek fisik, tetapi juga harus menyentuh dimensi spiritual masyarakat.

“Penanganan pascabencana harus menyentuh aspek fisik dan spiritual secara simultan. Masjid, KUA, madrasah dan ruang-ruang keagamaan lainnya perlu segera dipulihkan agar tetap berfungsi sebagai pusat layanan umat, terlebih menjelang Ramadan,” ujar Abu Rokhmad, dikutip dari keterangan tertulis Kemenag.

Baca juga: Menag: Fasilitas Pendidikan Kemenag di Aceh Mulai Dibangun Kembali pada 2026

Di Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Kemenag menyalurkan bantuan berupa Al-Qur’an, sarung, mukena, sajadah, tikar dan ambal di empat desa terdampak parah, yaitu Desa Riseh Tunong, Riseh Teungoh, Riseh Baroh, dan Paya Rabo Lhok.

Bantuan ini diharapkan membantu warga tetap dapat beribadah dengan layak meski berada dalam kondisi terbatas.

Selain itu, Kemenag juga menyalurkan bantuan dana masing-masing sebesar Rp50 juta untuk Masjid Assa’adah di Desa Paya Rabo Lhok dan Masjid Baitut Taqwa di Desa Riseh Tunong guna mendukung pemulihan sarana ibadah.

“Di saat-saat seperti ini, masyarakat membutuhkan ketenangan dan penguatan. Layanan keagamaan tidak boleh terhenti karena ini bagian dari pelayanan dasar yang harus kita jaga bersama,” kata Abu Rokhmad.

Dalam kunjungan tersebut, Dirjen Bimas Islam juga meninjau posko kemanusiaan, Kantor Urusan Agama (KUA), dan sejumlah madrasah.

Ia berdialog langsung dengan warga, penyuluh agama, tokoh masyarakat, serta relawan untuk memetakan kebutuhan mendesak dan memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran.

Baca juga: Mengapa Awal Ramadhan 2026 Berpotensi Berbeda? Ini Penjelasan Kemenag dan BRIN

Upaya pemulihan ini melibatkan kolaborasi lintas lembaga, antara lain Kantor Wilayah Kemenag Aceh, BAZNAS, lembaga amil zakat nasional, unsur zakat dan wakaf, organisasi kemasyarakatan Islam, penyuluh agama, hingga perguruan tinggi seperti UIN Ar-Raniry.

Di Pidie Jaya, tim Kemenag meninjau posko BAZNAS yang menyediakan fasilitas MCK darurat dan air bersih, serta madrasah yang terdampak banjir.

Di lokasi lain, Kemenag bersama LAZ ASAR mendukung dapur umum yang melayani ratusan kepala keluarga, kegiatan gotong royong warga, serta pembersihan area masjid dengan bantuan alat berat.

Abu Rokhmad juga memastikan proses belajar mengajar di madrasah tetap berjalan. Salah satunya di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Pidie Jaya yang telah direnovasi dengan dukungan lembaga zakat.

“Madrasah harus tetap menjadi ruang aman dan harapan bagi anak-anak,” ujarnya.

Baca juga: Masjid Negara IKN Siap Digunakan Menyambut Ramadan 1447 H, Kemenag Pastikan Fasilitas Lengkap

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, menegaskan bahwa kehadiran Kemenag di wilayah terdampak bukan hanya bentuk penyaluran bantuan, tetapi juga penguatan mental dan kebersamaan.

“Yang lebih penting adalah menyampaikan bahwa masyarakat tidak sendiri. Kami ingin terus membersamai mereka melewati masa sulit ini,” kata Azhari.

Ia menambahkan, hingga saat ini Kanwil Kemenag Aceh telah menurunkan sekitar 1.330 relawan untuk membersihkan madrasah, rumah ibadah, dan kantor KUA yang terdampak banjir.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Bimas Islam juga menyalurkan bantuan pascabencana di Padang, Sumatera Barat, senilai Rp1,075 miliar yang bersumber dari anggaran Kemenag dan dukungan Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI).

Melalui berbagai langkah ini, Kemenag menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlangsungan kehidupan keagamaan masyarakat, sekaligus memastikan hak beribadah tetap terpenuhi di tengah situasi darurat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Aktual
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Aktual
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Aktual
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Aktual
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Aktual
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Aktual
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Aktual
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
Aktual
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi 'Pelayan Ulama'
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi "Pelayan Ulama"
Aktual
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Aktual
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Aktual
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Aktual
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
Aktual
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Doa dan Niat
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar