Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kapolresta Banyuwangi Perintahkan Anggotanya Bershalawat dan Bersyukur

Kompas.com, 14 Januari 2026, 13:58 WIB
Fitri Anggiawati,
Farid Assifa

Tim Redaksi

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan memerintahkan seluruh anggotanya untuk membiasakan bersholawat setiap hari dan senantiasa bersyukur.

Arahan tersebut disampaikan Rofiq dalam apel perdana usai pergantian pucuk pimpinan Polresta Banyuwangi, Selasa (13/1/2026), yang juga memuat poin-poin strategis dalam tugas Polri ke depan.

Perintah Bershalawat dan Syukur

"Saya ingatkan untuk bershalawat bagi yang beragam Islam. Mulai detik ini saya perintahkan, tidak ada anggota yang dalam satu hari tidak menyempatkan di hatinya untuk selawat kepada Baginda Nabi," kata Rofiq.

Baca juga: Bela Gus Yaqut, LBH Ansor Jatim Tegaskan Polemik Kuota Haji Tak Penuhi Unsur Korupsi

Ia meminta dukungan seluruh anggota untuk menancapkan niat selawat tersebut di dalam hati agar rutin dibiasakan setiap harinya.

Selain perintah bershalawat, Rofiq juga mengingatkan anggotanya untuk senantiasa bersyukur atas nikmat Tuhan.

Ia menegaskan bahwa anggotanya harus mempraktikkan rasa syukur.

"Bagaimana kita akan bisa bermanfaat untuk jika dalam dirinya belum selesai," ujarnya.

"Saya punya filosofi keseimbangan alam akan kembali kepada yang memahami," tambahnya.

Pelayanan Masyarakat dan Program Berkelanjutan

Kepada anggotanya, Rofiq meminta kerjasama untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan membantunya mewujudkan program-program berkesinambungan dari kapolresta sebelumnya.

Dalam pesan penutupnya, Rofiq menuturkan bahwa anggotanya perlu membiasakan hal-hal baik.

"Saya sampaikan rangkuman dari semua. Yang biasa-biasa belum tentu benar, tapi dengan istihad-istihad yang bisa kita lakukan, itu yang harus kita biasakan," tandasnya.

Profil Kapolresta Banyuwangi

Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan resmi menjabat sebagai Kapolresta Banyuwangi per Januari 2026.

Ia merupakan perwira menengah polisi dengan banyak pengalaman di bidang reserse.

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2001 itu telah menjabat berbagai posisi strategis di bidang reserse di banyak satuan.

Selama bertugas di bidang reserse, Rofiq beberapa kali terlibat atau memimpin langsung operasi pengungkapan kasus-kasus kriminal menonjol skala nasional dan internasional.

Beberapa kasus yang pernah diungkapnya antara lain pengungkapan illegal fishing jaringan internasional yang merugikan negara ratusan miliar rupiah dengan jaringan operasi di Jawa, Bali, NTB, serta tujuan Singapura dan Vietnam.

Ia juga mengungkap jaringan perdagangan konservasi sumber daya alam dan ekosistem internasional yang beroperasi di wilayah Jawa, Kalimantan, Sumatera, dan NTT.

Kasus lain yang diungkap adalah sindikat merkuri ilegal internasional yang beroperasi di wilayah Maluku, Jatim, Kalimantan, Kepulauan Riau, dengan tujuan Singapura dan Malaysia, serta kasus farmasi ilegal yang melibatkan artis terkenal.

Baca juga: Rais Syuriah PBNU: Bertengkar Atas Nama Agama Tanda Ilmu Dangkal dan Ego Dominan

Pengungkapan perdagangan manusia jaringan nasional-internasional berkedok penyaluran tenaga kerja tujuan Asia dan Timur Tengah yang beroperasi di Jawa, Bali, dan NTT.

Selain itu, ia juga mengungkap home industry sabu-sabu di perumahan elite di Jawa Timur, kejahatan jalanan dengan bahan peledak, mafia bibit pertanian palsu yang beredar di Jawa, Bali, dan Gorontalo, 23 kasus pembunuhan berantai di Jawa Timur, hingga pengungkapan jaringan perdagangan uang baru antarprovinsi senilai Rp 3,5 miliar.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar