BANYUWANGI, KOMPAS.com - Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan memerintahkan seluruh anggotanya untuk membiasakan bersholawat setiap hari dan senantiasa bersyukur.
Arahan tersebut disampaikan Rofiq dalam apel perdana usai pergantian pucuk pimpinan Polresta Banyuwangi, Selasa (13/1/2026), yang juga memuat poin-poin strategis dalam tugas Polri ke depan.
"Saya ingatkan untuk bershalawat bagi yang beragam Islam. Mulai detik ini saya perintahkan, tidak ada anggota yang dalam satu hari tidak menyempatkan di hatinya untuk selawat kepada Baginda Nabi," kata Rofiq.
Baca juga: Bela Gus Yaqut, LBH Ansor Jatim Tegaskan Polemik Kuota Haji Tak Penuhi Unsur Korupsi
Ia meminta dukungan seluruh anggota untuk menancapkan niat selawat tersebut di dalam hati agar rutin dibiasakan setiap harinya.
Selain perintah bershalawat, Rofiq juga mengingatkan anggotanya untuk senantiasa bersyukur atas nikmat Tuhan.
Ia menegaskan bahwa anggotanya harus mempraktikkan rasa syukur.
"Bagaimana kita akan bisa bermanfaat untuk jika dalam dirinya belum selesai," ujarnya.
"Saya punya filosofi keseimbangan alam akan kembali kepada yang memahami," tambahnya.
Kepada anggotanya, Rofiq meminta kerjasama untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan membantunya mewujudkan program-program berkesinambungan dari kapolresta sebelumnya.
Dalam pesan penutupnya, Rofiq menuturkan bahwa anggotanya perlu membiasakan hal-hal baik.
"Saya sampaikan rangkuman dari semua. Yang biasa-biasa belum tentu benar, tapi dengan istihad-istihad yang bisa kita lakukan, itu yang harus kita biasakan," tandasnya.
Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan resmi menjabat sebagai Kapolresta Banyuwangi per Januari 2026.
Ia merupakan perwira menengah polisi dengan banyak pengalaman di bidang reserse.
Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2001 itu telah menjabat berbagai posisi strategis di bidang reserse di banyak satuan.
Selama bertugas di bidang reserse, Rofiq beberapa kali terlibat atau memimpin langsung operasi pengungkapan kasus-kasus kriminal menonjol skala nasional dan internasional.
Beberapa kasus yang pernah diungkapnya antara lain pengungkapan illegal fishing jaringan internasional yang merugikan negara ratusan miliar rupiah dengan jaringan operasi di Jawa, Bali, NTB, serta tujuan Singapura dan Vietnam.
Ia juga mengungkap jaringan perdagangan konservasi sumber daya alam dan ekosistem internasional yang beroperasi di wilayah Jawa, Kalimantan, Sumatera, dan NTT.
Kasus lain yang diungkap adalah sindikat merkuri ilegal internasional yang beroperasi di wilayah Maluku, Jatim, Kalimantan, Kepulauan Riau, dengan tujuan Singapura dan Malaysia, serta kasus farmasi ilegal yang melibatkan artis terkenal.
Baca juga: Rais Syuriah PBNU: Bertengkar Atas Nama Agama Tanda Ilmu Dangkal dan Ego Dominan
Pengungkapan perdagangan manusia jaringan nasional-internasional berkedok penyaluran tenaga kerja tujuan Asia dan Timur Tengah yang beroperasi di Jawa, Bali, dan NTT.
Selain itu, ia juga mengungkap home industry sabu-sabu di perumahan elite di Jawa Timur, kejahatan jalanan dengan bahan peledak, mafia bibit pertanian palsu yang beredar di Jawa, Bali, dan Gorontalo, 23 kasus pembunuhan berantai di Jawa Timur, hingga pengungkapan jaringan perdagangan uang baru antarprovinsi senilai Rp 3,5 miliar.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang