Editor
KOMPAS.com — Pemerintah Arab Saudi mulai mematangkan persiapan penyelenggaraan Haji 2027/1448 H dengan melibatkan sedikitnya 60 instansi pemerintah dan penyedia layanan jemaah.
Persiapan dilakukan lebih awal untuk meningkatkan kesiapan operasional sekaligus memperkuat koordinasi antarlembaga.
Wakil Emir Wilayah Makkah, Pangeran Saud bin Mishaal, memimpin rapat Komite Tetap Haji dan Umrah atas arahan Pangeran Khalid Al-Faisal, Penasihat Penjaga Dua Masjid Suci sekaligus Emir Wilayah Makkah.
Pertemuan tersebut membahas dua agenda utama, yakni perkembangan musim umrah yang sedang berlangsung serta persiapan menghadapi musim Haji 1448 H.
Baca juga: Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Dalam pertemuan itu, komite meninjau laporan mengenai perkembangan musim umrah, termasuk jumlah jemaah yang tiba dan meninggalkan Arab Saudi.
Komite juga mengevaluasi berbagai layanan yang diberikan instansi pemerintah kepada jemaah, termasuk prosedur pelayanan di titik-titik masuk dan keluar Kerajaan Arab Saudi.
Evaluasi musim umrah menjadi bagian dari upaya memastikan pelayanan kepada jemaah berjalan optimal sekaligus menjadi bahan untuk meningkatkan kesiapan menghadapi musim haji berikutnya.
Komite juga meninjau hasil serangkaian lokakarya yang diselenggarakan dalam rangka perencanaan awal Haji 1448 H. Sebanyak 60 instansi pemerintah dan lembaga layanan yang bertanggung jawab melayani jemaah terlibat dalam kegiatan tersebut.
Lokakarya menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk melanjutkan capaian positif penyelenggaraan haji pada musim-musim sebelumnya.
Rekomendasi tersebut antara lain mencakup peningkatan rencana operasional serta penguatan koordinasi dan integrasi di antara instansi yang terlibat dalam penyelenggaraan haji.
Pembagian tugas dan tanggung jawab masing-masing pihak juga menjadi perhatian agar pelaksanaan pelayanan kepada jemaah dapat berlangsung lebih terkoordinasi.
Selain itu, Arab Saudi mendorong pengembangan mekanisme proaktif untuk mengantisipasi berbagai tantangan yang berpotensi muncul selama penyelenggaraan haji.
Baca juga: Kemenhaj Resmi Hapus Skema Lunas Tunda Ganti Haji Khusus, Dahnil: Tak Ada Lagi Celah Jual Beli Porsi
Langkah tersebut ditujukan untuk mencapai tingkat kesiapan setinggi mungkin sehingga pelayanan terbaik dapat diberikan kepada jemaah.
Komite Tetap Haji dan Umrah turut membahas sejumlah persoalan lain terkait persiapan musim Haji 1448 H dan mengeluarkan rekomendasi yang diperlukan sebagai bagian dari proses persiapan penyelenggaraan ibadah haji mendatang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang