Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cek Fakta: Hoaks Muktamar ke-35 NU Dipindah ke Asrama Haji Sukolilo, Tambakberas Tetap Jadi Tuan Rumah

Kompas.com, 17 Juli 2026, 21:00 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Beredar pesan berantai di WhatsApp yang mengklaim pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 dipindahkan dari Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, ke Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.

Informasi tersebut juga menyebut perpindahan lokasi dilakukan karena fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di Tambakberas dinilai tidak memadai.

Menanggapi kabar tersebut, Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas memastikan informasi itu tidak benar.

Baca juga: Gus Rozin Menyatakan Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU di Muktamar Ke-35 NU

Hingga saat ini, seluruh rangkaian Muktamar ke-35 NU tetap dijadwalkan berlangsung di Tambakberas sesuai keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Panitia Tegaskan Lokasi Muktamar Tidak Berubah

Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq, mengatakan tidak ada perubahan lokasi penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU.

Baca juga: Pemkab Jombang Percepat Persiapan Muktamar Ke-35 NU, Fokus Infrastruktur dan Layanan Peserta

Menurutnya, seluruh agenda, mulai dari pembukaan, sidang komisi, hingga penutupan, tetap direncanakan berlangsung di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

"Kami tidak mengetahui dari mana asal informasi tersebut. Namun kami memilih tetap fokus mempersiapkan pelaksanaan muktamar dan tidak ingin menghabiskan energi menanggapi kabar yang tidak jelas," ucapnya kepada Tribunjatim.com, Jumat (17/7/2026).

Bantah Isu Pemindahan Lokasi karena Fasilitas MCK Tidak Memadai

Sebelumnya, beredar pesan berantai yang menyebut lokasi sidang Muktamar ke-35 NU akan dipindahkan ke Asrama Haji Sukolilo.

Dalam pesan tersebut disebutkan perpindahan dilakukan karena fasilitas MCK di Tambakberas dianggap belum memadai. Bahkan, muncul pula tudingan adanya sabotase terhadap penyelenggaraan muktamar.

Gus Rozaq membantah seluruh informasi tersebut. Ia menegaskan sarana dan prasarana di lingkungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum telah dipersiapkan secara maksimal dan layak digunakan sebagai lokasi penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU.

"Secara infrastruktur kami sangat siap dan sangat layak. Informasi yang menyebut fasilitas MCK tidak memadai sama sekali tidak benar," ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh persiapan terus dimatangkan melalui koordinasi intensif dengan panitia pusat.

Hingga kini tidak ada arahan maupun keputusan yang mengubah lokasi pelaksanaan muktamar.

Menurut Gus Rozaq, PBNU juga tidak memberikan respons khusus terhadap isu yang beredar karena dinamika serupa kerap muncul menjelang agenda besar organisasi.

"Yang terpenting kami tetap menjalankan seluruh persiapan sesuai petunjuk teknis dari PBNU. Kami tidak ingin disibukkan dengan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," katanya.

Masyarakat Diminta Waspadai Hoaks

Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial maupun aplikasi percakapan tanpa melakukan verifikasi.

Masyarakat diminta memastikan kebenaran informasi melalui kanal resmi panitia penyelenggara maupun PBNU sebelum membagikannya kepada pihak lain.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah penyebaran hoaks menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul “Hoaks Muktamar NU Pindah Ke Asrama Haji Sukolilo, Ponpes Tambakberas Pastikan Jadi Tuan Rumah”.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar