Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenag Raih Opini WTP ke-10 Berturut-turut dari BPK, Tegaskan Tata Kelola Keuangan Akuntabel

Kompas.com, 17 Juli 2026, 20:40 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com - Kementerian Agama (Kemenag) kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas hasil audit Laporan Keuangan Kementerian Agama Tahun Anggaran 2025.

Capaian ini menjadi opini WTP ke-10 secara berturut-turut yang berhasil dipertahankan Kemenag.

Raihan tersebut mencerminkan konsistensi kementerian dalam menerapkan tata kelola keuangan yang akuntabel, transparan, dan sesuai dengan standar pengelolaan keuangan negara.

Baca juga: Kemenag Gandeng 84 Lembaga Zakat Perkuat KUA Berdayakan Ekonomi Umat

Keberhasilan ini juga dinilai sebagai hasil sinergi seluruh satuan kerja dan pengawasan berkelanjutan dari Inspektorat Jenderal Kemenag.

Kemenag Syukuri Raihan WTP Satu Dekade

Inspektur Jenderal Kementerian Agama, Khairunas, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan Kemenag mempertahankan opini WTP selama 10 tahun berturut-turut.

Baca juga: Kemenag Perkuat KUA sebagai Pusat Pemberdayaan Ekonomi Umat Lewat Zakat Produktif

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh satuan kerja Kemenag yang didukung pendampingan, pengawasan, dan reviu secara berkelanjutan oleh Inspektorat Jenderal.

"Capaian ini menjadi bukti bahwa tata kelola keuangan Kementerian Agama telah dijalankan secara akuntabel dan sesuai dengan standar pengelolaan keuangan," ujar Khairunas di Jakarta, Rabu (16/7/2026).

Khairunas menjelaskan, opini WTP tidak hanya menunjukkan kualitas laporan keuangan, tetapi juga menjadi indikator bahwa sistem pengendalian intern, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, serta tata kelola organisasi berjalan dengan baik.

Peran Inspektorat Jenderal Kawal Pengelolaan Keuangan

Khairunas menegaskan keberhasilan mempertahankan opini WTP tidak terlepas dari peran Inspektorat Jenderal sebagai Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) yang secara konsisten melakukan pendampingan, pengawasan, dan reviu terhadap pengelolaan keuangan di seluruh satuan kerja Kemenag.

"Hasil ini tidak lepas dari pendampingan, pengawasan, dan reviu yang dilakukan secara konsisten serta sesuai prosedur oleh Inspektorat Jenderal. Pengawasan bukan semata untuk memastikan kepatuhan, tetapi juga menjadi instrumen perbaikan tata kelola agar pengelolaan keuangan negara semakin efektif, efisien, dan akuntabel," tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh satuan kerja Kementerian Agama yang telah berkontribusi menjaga kualitas pengelolaan keuangan negara sehingga opini WTP dapat terus dipertahankan.

Apresiasi turut diberikan kepada para inspektur dan auditor Inspektorat Jenderal yang terus mengawal pelaksanaan pengelolaan keuangan pada unit kerja binaannya.

"Peran APIP menjadi bagian penting dalam memastikan tata kelola yang sehat dan berkelanjutan," ujarnya.

WTP Jadi Motivasi Kemenag Perkuat Integritas

Meski kembali memperoleh opini WTP, Khairunas menegaskan capaian tersebut bukan menjadi tujuan akhir.

Menurutnya, seluruh jajaran Kementerian Agama harus menjadikan keberhasilan ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola sekaligus memperkuat budaya integritas dalam pengelolaan keuangan negara.

"Selamat kepada seluruh keluarga besar Kementerian Agama atas capaian opini WTP yang ke-10 secara berturut-turut. Prestasi ini harus terus dipertahankan bahkan ditingkatkan. Integritas dalam tata kelola keuangan membutuhkan kerja nyata, bukan hanya tertuang di atas kertas atau menjadi slogan, tetapi harus menjadi kebiasaan dan budaya kerja kita bersama," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar