KOMPAS.com - Ketika menjenguk orang sakit, umat Islam dianjurkan tidak sekadar hadir secara fisik, tetapi juga membawa doa dan penguatan spiritual.
Salah satu ungkapan yang paling sering terdengar adalah syafakallah dan syafakillah. Kalimat sederhana ini kerap diucapkan di rumah sakit, pesan singkat, hingga media sosial.
Namun, tidak semua orang memahami perbedaan makna, konteks penggunaan, serta nilai ibadah yang terkandung di dalamnya.
Padahal, dalam Islam mendoakan orang sakit merupakan bagian dari adab sosial sekaligus amalan yang memiliki keutamaan besar.
Doa kesembuhan bukan hanya permohonan kesehatan fisik, tetapi juga bentuk empati, solidaritas, dan pengakuan bahwa kesembuhan sejati datang dari Allah SWT.
Baca juga: Penggunaan Kata Syafakallah, Syafakillah, Syafakumullah Lengkap dengan Artinya
Konsep kesembuhan dalam Islam selalu dikaitkan dengan kekuasaan Allah.
Alquran menegaskan bahwa Allah adalah sumber utama penyembuhan segala penyakit, baik lahir maupun batin.
Allah SWT berfirman:
Wa idzâ maridhtu fahuwa yasyfîn
Artinya: “Dan apabila aku sakit, Dialah (Allah) yang menyembuhkanku.” (QS. Asy-Syu’ara: 80)
Ayat ini menjadi dasar teologis bahwa manusia hanya berikhtiar melalui pengobatan dan perawatan medis, sementara kesembuhan hakikatnya berasal dari Allah SWT.
Karena itu, ucapan seperti syafakallah bukan sekadar basa-basi, melainkan doa yang memiliki landasan akidah kuat.
Baca juga: Keutamaan Menjenguk Orang Sakit, Didoakan 70 Ribu Malaikat Hingga Dibangunkan Rumah di Surga
Secara bahasa, kata syafâ (شفى) berarti menyembuhkan atau memulihkan. Dalam tata bahasa Arab, perubahan akhir kata menunjukkan perbedaan objek yang didoakan.
Ungkapan syafakallah (شفاك الله) digunakan ketika mendoakan seorang laki-laki yang sedang sakit. Maknanya adalah, “Semoga Allah memberikan kesembuhan kepadamu (laki-laki).”
Sementara syafakillah (شفاكِ الله) ditujukan kepada perempuan. Artinya, “Semoga Allah memberikan kesembuhan kepadamu (perempuan).”
Perbedaan satu huruf kecil di akhir kata menunjukkan ketelitian bahasa Arab dalam membedakan jenis kelamin. Inilah sebabnya, penggunaan yang tepat menjadi bagian dari adab berbahasa dalam Islam.
Selain dua ungkapan populer tersebut, terdapat beberapa variasi doa kesembuhan lain yang disesuaikan dengan jumlah orang dan jarak keberadaan orang yang didoakan.
Syafakumullah (شفاكم الله) digunakan untuk mendoakan lebih dari satu orang laki-laki.
Artinya, “Semoga Allah memberikan kesembuhan kepada kalian.”
Syafahullah (شفاه الله) dipakai ketika mendoakan laki-laki yang tidak berada di hadapan kita, misalnya kerabat yang sakit di kota lain.
Maknanya, “Semoga Allah menyembuhkannya.”
Syafahallah (شفاها الله) ditujukan kepada perempuan yang sedang sakit dan berada jauh dari kita.
Untuk kelompok besar, digunakan syafahumullah (شفاهم الله) bagi banyak laki-laki dan syafahunnallah (شفاهن الله) bagi banyak perempuan.
Ragam ini menunjukkan bahwa doa dalam Islam sangat memperhatikan konteks dan ketepatan bahasa, sekaligus mengajarkan kepekaan sosial dalam berkomunikasi.
Baca juga: Doa Kesembuhan untuk Orang Tua yang Sakit Lengkap dengan Artinya
Selain ucapan umum, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa khusus ketika menjenguk orang sakit. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Nabi membaca:
Allâhumma rabban-nâs, adzhibil ba’sa, isyfi anta asy-syâfi, lâ syifâ’a illâ syifâ’uka, syifâ’an lâ yughadiru saqamâ
Artinya: “Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah penyakit ini. Sembuhkanlah, Engkaulah Maha Penyembuh. Tidak ada kesembuhan kecuali dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan rasa sakit.”
Doa ini menunjukkan bahwa Islam mendorong keseimbangan antara usaha lahiriah dan ketergantungan spiritual kepada Allah.
Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar karya beliau menjelaskan bahwa menjenguk orang sakit dan mendoakannya termasuk amalan sunnah yang sangat dianjurkan.
Ia menegaskan bahwa doa bagi orang sakit bukan hanya bermanfaat bagi yang didoakan, tetapi juga menjadi ladang pahala bagi yang mendoakan.
Sementara itu, dalam Ihya’ Ulumiddin, Imam Al-Ghazali menekankan pentingnya empati sosial dalam Islam.
Menurutnya, doa untuk orang sakit merupakan bentuk kasih sayang yang dapat melembutkan hati, memperkuat ukhuwah, dan membersihkan jiwa dari sifat egois.
Dalam kitab Fathul Bari, Ibnu Hajar Al-Asqalani juga menyebutkan bahwa menjenguk orang sakit dan mendoakannya termasuk hak sesama Muslim yang harus dijaga agar kehidupan sosial tetap harmonis.
Ucapan syafakallah bukan hanya soal bahasa, tetapi mengandung nilai spiritual yang dalam. Ketika seseorang mendoakan kesembuhan orang lain, ia sedang mengakui keterbatasan manusia dan menyerahkan hasil akhir kepada Allah.
Selain itu, doa ini juga menjadi pengingat bahwa sakit bukan semata musibah, tetapi bisa menjadi sarana penghapus dosa, peningkat derajat, dan momentum mendekatkan diri kepada Allah.
Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada musibah yang menimpa seorang Muslim, termasuk sakit, kecuali Allah akan menggugurkan sebagian dosanya.
Baca juga: Doa Menjenguk Orang Sakit Sesuai Ajaran Rasulullah SAW Lengkap dengan Artinya
Para ulama menganjurkan agar doa kesembuhan diucapkan dengan penuh empati, suara lembut, dan niat tulus.
Tidak sekadar formalitas, tetapi benar-benar menghadirkan rasa kepedulian. Bahkan, jika tidak bisa menjenguk secara langsung, mendoakan dari kejauhan tetap bernilai ibadah.
Dalam konteks modern, ucapan syafakallah yang dikirim melalui pesan singkat atau media sosial tetap bernilai doa, selama diiringi niat yang ikhlas.
Baca juga: Sakit Hati, Cemas, Stres? Coba Self Healing dengan Tahajud
Memahami perbedaan antara syafakallah, syafakillah, dan variasi lainnya bukan hanya soal tata bahasa Arab, tetapi juga mencerminkan kesungguhan seorang Muslim dalam menjaga adab dan kepekaan sosial.
Lebih dari itu, doa kesembuhan adalah bukti bahwa Islam mengajarkan kepedulian, kasih sayang, dan solidaritas antar sesama.
Di tengah dunia yang semakin individualistis, satu kalimat doa bisa menjadi sumber kekuatan spiritual yang tak ternilai.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang