Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Mudik Lebaran Saeful Tony, Jalan Kaki dari Cikarang ke Kebumen Usai Jadi Korban Pencopetan

Kompas.com, 19 Maret 2026, 17:13 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Seorang pemudik asal Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Saeful Tony (63), menempuh perjalanan mudik dengan berjalan kaki selama dua pekan.

Ia nekat berjalan menuju kampung halamannya di Karanganyar, Kebumen, Jawa Tengah, setelah menjadi korban pencopetan.

Peristiwa tersebut terjadi saat ia bersiap berangkat mudik di sekitar Pasar Cikarang, tepatnya di dekat terminal.

Kehilangan uang dan ponsel membuatnya tidak memiliki pilihan selain melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Baca juga: Kisah Hangat Mudik di Kendal: Pemudik Nikmati Pijat Gratis hingga Servis Motor di Posko NU Peduli

Kehilangan Uang dan Ponsel Saat Hendak Mudik

Saeful mengaku dompet berisi uang ongkos perjalanan serta telepon genggamnya hilang dicopet.

Padahal, saat itu ia hanya membawa uang secukupnya untuk biaya perjalanan, sementara hasil kerjanya sudah lebih dulu dikirim ke kampung.

"Uang hasil kerja sudah saya transfer. Saya bawa secukupnya untuk ongkos saja, tapi tetap kecopetan," ujar Saeful kepada sejumlah wartawan di Terminal Tipe A Kota Banjar, Rabu (18/3/2026) siang.

Baca juga: “Masa Lebaran di Jalan?” Kisah Edi Rela Naik Kapal Laut karena Tiket Pesawat Habis

Rela Jalan Kaki 14 Hari Demi Bertemu Keluarga

Tanpa bekal dan alat komunikasi, Saeful tetap melanjutkan perjalanan.

Ia terdorong keinginan untuk bertemu bibinya yang sudah lanjut usia dan menjadi satu-satunya keluarga yang tersisa setelah istri dan anaknya meninggal dunia.

Saeful berjalan kaki selama 14 hari, menempuh rute dari jalur pantura hingga ke arah selatan.

Setiap hari, ia berjalan dari pagi hingga sore dan beristirahat di masjid-masjid sepanjang perjalanan.

"Kalau malam istirahat di masjid. Ya alhamdulillah, selalu ada saja yang memberi makan," kata Saeful.

Untuk kebutuhan makan dan minum, ia mengandalkan bantuan warga yang ditemuinya selama perjalanan.

Saeful Dibantu Polisi untuk Bisa Melanjutkan Perjalanan

Perjalanan panjang Saeful terhenti saat ia tiba di wilayah Karang Kamulyan, Ciamis.

Kondisinya yang terlihat lelah dan kebingungan menarik perhatian Aipda Agus Narto, anggota Propam Polres Ciamis yang sedang bertugas.

"Beliau terlihat kebingungan sambil menoleh ke kanan kiri. Setelah ditanya, ternyata sudah berjalan kaki dua minggu dari Cikarang," kata Agus.

Tersentuh oleh kondisi Saeful, Aipda Agus Narto segera memberikan bantuan.

Ia mengantar Saeful ke Terminal Banjar dan memastikan pria lansia tersebut mendapatkan tiket bus menuju Jawa Tengah.

Selain itu, Agus juga memberikan uang bekal dan menanggung biaya perjalanan hingga Saeful bisa melanjutkan perjalanan ke Kebumen dengan aman.

"Yang penting beliau bisa sampai dengan aman. Ini sudah jadi kewajiban kita untuk saling membantu, apalagi saat momen mudik," ujarnya.

Berkat bantuan tersebut, Saeful tidak perlu lagi melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Ia pun dapat meneruskan mudiknya dengan lebih layak dan aman. Saeful kini dipastikan bisa merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halamannya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “Kisah Mudik Lebaran: Saeful Tony Jalan Kaki 2 Pekan, Sunaryo Naik Sepeda Lima Hari”.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar