MEDAN, KOMPAS.com – Momen Idul Fitri 1447 Hijriah di Kota Medan menghadirkan cerita haru sekaligus berkesan bagi Arnawati (52).
Bersama kedua anaknya, ia memilih tetap berdiri di pelataran Masjid Raya Al-Mashun usai shalat Id, menikmati keindahan bangunan bersejarah tersebut.
Di tengah ramainya jemaah yang perlahan meninggalkan area masjid, Arnawati justru masih sibuk mengabadikan momen.
Baca juga: Warga Muhammadiyah di Bali Gelar Shalat Id Sejam setelah Nyepi Berakhir
Dengan ponselnya, ia merekam dan memotret detail arsitektur masjid peninggalan Kesultanan Deli yang berdiri sejak 1906 itu.
“Jadi baru kali ini shalat Idul Fitri di Masjid Raya ini,” ujar Arnawati, Sabtu (21/3/2026).
Warga asal Kabupaten Pandeglang, Banten, itu mengaku sengaja datang karena rasa penasaran.
Ia tertarik setelah sering melihat keindahan Masjid Raya Al-Mashun di berbagai unggahan media sosial, termasuk YouTube.
“Saya terdorong karena pengen saja setelah tahu dari tayangan di YouTube. Jadi pengen ke sini, penasaran,” katanya.
Kesempatan shalat Id di salah satu ikon Kota Medan itu pun menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Arnawati mengaku merasakan suasana ibadah yang nyaman dan khusyuk.
“Enak lah shalat di sini, nyaman. Saya sangat senang,” tuturnya sambil memegang sajadah.
Namun, di balik kebahagiaan tersebut, terselip rasa haru. Lebaran tahun ini menjadi yang pertama kalinya ia rayakan jauh dari keluarga besar di kampung halaman.
Arnawati bersama keluarganya diketahui baru pindah dari Pandeglang ke Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, pada tahun 2025.
“Sedih jauh dari keluarga. Ini lagi video call sama kakak yang di sana, di Banten. Baru kali ini kita pisah saat Lebaran,” ucapnya sambil tersenyum dan melanjutkan panggilan video.
Sementara itu, suasana di Masjid Raya Al-Mashun sejak pagi sudah dipadati jemaah. Berdasarkan pantauan di lokasi, warga mulai berdatangan sejak pukul 06.00 WIB, dan satu jam kemudian area masjid telah penuh hingga meluber ke jalan raya.
Baca juga: Pesan Bupati Karawang pada Idul Fitri 2026, Tekankan Komitmen Jalankan Program Prioritas
Usai pelaksanaan shalat, banyak jemaah memanfaatkan momen untuk berswafoto dengan latar belakang masjid berarsitektur klasik tersebut. Keindahan bangunan bersejarah ini memang menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi warga yang baru pertama kali berkunjung.
Bagi Arnawati, Lebaran kali ini mungkin terasa berbeda. Namun, pengalaman shalat di Masjid Raya Al-Mashun menghadirkan kenangan baru yang hangat—perpaduan antara rasa rindu kampung halaman dan kekaguman akan warisan budaya Nusantara.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang