Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Panduan Khutbah Idul Fitri Lengkap: Urutan, Rukun, dan Dalilnya, Khatib Wajib Tahu

Kompas.com, 20 Maret 2026, 22:02 WIB
Farid Assifa

Editor

Sumber MUIDigital

KOMPAS.com - Khutbah Idul Fitri merupakan bagian penting dalam rangkaian ibadah hari raya yang tidak boleh diabaikan. Meski secara umum memiliki kesamaan dengan khutbah Jumat, terdapat perbedaan mendasar yang perlu dipahami oleh setiap khatib.

Salah satu perbedaan utama adalah waktu pelaksanaannya. Jika khutbah Jumat dilakukan sebelum salat, maka khutbah Idul Fitri dilaksanakan setelah salat ‘Id. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis berikut:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: شَهِدْتُ النَّبِيَّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَأَبَا بَكْرٍ، وَعُمَرَ يُصَلُّونَ الْعِيدَيْنِ قَبْلَ الْخُطْبَةِ

Artinya: “Dari Ibn Abbas, beliau berkata: Aku menyaksikan Nabi SAW, Abu Bakar, dan Umar melaksanakan shalat dua hari raya sebelum khutbah.” (HR an-Nasai)

Baca juga: 3 Contoh Khutbah Idul Fitri NU Menyentuh Hati dan Penuh Makna

Rukun Khutbah Idul Fitri Menurut Ulama

Syekh Zakariya al-Anshari menjelaskan bahwa khutbah ‘Id memiliki rukun dan kesunnahan yang sama seperti khutbah Jumat. Dalam kitabnya disebutkan:

صَلَاةُ الْعِيدَيْنِ سُنَّةٌ وَلَوْ لِمُنْفَرِدٍ وَمُسَافِرٍ... وَسُنَّ خُطْبَتَانِ بَعْدَهُمَا لِجَمَاعَةٍ كَجُمُعَةٍ فِي أَرْكَانٍ وَسُنَنٍ، وَيَفْتَتِحُ الْأُولَى بِتِسْعِ تَكْبِيرَاتٍ، وَالثَّانِيَةَ بِسَبْعٍ وِلَاءً

Artinya, khutbah Idul Fitri terdiri dari dua khutbah, sebagaimana khutbah Jumat, dengan pembukaan takbir sembilan kali pada khutbah pertama dan tujuh kali pada khutbah kedua.

Penjelasan ini diperkuat oleh Syekh Mustafa al-Khin yang merinci rukun khutbah sebagai berikut:

ثُمَّ إِنَّ لِلْخُطْبَتَيْنِ أَرْكَانًا هِيَ: الْأَوَّلُ: حَمْدُ اللَّهِ تَعَالَى، بِأَيِّ صِيغَةٍ كَانَ. الثَّانِي: الصَّلَاةُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، بِأَيِّ صِيغَةٍ مِنَ الصَّلَوَاتِ، بِشَرْطِ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَهُ الصَّرِيحَ كَالنَّبِيِّ أَوِ الرَّسُولِ أَوْ مُحَمَّدٍ، فَلَا يَكْفِي ذِكْرُ الضَّمِيرِ بَدَلًا مِنَ الِاسْمِ الصَّرِيحِ. الثَّالِثُ: الْوَصِيَّةُ بِالتَّقْوَى، بِأَيِّ الْأَلْفَاظِ وَالْأَسَالِيبِ كَانَتْ. فَهٰذِهِ الْأَرْكَانُ الثَّلَاثَةُ أَرْكَانٌ لِكِلْتَا الْخُطْبَتَيْنِ، لَا يَصِحُّ كُلٌّ مِنْهُمَا إِلَّا بِهَا. الرَّابِعُ: قِرَاءَةُ آيَةٍ مِنَ الْقُرْآنِ فِي إِحْدَى الْخُطْبَتَيْنِ، وَيُشْتَرَطُ أَنْ تَكُونَ الْآيَةُ مُفْهِمَةً وَوَاضِحَةَ الْمَعْنَى، فَلَا يَكْفِي قِرَاءَةُ آيَةٍ مِنَ الْحُرُوفِ الْمُقَطَّعَةِ أَوَائِلِ السُّوَرِ. الْخَامِسُ: الدُّعَاءُ لِلْمُؤْمِنِينَ فِي الْخُطْبَةِ الثَّانِيَةِ، بِمَا يَقَعُ عَلَيْهِ اسْمُ الدُّعَاءِ عُرْفًا

Artinya, rukun khutbah meliputi:

  • Memuji Allah
  • Bershalawat kepada Nabi dengan menyebut nama beliau secara jelas
  • Wasiat takwa
  • Membaca ayat Alquran pada salah satu khutbah
  • Doa untuk kaum muslimin pada khutbah kedua

Susunan Khutbah Idul Fitri yang Praktis

Sebagaimana khutbah Jumat, khutbah Idul Fitri terdiri dari dua bagian yang dipisahkan dengan duduk sejenak.

Khutbah Pertama

Dimulai dengan:

  • Takbir 9 kali
  • Tahmid (Alhamdulillah)
  • Shalawat kepada Nabi
  • Wasiat takwa
  • Nasihat keislaman (misalnya zakat fitrah atau nilai Ramadhan)
  • Membaca ayat Alquran
  • Penutup singkat dan duduk sejenak

Khutbah Kedua

Dilanjutkan dengan:

  • Takbir 7 kali
  • Tahmid
  • Shalawat
  • Wasiat takwa
  • Ayat Alquran (jika belum dibaca)
  • Doa untuk kaum muslimin
  • Doa kebaikan dunia akhirat
  • Penutup dan salam

Peran Penting Khutbah Idul Fitri

Khutbah Idul Fitri bukan sekadar pelengkap setelah salat ‘Id. Lebih dari itu, khutbah menjadi sarana dakwah yang sangat penting dalam menguatkan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

Baca juga: Khutbah Idul Fitri: 9 Pelajaran dari “Madrasah Ramadan” agar Tetap Istiqamah Setelah Lebaran

Karena itu, khatib dituntut untuk memahami rukun, susunan, serta menyampaikan materi khutbah dengan baik agar dapat menyentuh hati jamaah.

Dengan memahami panduan ini, diharapkan khutbah Idul Fitri dapat dilaksanakan sesuai tuntunan syariat dan memberi manfaat luas bagi umat Islam dalam menyambut hari kemenangan.

Wallāhu a‘lam bis ṣhawāb.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Memahami Makna Tawakal dalam Islam, Bukan Pasrah Tanpa Ikhtiar
Memahami Makna Tawakal dalam Islam, Bukan Pasrah Tanpa Ikhtiar
Aktual
Doa Ketika Bersin dan Jawabannya Sesuai Sunnah, Lengkap Arab, Latin, Arti, serta Dalilnya
Doa Ketika Bersin dan Jawabannya Sesuai Sunnah, Lengkap Arab, Latin, Arti, serta Dalilnya
Doa dan Niat
Ingin Doa Cepat Dikabulkan? Ini Adab dan 15 Waktu Mustajab untuk Berdoa
Ingin Doa Cepat Dikabulkan? Ini Adab dan 15 Waktu Mustajab untuk Berdoa
Aktual
KH Imam Jazuli: Ber-NU Tak Cukup Warisan, Harus Dibangun dengan Kesadaran dan Argumen Ilmiah
KH Imam Jazuli: Ber-NU Tak Cukup Warisan, Harus Dibangun dengan Kesadaran dan Argumen Ilmiah
Aktual
Kenapa Doa Kita Belum Dikabulkan? Begini Penjelasannya Menurut Islam
Kenapa Doa Kita Belum Dikabulkan? Begini Penjelasannya Menurut Islam
Aktual
Menag: Ekonomi Syariah Bukan Hanya untuk Muslim, Paus Benediktus XVI Pernah Soroti Potensinya
Menag: Ekonomi Syariah Bukan Hanya untuk Muslim, Paus Benediktus XVI Pernah Soroti Potensinya
Aktual
Jakarta Disiapkan Jadi Pusat Wakaf Produktif, Kemenag Canangkan Gerakan Rp500 Miliar
Jakarta Disiapkan Jadi Pusat Wakaf Produktif, Kemenag Canangkan Gerakan Rp500 Miliar
Aktual
Saudi Matangkan Layanan Umrah, Gubernur Madinah: Melayani Jemaah Adalah Kehormatan
Saudi Matangkan Layanan Umrah, Gubernur Madinah: Melayani Jemaah Adalah Kehormatan
Aktual
Dokter NU Usul Kesehatan Jadi Agenda Strategis Muktamar NU, Soroti AI hingga Kesehatan Mental
Dokter NU Usul Kesehatan Jadi Agenda Strategis Muktamar NU, Soroti AI hingga Kesehatan Mental
Aktual
BPKH Cairkan Nilai Manfaat Dana Haji Rp2,06 Triliun, Ini Besaran yang Diterima Jemaah
BPKH Cairkan Nilai Manfaat Dana Haji Rp2,06 Triliun, Ini Besaran yang Diterima Jemaah
Aktual
Kemenag Perkuat Kurikulum Cinta, Apa Itu dan Bagaimana Penerapannya?
Kemenag Perkuat Kurikulum Cinta, Apa Itu dan Bagaimana Penerapannya?
Aktual
5 Doa Kesembuhan dari Rasulullah: Panduan Sunnah untuk Orang Sakit
5 Doa Kesembuhan dari Rasulullah: Panduan Sunnah untuk Orang Sakit
Doa Harian
Kemenhaj Awasi Transisi Aset, Persiapan Haji 2027 Dimulai Lebih Dini
Kemenhaj Awasi Transisi Aset, Persiapan Haji 2027 Dimulai Lebih Dini
Aktual
Melarang atau Membatasi? Dilema Pesantren Menghadapi Gawai
Melarang atau Membatasi? Dilema Pesantren Menghadapi Gawai
Aktual
Jangan Dihujat, Ini Doa ketika Melihat Orang yang Sakit
Jangan Dihujat, Ini Doa ketika Melihat Orang yang Sakit
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar