Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Sholat Idul Fitri Lengkap: Niat, Takbir, dan Artinya

Kompas.com, 20 Maret 2026, 19:55 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Doa sholat Idul Fitri menjadi bagian penting dalam rangkaian ibadah hari raya yang kerap dinantikan umat Islam.

Tidak hanya menjadi pelengkap gerakan sholat, doa-doa tersebut justru menyimpan makna mendalam sebagai bentuk penghambaan dan rasa syukur setelah menjalani Ramadhan.

Sholat Idul Fitri sendiri merupakan ibadah sunnah muakkad yang sangat dianjurkan. Dalam pelaksanaannya, terdapat susunan niat, bacaan, serta doa yang memiliki kekhasan dibanding sholat fardhu.

Pemahaman yang utuh terhadap setiap bagian ini akan membantu umat Islam menjalankannya secara lebih khusyuk dan bermakna.

Baca juga: Bacaan dan Tata Cara Sholat Idul Fitri Lengkap dengan Niat

Niat Sholat Idul Fitri: Imam, Makmum, dan Sendiri

Niat menjadi fondasi utama dalam setiap ibadah. Para ulama sepakat bahwa niat cukup dihadirkan dalam hati, meskipun melafalkannya dianjurkan untuk memperkuat kesadaran spiritual.

Dalam praktiknya, terdapat tiga bentuk niat sesuai posisi pelaksanaan sholat:

Niat sebagai Imam

أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatan li’iidil fithri rak’ataini mustaqbilal qiblati imaaman lillaahi ta’aalaa

Artinya: “Saya niat salat sunah Idul Fitri dua rakaat dengan menghadap kiblat, sebagai imam karena Allah Ta’ala.”

Niat sebagai Makmum

أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatan li’iidil fithri rak’ataini ma’muuman lillaahi ta’aalaa

Artinya: “Saya niat salat sunah Idul Fitri dua rakaat dengan menghadap kiblat, sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Niat Sholat Sendiri (Munfarid)

أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan li ‘idil fitri rak’ataini mustaqbilal qiblati lillaahi ta’aalaa

Artinya: “Aku niat salat sunah Idul Fitri dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Dalam Panduan Terlengkap Ibadah Muslim Sehari-Hari karya KH Muhammad Habibillah dijelaskan bahwa niat bukan sekadar ucapan, melainkan kesadaran batin yang menjadi inti dari setiap ibadah. Hal ini sejalan dengan kaidah fikih yang menyebutkan bahwa “setiap amal tergantung pada niatnya”.

Baca juga: Pesan Idul Fitri Dedi Mulyadi: Lebaran Tak Harus ke Open House, Keluarga Lebih Utama

Urutan Doa dan Takbir dalam Sholat Idul Fitri

Salah satu keunikan sholat Idul Fitri terletak pada adanya takbir tambahan (takbir zawaid) yang tidak ditemukan dalam sholat wajib.

Setelah takbiratul ihram, jamaah membaca doa iftitah sebagai pembuka. Doa ini berisi pengagungan kepada Allah dan penegasan bahwa seluruh ibadah hanya ditujukan kepada-Nya.

Menurut Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarah al-Muhadzdzab, doa iftitah memiliki dimensi teologis yang kuat karena mengandung pernyataan tauhid dan ketundukan total kepada Allah SWT.

Doa iftitah yang dibaca adalah:

"اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلْهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا . اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلَّهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَا لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ ."

Allaahu akbaru kabiraa walhamdulillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukratan wa'ashiilaa, innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifan musliman wamaa anaa minal musyrikiin. inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil 'aalamiina. laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.

Artinya: "Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang. Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, lagi berserah diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada sekutu bagi-Nya. Dengan yang demikian itulah aku diperintahkan, dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri."

Setelah doa iftitah, pada rakaat pertama dilakukan takbir tambahan sebanyak 7 kali dan pada rakaat kedua sebanyak 5 kali. Di antara setiap takbir tambahan, disunahkan membaca:

"سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ"

(Subhânallâh, walhamdulillâh, walâ ilâha illallâh, wallâhu akbar) yang berarti "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar."

Atau bisa juga membaca:

"اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا"

(Allâhu akbaru kabîran, wal hamdulillâhi katsîran, wa subhânallâhi bukratan wa ashîlan) yang artinya "Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang."

Setelah membaca Al-Fatihah, disunahkan membaca surat-surat pilihan. Untuk rakaat pertama dianjurkan membaca Surat Al-A'la, dan untuk rakaat kedua dianjurkan membaca Surat Al-Ghasyiyah.

Doa Setelah Sholat Idul Fitri

Berbeda dengan sholat fardhu, tidak terdapat doa khusus yang diwajibkan setelah sholat Idul Fitri.

Namun, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa, dzikir, dan takbir sebagai bentuk rasa syukur.

Beberapa doa yang populer di kalangan umat Islam berisi permohonan agar seluruh ibadah selama Ramadhan diterima serta diberikan keberkahan di masa mendatang.

Setelah sholat dan khutbah, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa.

Doa Memohon Penerimaan Amal

اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَرُكُوعَنَا وَسُجُودَنَا وَجَمِيعَ طَاعَاتِنَا، وَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا، وَأَعِدْ عَلَيْنَا هَذَا الْعِيدَ بِالْخَيْرِ وَالْبَرَكَةِ وَالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ

Allahumma taqabbal minna shiyaamana wa qiyaamana wa ruku’ana wa sujuudana wa jami’a thaa’atina, waghfir lanaa dzunuubanaa, wa a’id ‘alainaa haadzal ‘iida bil khairi wal barakah wal amni wal imaan

Artinya: “Ya Allah, terimalah puasa, sholat, rukuk, sujud, dan seluruh amal kami. Ampuni dosa kami dan kembalikan hari raya ini dengan kebaikan, keberkahan, keamanan, dan keimanan.”

Doa Kembali Fitri

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْعَائِدِينَ وَالْفَائِزِينَ وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمَقْبُولِينَ وَاغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِينَا وَلِجَمِيعِ الْمُسْلِمِينَ

Allahumma aj’alnaa minal ‘aidin wal faaizin, waj’alnaa minal maqbuulin, waghfir lanaa wa liwaalidiinaa wa lijami’il muslimiin

Artinya: “Ya Allah, jadikan kami termasuk orang yang kembali (fitri) dan menang, termasuk orang yang diterima amalnya, serta ampunilah kami, orang tua kami, dan seluruh kaum Muslimin.”

Dalam Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi disebutkan bahwa waktu setelah ibadah merupakan salah satu momen mustajab untuk berdoa.

Oleh karena itu, memperbanyak doa setelah sholat Id menjadi kesempatan penting untuk memohon ampunan dan keberkahan.

Selain doa pribadi, umat Islam juga dianjurkan membaca takbir, tahmid, dan tahlil sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT yang telah memberikan kekuatan menjalani Ramadhan.

Baca juga: Jelang Shalat Idul Fitri, Kapasitas Masjid Nasional Al Akbar Surabaya Diperluas

Hikmah dan Manfaat Mengamalkan Doa Sholat Idul Fitri

Mengamalkan doa dalam sholat Idul Fitri bukan sekadar rutinitas, tetapi memiliki dampak spiritual yang mendalam. Salah satu hikmah utamanya adalah memperkuat hubungan antara hamba dengan Allah SWT.

Dalam Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali dijelaskan bahwa doa merupakan inti dari ibadah karena di dalamnya terdapat pengakuan akan kelemahan manusia dan ketergantungan kepada Allah.

Selain itu, rangkaian doa dalam sholat Idul Fitri juga meningkatkan kesadaran spiritual. Umat Islam diingatkan kembali pada tujuan hidup, yakni beribadah dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Dari sisi sosial, pelaksanaan sholat Idul Fitri secara berjamaah juga mempererat ukhuwah Islamiyah.

Momen berkumpul di lapangan atau masjid menciptakan rasa kebersamaan tanpa memandang latar belakang sosial.

Lebih jauh, doa-doa yang dipanjatkan menjadi refleksi atas perjalanan Ramadhan. Harapan agar amal diterima dan dosa diampuni menjadi inti dari makna Idul Fitri sebagai hari kembali kepada fitrah.

Lebih dari Sekadar Bacaan

Sholat Idul Fitri bukan hanya rangkaian gerakan dan bacaan, melainkan ibadah yang menyatukan dimensi spiritual dan sosial sekaligus.

Doa-doa yang menyertainya menjadi sarana komunikasi langsung antara manusia dengan Allah SWT.

Dengan memahami niat, urutan doa dan takbir, serta makna doa setelah sholat, umat Islam dapat menjalankan sholat Idul Fitri dengan lebih sadar dan penuh penghayatan.

Pada akhirnya, keberhasilan Idul Fitri tidak hanya diukur dari pelaksanaan ritualnya, tetapi dari sejauh mana ibadah tersebut mampu membawa perubahan dalam kehidupan sehari-hari menuju pribadi yang lebih bertakwa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Doa Sholat Idul Fitri Lengkap: Niat, Takbir, dan Artinya
Doa Sholat Idul Fitri Lengkap: Niat, Takbir, dan Artinya
Aktual
Menyentuh! Jelang Lebaran, Polisi di Tulungagung Berbagi untuk Penggali Kubur dan Bilal Jenazah
Menyentuh! Jelang Lebaran, Polisi di Tulungagung Berbagi untuk Penggali Kubur dan Bilal Jenazah
Aktual
Bacaan dan Tata Cara Sholat Idul Fitri Lengkap dengan Niat
Bacaan dan Tata Cara Sholat Idul Fitri Lengkap dengan Niat
Aktual
Jadwal Buka Puasa Kota Solo Hari Ini 20 Maret 2026
Jadwal Buka Puasa Kota Solo Hari Ini 20 Maret 2026
Aktual
Jadwal Buka Puasa Kabupaten Sleman Hari Ini 20 Maret 2026
Jadwal Buka Puasa Kabupaten Sleman Hari Ini 20 Maret 2026
Aktual
Jadwal Buka Puasa Kota Yogyakarta Hari Ini 20 Maret 2026
Jadwal Buka Puasa Kota Yogyakarta Hari Ini 20 Maret 2026
Aktual
Warga Muhammadiyah di Bali Gelar Shalat Id Sejam setelah Nyepi Berakhir
Warga Muhammadiyah di Bali Gelar Shalat Id Sejam setelah Nyepi Berakhir
Aktual
Fenomena Gen Z Memadati Masjid untuk Itikaf di Akhir Ramadhan, Ternyata Ini Alasannya
Fenomena Gen Z Memadati Masjid untuk Itikaf di Akhir Ramadhan, Ternyata Ini Alasannya
Aktual
Khutbah Id di Mataram Soroti Konflik Global: Umat Diminta Lebih Peka dan Peduli Sesama
Khutbah Id di Mataram Soroti Konflik Global: Umat Diminta Lebih Peka dan Peduli Sesama
Aktual
Pesan Idul Fitri Dedi Mulyadi: Lebaran Tak Harus ke Open House, Keluarga Lebih Utama
Pesan Idul Fitri Dedi Mulyadi: Lebaran Tak Harus ke Open House, Keluarga Lebih Utama
Aktual
Jadwal Buka Puasa Kota Makassar Hari Ini 20 Maret 2026
Jadwal Buka Puasa Kota Makassar Hari Ini 20 Maret 2026
Aktual
Puasa Beda, Lebaran Beda: Dosen UMM Soroti Fenomena Ibadah Campuran
Puasa Beda, Lebaran Beda: Dosen UMM Soroti Fenomena Ibadah Campuran
Aktual
Jelang Shalat Idul Fitri, Kapasitas Masjid Nasional Al Akbar Surabaya Diperluas
Jelang Shalat Idul Fitri, Kapasitas Masjid Nasional Al Akbar Surabaya Diperluas
Aktual
Warga Muhammadiyah Palopo Rayakan Idul Fitri Lebih Awal, Ribuan Jemaah Padati Kampus Unismuh
Warga Muhammadiyah Palopo Rayakan Idul Fitri Lebih Awal, Ribuan Jemaah Padati Kampus Unismuh
Aktual
Ratusan Warga Muhammadiyah Shalat Id di Masjid Polres Labuan Bajo, Pilih Sederhana demi Jaga Toleransi
Ratusan Warga Muhammadiyah Shalat Id di Masjid Polres Labuan Bajo, Pilih Sederhana demi Jaga Toleransi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com