Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Fenomena Gen Z Memadati Masjid untuk Itikaf di Akhir Ramadhan, Ternyata Ini Alasannya

Kompas.com, 20 Maret 2026, 14:30 WIB
Izzatun Najibah,
Farid Assifa

Tim Redaksi

SURABAYA, KOMPAS.com - Lima malam ganjil di akhir Ramadhan di masjid semakin dipenuhi oleh kalangan generasi Z atau Gen Z untuk beribadah dan berzikir.

Menjelang waktu dini hari di lima malam ganjil terakhir Ramadhan, masjid-masjid di kota-kota besar maupun pedesaan akan dipenuhi jemaah untuk melaksanakan shalat Lailatul Qadar dan i’tikaf.

Tidak hanya para lansia, para Gen Z tak mau kalah mengejar berkah di malam ganjil Ramadhan. Seringkali, para Gen Z juga menggelar sahur on the road selepas dari masjid.

Dosen Fakultas Studi Islam dan Peradaban (FSIP) Universitas Muhammadiyah Surabaya, M Febriyanto Firman Wijaya, menyebut bahwa tingginya minat Gen Z melakukan i’tikaf tidak bisa sekadar dilihat sebagai peningkatan semangat ibadah.

Baca juga: 7 Amalan Itikaf di 10 Malam Terakhir Ramadhan yang Jarang Dilakukan, Padahal Pahalanya Besar

Menurutnya, ada perubahan cara generasi muda mencari ruang untuk mengekspresikan diri dan membangun kebersamaan di tengah sibuknya kehidupan kota yang sangat konsumtif.

Dalam kondisi seperti itu, masjid menjadi tempat berkumpul yang terbuka bagi siapa saja tanpa tekanan sosial maupun finansial.

“Bagi Gen Z yang sehari-hari dihadapkan pada tuntutan produktivitas, budaya hustle, hingga kekhawatiran ekonomi, masjid pada sepuluh malam terakhir Ramadan menjadi ruang yang nyaman dan setara bagi semua orang,” ujar Riyan, Kamis (19/3/2026).

Di ruang tersebut, perbedaan status sosial dan ekonomi menjadi tidak terlihat. Setiap orang datang dengan tujuan yang sama, yakni beribadah dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Selain itu, i’tikaf menjadi waktu jeda istirahat sejenak dari kehidupan teknologi digital atau media sosial yang setiap hari menyibukkan Gen Z. Sebab, i’tikaf akan dihadapkan dengan perasaan tenang, doa dan refleksi diri.

“Sebagai generasi yang tumbuh bersama internet dan media sosial, Gen Z sering kali berada dalam arus informasi yang sangat cepat dan terus-menerus,” sambungnya.

Faktor lainnya adalah kebutuhan akan kebersamaan. Meski hidup di era yang sangat terkoneksi secara digital, banyak anak muda justru merasakan kesepian dalam kehidupan nyata.

Kegiatan i’tikaf yang dilakukan bersama-sama di masjid menciptakan rasa kebersamaan, seperti berbagi sahur, beribadah bersama, hingga berbincang setelah salat malam.

Tidak jarang Gen Z akan membagikan momen i’tikaf di media sosial masing-masing. Kondisi juga bisa memengaruhi orang lain untuk melakukan kegiatan serupa.

Baca juga: Apa Itu Itikaf? Ini Arti, Niat, Waktu Mulai, dan Amalan Itikaf di Masjid pada 10 Hari Terakhir Ramadan

Tetapi menurutnya fenomena ini tidak bisa dianggap sekadar ikut-ikutan karena keputusan anak muda untuk bertahan berhari-hari di masjid menunjukkan adanya kebutuhan yang lebih dalam, yakni mencari ketenangan, komunitas, dan ruang yang terasa lebih autentik.

“Selain sebagai bentuk kesalehan, fenomena ini juga menunjukkan bahwa generasi muda sedang mencari ruang aman dan kebersamaan yang selama ini sulit mereka temukan dalam kehidupan modern,” tutupnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Bolehkah Puasa Syawal Digabung Senin Kamis? Ini Hukum dan Niatnya
Bolehkah Puasa Syawal Digabung Senin Kamis? Ini Hukum dan Niatnya
Aktual
Niat Puasa Qadha Kapan Dibaca? Waktu, Niat dan Ketentuannya
Niat Puasa Qadha Kapan Dibaca? Waktu, Niat dan Ketentuannya
Doa dan Niat
Surat Yasin Lengkap Bahasa Indonesia: Bacaan, Arti, dan Keutamaannya
Surat Yasin Lengkap Bahasa Indonesia: Bacaan, Arti, dan Keutamaannya
Aktual
Khutbah Jumat 27 Maret 2026: Menjaga Ruh Ramadhan di Bulan Syawal dan Seterusnya
Khutbah Jumat 27 Maret 2026: Menjaga Ruh Ramadhan di Bulan Syawal dan Seterusnya
Aktual
Sekolah Tetap Masuk usai Lebaran 2026, Pemerintah Batalkan Wacana Belajar Hybrid
Sekolah Tetap Masuk usai Lebaran 2026, Pemerintah Batalkan Wacana Belajar Hybrid
Aktual
Hukum Menggabung Puasa Qadha dan Syawal, Boleh atau Harus Dipisah? Ini Penjelasan Ulama
Hukum Menggabung Puasa Qadha dan Syawal, Boleh atau Harus Dipisah? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Halal Bihalal dengan ASN, Wabup Bangkalan Minta Kinerja Pegawai Tak Menurun Hingga Hemat BBM
Halal Bihalal dengan ASN, Wabup Bangkalan Minta Kinerja Pegawai Tak Menurun Hingga Hemat BBM
Aktual
Parenting 'Orang Kaya' Disorot, Islam Ajarkan Adab & Karakter Anak
Parenting "Orang Kaya" Disorot, Islam Ajarkan Adab & Karakter Anak
Aktual
Cuaca Ekstrem Ancam Makkah dan Madinah, Saudi Keluarkan Peringatan
Cuaca Ekstrem Ancam Makkah dan Madinah, Saudi Keluarkan Peringatan
Aktual
Inspirasi Outfit Pria Muslim April 2026: Koko Oversize, Kurta, hingga Warna Earth Tone
Inspirasi Outfit Pria Muslim April 2026: Koko Oversize, Kurta, hingga Warna Earth Tone
Aktual
Bacaan Sujud Tilawah Lengkap: Doa, Tata Cara dan Keutamaannya Lengkap
Bacaan Sujud Tilawah Lengkap: Doa, Tata Cara dan Keutamaannya Lengkap
Aktual
Banyak Warga Menikah Setelah Lebaran, Kemenag Pastikan Layanan KUA Tetap Berjalan Saat WFA
Banyak Warga Menikah Setelah Lebaran, Kemenag Pastikan Layanan KUA Tetap Berjalan Saat WFA
Aktual
Ayat Seribu Dinar: Bacaan Lengkap, Arti, dan Rahasia Keutamaannya
Ayat Seribu Dinar: Bacaan Lengkap, Arti, dan Rahasia Keutamaannya
Doa dan Niat
Kalender Jawa April 2026 Lengkap dengan Weton: Tanggal Islam, Pasaran, dan Hari Baik
Kalender Jawa April 2026 Lengkap dengan Weton: Tanggal Islam, Pasaran, dan Hari Baik
Aktual
Waspada Microsleep Saat Balik Lebaran, Ini Tanda dan Cara Mencegahnya
Waspada Microsleep Saat Balik Lebaran, Ini Tanda dan Cara Mencegahnya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com