Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Amalan Itikaf di 10 Malam Terakhir Ramadhan yang Jarang Dilakukan, Padahal Pahalanya Besar

Kompas.com, 12 Maret 2026, 11:37 WIB
Add on Google
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Menjelang sepuluh malam terakhir Ramadhan, banyak umat Islam mulai melakukan itikaf di masjid. Ibadah ini dilakukan dengan berdiam diri di masjid untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.

Secara sederhana, itikaf adalah berdiam diri di masjid untuk beribadah kepada Allah dengan tata cara tertentu.

Rasulullah SAW sendiri dikenal selalu melakukan itikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan untuk mencari malam Lailatul Qadr.

Namun, masih banyak orang yang belum mengetahui amalan apa saja yang sebaiknya dilakukan saat itikaf.

Baca juga: Apa Itu Itikaf? Ini Arti, Niat, Waktu Mulai, dan Amalan Itikaf di Masjid pada 10 Hari Terakhir Ramadan

Berikut beberapa amalan itikaf yang dianjurkan selama berada di masjid yang dikutip dari buku Fiqh Ringkas I'tikaf karya M Nur Ichwan Muslim.

1. Memperbanyak Membaca Al-Qur’an

Salah satu amalan utama saat itikaf adalah membaca Al-Qur’an.

Karena itikaf bertujuan untuk memusatkan hati kepada Allah dan menjauh dari kesibukan dunia, membaca Al-Qur’an menjadi cara terbaik untuk menghidupkan waktu selama berada di masjid.

Banyak orang menargetkan khatam Al-Qur’an selama 10 hari terakhir Ramadhan saat itikaf.

2. Memperbanyak Dzikir

Amalan lain yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak dzikir.

Dzikir dapat dilakukan kapan saja, baik setelah shalat maupun di sela-sela waktu istirahat.

Beberapa dzikir yang sering dibaca saat itikaf antara lain:

  • Subhanallah
  • Alhamdulillah
  • Allahu Akbar
  • La ilaha illallah

Dzikir membantu menenangkan hati dan membuat seseorang lebih fokus dalam ibadah.

3. Memperbanyak Doa

Saat melakukan itikaf, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa.

Apalagi pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, terdapat kemungkinan datangnya malam Lailatul Qadr, malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Salah satu doa yang sering dianjurkan dibaca adalah:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Artinya:

"Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku."

4. Melaksanakan Shalat Sunnah

Selama itikaf, umat Islam dianjurkan memperbanyak shalat sunnah.

Misalnya:

  • shalat tahajud
  • shalat taubat
  • shalat hajat
  • shalat sunnah mutlak

Ibadah ini menjadi kesempatan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah.

5. Muhasabah atau Introspeksi Diri

Itikaf juga menjadi waktu terbaik untuk melakukan muhasabah, yaitu merenungkan perjalanan hidup dan memperbaiki diri.

Dengan menjauh dari kesibukan dunia, seseorang dapat lebih fokus mengevaluasi diri dan memperbaiki hubungan dengan Allah.

6. Mengurangi Aktivitas Duniawi

Tujuan utama itikaf adalah memutus sementara kesibukan dunia dan fokus beribadah kepada Allah.

Karena itu, selama itikaf dianjurkan mengurangi aktivitas yang tidak bermanfaat seperti terlalu sering menggunakan ponsel, berbicara hal yang tidak perlu, dan aktivitas yang mengganggu kekhusyukan ibadah.

Baca juga: 10 Malam Terakhir Ramadhan 2026, Ribuan Jamaah Itikaf di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

7. Mencari Malam Lailatul Qadr

Tujuan utama itikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadhan adalah mencari malam Lailatul Qadr.

Malam ini memiliki keutamaan yang sangat besar karena nilainya lebih baik dari seribu bulan.

Itulah sebabnya Rasulullah SAW bersungguh-sungguh dalam beribadah pada malam-malam terakhir Ramadhan.

Penutup

Itikaf bukan sekadar berdiam diri di masjid, tetapi kesempatan untuk memperbaiki hati, memperbanyak ibadah, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Dengan memahami amalan itikaf yang dianjurkan, umat Islam dapat memanfaatkan sepuluh malam terakhir Ramadhan dengan lebih maksimal.

Baca juga: Itikaf di Rumah Apakah Sah? Ini Pendapat Ulama dan Dalilnya

Semoga ibadah itikaf yang dilakukan menjadi jalan untuk mendapatkan ampunan Allah dan keberkahan Lailatul Qadr.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Arab Saudi Berlakukan Sanksi Berat bagi Pelaku Usaha Pangan Ilegal saat Musim Haji 2026
Arab Saudi Berlakukan Sanksi Berat bagi Pelaku Usaha Pangan Ilegal saat Musim Haji 2026
Aktual
Imranul Karin, Qari Asal Kaltim Berhasil Raih juara MTQ Internasional 2026 di Rusia
Imranul Karin, Qari Asal Kaltim Berhasil Raih juara MTQ Internasional 2026 di Rusia
Aktual
Cara Naik Bus Shalawat ke Masjidil Haram, Panduan Jemaah Haji untuk Bepergian hingga Pulang ke Hotel
Cara Naik Bus Shalawat ke Masjidil Haram, Panduan Jemaah Haji untuk Bepergian hingga Pulang ke Hotel
Aktual
Jemaah Haji Indonesia Dapat Jatah Air Minum di Makkah, PPIH Perkuat Antisipasi Hadapi Cuaca Panas
Jemaah Haji Indonesia Dapat Jatah Air Minum di Makkah, PPIH Perkuat Antisipasi Hadapi Cuaca Panas
Aktual
Kisah Petugas Haji yang Bekerja Tanpa Pamrih, Ikhlas Bantu Ganti Popok Jemaah Lansia di Bandara Madinah
Kisah Petugas Haji yang Bekerja Tanpa Pamrih, Ikhlas Bantu Ganti Popok Jemaah Lansia di Bandara Madinah
Aktual
Tips Ampuh Cegah Kaki Lecet dan Melepuh bagi Jemaah Haji Saat Ibadah di Tanah Suci
Tips Ampuh Cegah Kaki Lecet dan Melepuh bagi Jemaah Haji Saat Ibadah di Tanah Suci
Aktual
Jemaah Haji Pacitan Tandai Koper Bagasi dengan Pita dan Boneka, Mudahkan Identifikasi di Tanah Suci
Jemaah Haji Pacitan Tandai Koper Bagasi dengan Pita dan Boneka, Mudahkan Identifikasi di Tanah Suci
Aktual
Jemaah Haji Lansia Tak Perlu Paksakan Diri Shalat Arbain, Ini Penjelasannya
Jemaah Haji Lansia Tak Perlu Paksakan Diri Shalat Arbain, Ini Penjelasannya
Aktual
Keringat di Pasar Japura Antarkan Hasanudin dan Kudaedah ke Tanah Suci
Keringat di Pasar Japura Antarkan Hasanudin dan Kudaedah ke Tanah Suci
Aktual
Jemaah Haji Kini Bisa Lapor Kendala di Tanah Suci lewat Aplikasi Kawal Haji
Jemaah Haji Kini Bisa Lapor Kendala di Tanah Suci lewat Aplikasi Kawal Haji
Aktual
PPIH Jelaskan Cara Membaca Kode Sektor Penginapan dan Nomor Hotel Jemaah Haji di Makkah
PPIH Jelaskan Cara Membaca Kode Sektor Penginapan dan Nomor Hotel Jemaah Haji di Makkah
Aktual
Hari Keenam Haji 2026: 28.274 Jemaah Berangkat, 125 Ribu Nikmati Fast Track Tanpa Antre
Hari Keenam Haji 2026: 28.274 Jemaah Berangkat, 125 Ribu Nikmati Fast Track Tanpa Antre
Aktual
Arab Saudi Perketat Aturan Haji 2026, Jamaah Dilarang Live Streaming di Masjid Nabawi
Arab Saudi Perketat Aturan Haji 2026, Jamaah Dilarang Live Streaming di Masjid Nabawi
Aktual
Kemenhaj Siapkan 177 Hotel untuk Jamaah Haji di Makkah, Ada yang Bisa Tampung 21.500 Orang
Kemenhaj Siapkan 177 Hotel untuk Jamaah Haji di Makkah, Ada yang Bisa Tampung 21.500 Orang
Aktual
Sudah Dilarang, Petugas Masih Temukan Rice Cooker hingga Pemanas Air di Bagasi Jemaah Haji
Sudah Dilarang, Petugas Masih Temukan Rice Cooker hingga Pemanas Air di Bagasi Jemaah Haji
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com