Editor
KOMPAS.com - Menjelang akhir bulan Ramadan, banyak umat Islam mulai melakukan itikaf di masjid untuk meningkatkan ibadah dan mencari malam Lailatul Qadr. Namun masih banyak yang bertanya, itikaf artinya apa, itikaf mulai kapan, dan itikaf ngapain saja di masjid?
Ibadah ini memiliki keutamaan besar dalam Islam dan dianjurkan terutama pada 10 hari terakhir Ramadan.
Berikut penjelasan lengkap tentang arti itikaf, niat itikaf, tata cara, hingga amalan yang bisa dilakukan saat itikaf yang dikutip dari buku Fiqh Ringkas I'tiqaf karya M Nur Ichwan Muslim.
Secara bahasa, itikaf artinya berdiam diri atau menahan diri dari aktivitas tertentu.
Baca juga: 10 Malam Terakhir Ramadhan 2026, Ribuan Jamaah Itikaf di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
Sedangkan menurut istilah syariat, itikaf adalah berdiam diri di dalam masjid untuk beribadah kepada Allah dengan tata cara tertentu.
Dengan kata lain, seseorang yang melakukan itikaf akan fokus memperbanyak ibadah dan menjauhkan diri dari kesibukan dunia sementara waktu.
Banyak orang bertanya itikaf mulai jam berapa atau kapan waktu terbaik melakukannya.
Para ulama menjelaskan bahwa itikaf sangat dianjurkan pada sepuluh hari terakhir Ramadan sebagaimana yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.
Jika ingin mengikuti sunnah Nabi, seseorang dianjurkan memulai itikaf sejak matahari terbenam pada malam ke-21 Ramadan.
Artinya, itikaf dimulai sejak malam 21 Ramadan dan berlangsung hingga akhir bulan Ramadan.
Salah satu syarat utama itikaf adalah dilaksanakan di masjid.
Hal ini berdasarkan ayat Al-Qur’an yang menyebutkan:
“Dan janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’itikaf dalam masjid.” (Al-Baqarah: 187).
Para ulama juga sepakat bahwa itikaf dilakukan di masjid, terutama masjid yang di dalamnya dilaksanakan shalat berjamaah.
Karena itu, sebagian besar ulama menyatakan itikaf di rumah tidak termasuk itikaf syar’i, kecuali dalam kondisi tertentu.
Agar ibadah sah, seseorang harus memiliki niat itikaf.
Contoh niat itikaf:
نَوَيْتُ الاِعْتِكَافَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya:
"Saya berniat itikaf di masjid ini karena Allah Ta’ala."
Niat cukup dilakukan di dalam hati ketika seseorang memasuki masjid untuk melakukan itikaf.
Banyak orang juga bertanya itikaf ngapain aja selama di masjid.
Tujuan utama itikaf adalah memusatkan hati untuk beribadah kepada Allah dan menjauhkan diri dari kesibukan dunia.
Baca juga: Itikaf di Rumah Apakah Sah? Ini Pendapat Ulama dan Dalilnya
Beberapa amalan itikaf yang dianjurkan antara lain:
Itikaf menjadi momen untuk memperbaiki hati dan mendekatkan diri kepada Allah.
Berikut panduan itikaf yang umum dilakukan umat Islam:
1. Berniat itikaf karena Allah
2. Masuk ke masjid sebelum waktu itikaf dimulai
3. Memperbanyak ibadah seperti dzikir dan membaca Al-Qur’an
4. Menghindari aktivitas yang tidak bermanfaat
5. Tetap menjaga adab di masjid
Tujuan utama dari semua aktivitas tersebut adalah menghidupkan malam-malam Ramadan dengan ibadah.
Para ulama menjelaskan bahwa wanita juga diperbolehkan melakukan itikaf selama memenuhi syarat.
Misalnya:
Dalam sejarah Islam, para istri Nabi juga pernah melakukan itikaf setelah Rasulullah wafat.
Itikaf memiliki banyak hikmah, salah satunya adalah membersihkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah.
Dengan menjauh dari kesibukan dunia, seorang muslim dapat lebih fokus berdzikir, berdoa, dan memperbaiki diri.
Karena itu, ibadah ini sangat dianjurkan terutama pada 10 malam terakhir Ramadan yang diyakini menjadi waktu turunnya Lailatul Qadr.
Baca juga: Itikaf di 10 Hari Terakhir Ramadhan: Pengertian, Hukum Keluar Masjid, dan Amalan yang Dianjurkan
Ibadah itikaf di masjid merupakan salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan pada akhir Ramadan. Selain menjadi kesempatan untuk memperbanyak ibadah, itikaf juga menjadi momen refleksi spiritual agar hati lebih dekat kepada Allah.
Dengan memahami arti itikaf, niat itikaf, waktu mulai, dan tata cara melakukannya, umat Islam dapat menjalankan ibadah ini dengan lebih khusyuk dan sesuai tuntunan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang