Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jelang Shalat Idul Fitri, Kapasitas Masjid Nasional Al Akbar Surabaya Diperluas

Kompas.com, 20 Maret 2026, 13:18 WIB
Diki Febrianto,
Farid Assifa

Tim Redaksi

SURABAYA, KOMPAS.com – Kapasitas jemaah dan tempat parkir di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya diperluas menjelang pelaksanaan shalat Idulfitri 1447 H/2026.

Pelaksanaan shalat Idulfitri yang akan berlangsung besok Sabtu (21/3/2026) diperkirakan dapat menampung sebanyak 60 ribu jemaah.

Jumlah tersebut mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Di mana tahun sebelumnya, masjid terbesar di Surabaya itu menampung sebesar 45 ribu jemaah.

Selain kapasitas tempat shalat, kantong-kantong parkir juga diperluas untuk mengurai kemacetan, baik saat menuju masjid maupun kepulangan.

Baca juga: Warga Muhammadiyah Palopo Rayakan Idul Fitri Lebih Awal, Ribuan Jemaah Padati Kampus Unismuh

menyatakan kesiapannya menggelar shalat Idulfitri 1447 Hijriah tahun 2026 dengan kapasitas hingga 60.000 jemaah.

Hal itu disampaikan Humas Masjid Nasional Al-Akbar, Helmy M Noor, seraya menegaskan pihaknya siap melaksanakan shalat Id kapan pun, menyesuaikan keputusan dan ketetapan pemerintah.

"Secara teknis kita sudah gladikan saat qiyamul lail dalam jumlah besar, terutama malam-malam ganjil. Sampai 40.000 jemaah, itu menjadi cerminan shalat Idulfitri kurang lebih juga sama," ujar Humas Masjid Nasional Al-Akbar, Helmy M Noor, Jumat (20/3/2026).

Untuk pelaksanaan shalat Id, masjid telah menetapkan Prof Dr KH Muhammad Ali Aziz, Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya, sebagai khatib.

Adapun posisi imam akan diisi oleh KH Abdul Hamid Abdullah.

Guna mengakomodasi lonjakan jemaah, pihak masjid menyiapkan saf darurat di halaman sisi timur, utara, dan selatan bagi jemaah yang tidak tertampung di dalam gedung, baik lantai satu maupun lantai dua.

Dengan tambahan ruang tersebut, kapasitas total diperkirakan mencapai 60.000 jemaah.

Terkait perparkiran, Helmy menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menyiapkan kantong-kantong parkir.

Melihat kapasitas parkir resmi di area masjid sendiri terbilang terbatas, yakni 600 petak untuk kendaraan roda empat dan 1.200 petak untuk sepeda motor.

Kapasitas itu pun akan semakin berkurang karena sebagian halaman dimanfaatkan untuk saf shalat.

Oleh karena itu, ada beberapa lokasi seperti SMP Negeri 22 Surabaya dan Gereja Katolik Paroki Sakramen Mahakudus akan menjadi tempat parkir sementara, saat pelaksanaan shalat Idulfitri berlangsung.

Baca juga: Khutbah Idul Fitri 1447 H: Tetap Istiqamah dalam Kebaikan Meski Ramadhan Usai

Helmy mengimbau jemaah agar tiba di masjid sejak waktu subuh demi menghindari penumpukan saat masuk.

Para jemaah harus mematuhi ketentuan parkir yang berlaku agar arus lalu lintas di sekitar masjid tetap lancar.

"Pengalaman yang lalu, parkirnya menutup jalan sehingga ketika selesai shalat orang tidak bisa keluar," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Mengintip Persiapan Tradisi Penggantian Kiswah Baru Ka'bah Jelang Tahun Baru Islam 1448 H
Mengintip Persiapan Tradisi Penggantian Kiswah Baru Ka'bah Jelang Tahun Baru Islam 1448 H
Aktual
PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada 17 Juni 2026, Ini Alasannya
PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada 17 Juni 2026, Ini Alasannya
Aktual
Sahabat Tuli Kini Punya Kosa Isyarat Keislaman, Kemenag Luncurkan KOSMIN
Sahabat Tuli Kini Punya Kosa Isyarat Keislaman, Kemenag Luncurkan KOSMIN
Aktual
Tahun Baru Hijriah 1448 H: Momentum Moralitas dan Kebangkitan Nilai
Tahun Baru Hijriah 1448 H: Momentum Moralitas dan Kebangkitan Nilai
Aktual
Jadwal Puasa Muharram 2026 Lengkap: Tasua, Asyura, Ayyamul Bidh, dan Senin-Kamis
Jadwal Puasa Muharram 2026 Lengkap: Tasua, Asyura, Ayyamul Bidh, dan Senin-Kamis
Aktual
Haji Pulang Diimbau Tak Langsung Keluyuran, Isolasi Mandiri 14 Hari
Haji Pulang Diimbau Tak Langsung Keluyuran, Isolasi Mandiri 14 Hari
Aktual
Arab Saudi Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada 16 Juni 2026
Arab Saudi Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada 16 Juni 2026
Aktual
Hilal Tak Terlihat, PBNU Tetapkan 1 Muharram Rabu 17 Juni 2026
Hilal Tak Terlihat, PBNU Tetapkan 1 Muharram Rabu 17 Juni 2026
Aktual
Presiden Jerman Terharu Lihat Istiqlal-Katedral, Menag: Sulit Ditemukan di Belahan Dunia Lain
Presiden Jerman Terharu Lihat Istiqlal-Katedral, Menag: Sulit Ditemukan di Belahan Dunia Lain
Aktual
Tahun Baru Islam 1448 H Dimulai, Kiswah Kabah Resmi Diganti 1 Muharram
Tahun Baru Islam 1448 H Dimulai, Kiswah Kabah Resmi Diganti 1 Muharram
Aktual
Tahun Baru Islam: Doa Akhir Tahun dan Doa Awal Tahun Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Tahun Baru Islam: Doa Akhir Tahun dan Doa Awal Tahun Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Muharam 1448 H Tiba, Ini Keutamaan dan Amalan Sunnahnya
Muharam 1448 H Tiba, Ini Keutamaan dan Amalan Sunnahnya
Aktual
Pentingnya Shalat dalam Islam: Kunci Kesuksesan Abadi di Akhirat
Pentingnya Shalat dalam Islam: Kunci Kesuksesan Abadi di Akhirat
Aktual
Pemulangan Haji Gelombang I Berakhir, 95.178 Jemaah Diterbangkan
Pemulangan Haji Gelombang I Berakhir, 95.178 Jemaah Diterbangkan
Aktual
Sedekah Kolektif ASN Banyuwangi di Peringatan 1 Muharram, Wujud Ta’awun untuk Sesama
Sedekah Kolektif ASN Banyuwangi di Peringatan 1 Muharram, Wujud Ta’awun untuk Sesama
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com