Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Akhir Ramadhan: Arab, Latin, dan Artinya

Kompas.com, 20 Maret 2026, 09:45 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Doa akhir Ramadhan menjadi salah satu amalan penting yang dianjurkan bagi umat Islam menjelang berakhirnya bulan suci.

Doa ini dipanjatkan sebagai bentuk harapan agar dipertemukan kembali dengan Ramadhan berikutnya serta memperoleh ampunan dan rahmat Allah SWT.

Selain itu, doa ini juga menjadi momen refleksi atas perjalanan ibadah selama sebulan penuh.

Melalui doa ini, umat Islam diingatkan untuk terus memperbaiki diri setelah Ramadhan usai.

Baca juga: Bacaan Takbiran Idul Fitri Versi Pendek dan Panjang, Lengkap Arab, Latin, serta Artinya

Bacaan Doa Akhir Ramadhan 

Dilansir dari Tribun Sumsel dan Baznas Kota Sukabumi, berikut adalah bacaan doa akhir Ramadhan.

Doa Akhir Ramadhan Sesuai Sunnah

Doa akhir Ramadhan diriwayatkan dibaca oleh Rasulullah SAW pada penghujung bulan suci. Berikut bacaan doanya:

اللَّهُمَّ لاَ تَجْعَلْهُ آخِرَ الْعَهْدِ مِنْ صِيَامِنَا إِيَّاهُ، فَإِنْ جَعَلْتَهُ فَاجْع لْنِيْ مَرْحُوْمًا وَ لاَ تَجْعَلْنِيْ مَحْرُوْمًا

Arab latin: Allahuma laa taj'alhu aakhiril'ahdi min shiyaminaa iyyaahu, fain ja'altahu faj'alnii marhuuman walaa taj'alnii mahruuman.

Artinya: Ya Allah, janganlah Kau jadikan puasa ini yang terakhir dalam hidupku. Jika Engkau menjadikannya sebagai yang terakhir, maka jadikanlah aku sebagai orang yang Engkau sayangi dan jangan jadikan aku sebagai orang yang Engkau jauhkan.

Doa ini disebutkan dalam riwayat hadits dari Jabir bin Abdillah dari Muhammad al-Mustafa.

"Siapa yang membaca doa ini pada hari terakhir Ramadhan, ia akan mendapatkan salah satu dari dua kebaikan di antaranya menjumpai Ramadan mendatang atau pengampunan dan rahmat Allah."

Doa Agar Puasa Diterima

Selain doa utama, terdapat doa lain yang dapat diamalkan agar ibadah puasa diterima oleh Allah SWT:

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ صِيَامِيْ فِيْهِ بِالشُّكْرِ وَ الْقَبُوْلِ عَلَى مَا تَرْضَاهُ وَ يَرْضَاهُ الرَّسُوْلُ مُحْكَمَةً فُرُوْعُهُ بِالأُصُوْلِ بِحَقِّ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ الطَّاهِرِيْنَ وَ الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ‏

Arab latin: Allahummaj’al shiyamii fiihi bisysyukri wal qabuuli ‘alaa maa tardhaahur wayardlaahurrasuulu muhkamatan furuu’uhu bil ushuli bihaqqi sayyidinaa muhammadin wa aalihit al-thaahiriin wal hamdu lillahi rabbil ‘aalamin.

Artinya: ”Ya Allah, terimalah puasaku di bulan ini dengan rasa syukur. Jadikanlah puasaku ini mendatangkan keridhaan-Mu dan keridhaan para Rasul-Mu. Engkau kuatkan cabang-cabangnya dan pokok-pokoknya. Demi kebenaran junjungan kami Muhammad SAW beserta keluarganya yang suci. Segala puji bagi-Mu ya Allah, Tuhan semesta alam.”

Doa Agar Dipertemukan dengan Ramadhan Berikutnya

اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِيْ إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـيْ رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِيْ مُتَقَبَّلاً

Arab latin: Allahumma sallimni ila ramadhana wa sallim li ramadhana wa tasallamhu minni mutaqabbala.

Artinya: Ya Allah, sampaikanlah aku hingga Ramadhan dan sampaikanlah Ramadhan kepadaku serta terimalah amal-amalku di dalamnya.

Doa Agar Seluruh Ibadah Diterima

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صِيَامَنَا وَقِيَمَنَا وَرُكُوْعَنَا وَسُجُوْدَنَا وَتِلَاوَتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Arab latin: Rabbana taqabbal minna shiyamana wa qiyamana wa ruku'ana wa sujudana wa tilawatana innaka antas sami'ul alim.

Artinya: Wahai Tuhan kami, terimalah puasa kami, salat kami, rukuk kami, sujud kami, dan tilawah kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Pendapat Ulama tentang Doa Akhir Ramadhan

Beberapa ulama memiliki pendapat terhadap bacaan doa yang dibaca pada akhir bulan Ramadhan.

Mazhab Hanafi menyebut doa di akhir Ramadhan sangat dianjurkan sebagai bentuk penghormatan terhadap bulan suci. Imam Abu Hanifah menilai doa pada waktu tersebut memiliki peluang besar untuk dikabulkan.

Mazhab Maliki juga menekankan pentingnya doa sebagai permohonan agar seluruh amal ibadah selama Ramadhan diterima oleh Allah SWT.

Sementara itu, Imam Syafi’i menjelaskan bahwa doa akhir Ramadhan sebaiknya mencakup permohonan ampunan, rahmat, dan harapan untuk bertemu kembali dengan Ramadhan berikutnya.

Mazhab Hambali menganjurkan doa dilakukan dengan penuh ketundukan, terutama setelah shalat malam atau saat sahur terakhir.

Keutamaan Doa Akhir Ramadhan

Doa akhir Ramadhan memiliki sejumlah keutamaan, di antaranya sebagai harapan untuk kembali bertemu Ramadhan di tahun berikutnya.

Selain itu, doa ini menjadi sarana memohon rahmat dan ampunan atas segala kekurangan selama beribadah.

Membaca doa juga membantu meningkatkan kesadaran spiritual, sehingga umat Islam dapat mengevaluasi diri dan berkomitmen menjadi pribadi yang lebih baik setelah Ramadhan berakhir.

Doa akhir Ramadhan menjadi amalan penting yang sarat makna spiritual bagi umat Islam.

Selain sebagai bentuk syukur, doa ini juga menjadi sarana introspeksi diri setelah menjalani ibadah puasa.

Dengan mengamalkannya, diharapkan setiap Muslim dapat menjaga kualitas ibadah dan meningkatkan ketakwaan di masa mendatang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Ribuan Alumni Tebuireng Berkumpul, Wasiat KH Hasyim Asy’ari Kembali Digaungkan
Ribuan Alumni Tebuireng Berkumpul, Wasiat KH Hasyim Asy’ari Kembali Digaungkan
Aktual
Jadwal Lengkap Keberangkatan dan Pemulangan Jemaah Haji Indonesia 2026
Jadwal Lengkap Keberangkatan dan Pemulangan Jemaah Haji Indonesia 2026
Aktual
Biaya Haji Lokal Sulut Naik Jadi Rp 5 Juta Per Jemaah, Dibiayai APBD
Biaya Haji Lokal Sulut Naik Jadi Rp 5 Juta Per Jemaah, Dibiayai APBD
Aktual
Kisah Harsono, Jemaah Haji Tertua Karanganyar yang Berangkat dari Menabung Hasil Tani dan Ternak
Kisah Harsono, Jemaah Haji Tertua Karanganyar yang Berangkat dari Menabung Hasil Tani dan Ternak
Aktual
 Petugas Haji Indonesia Mulai Berangkat ke Arab Saudi untuk Siapkan Layanan Jamaah Haji 2026
Petugas Haji Indonesia Mulai Berangkat ke Arab Saudi untuk Siapkan Layanan Jamaah Haji 2026
Aktual
460 Petugas Haji RI Lebih Dulu Terbang ke Madinah, Siap Layani Jemaah Selama 77 Hari
460 Petugas Haji RI Lebih Dulu Terbang ke Madinah, Siap Layani Jemaah Selama 77 Hari
Aktual
Haji 2026 Dimulai 18 April, Jemaah Indonesia Masuk Gelombang Awal
Haji 2026 Dimulai 18 April, Jemaah Indonesia Masuk Gelombang Awal
Aktual
Polisi di Banyuwangi Diminta Jaga Wudhu dan Shalat: Integritas Dimulai dari Kesucian Diri
Polisi di Banyuwangi Diminta Jaga Wudhu dan Shalat: Integritas Dimulai dari Kesucian Diri
Aktual
Batal ke Makkah, Tapi Justru Dapat Predikat Haji Mabrur dari Allah
Batal ke Makkah, Tapi Justru Dapat Predikat Haji Mabrur dari Allah
Aktual
Badai Petir Landa Saudi, NCM Peringatkan Cuaca Ekstrem Hingga Akhir Pekan
Badai Petir Landa Saudi, NCM Peringatkan Cuaca Ekstrem Hingga Akhir Pekan
Aktual
Kisah Jemaah Haji Termuda RI Asal Pontianak, Berangkat di Usia 13 tahun untuk Doakan Mendiang Ibu
Kisah Jemaah Haji Termuda RI Asal Pontianak, Berangkat di Usia 13 tahun untuk Doakan Mendiang Ibu
Aktual
Kisah Jemaah Haji Termuda Banjarmasin, Bisa Berangkat 20 Lebih Cepat dan Menjemput Panggilan di Usia 17 Tahun
Kisah Jemaah Haji Termuda Banjarmasin, Bisa Berangkat 20 Lebih Cepat dan Menjemput Panggilan di Usia 17 Tahun
Aktual
Ini Jadwal Asrama Haji 2026: Kegiatan hingga Larangan Jemaah
Ini Jadwal Asrama Haji 2026: Kegiatan hingga Larangan Jemaah
Aktual
Kisah Kakek Usia 103 Tahun yang Jadi Jemaah Haji Tertua DIY, Berangkat untuk Tunaikan Wasiat Istri
Kisah Kakek Usia 103 Tahun yang Jadi Jemaah Haji Tertua DIY, Berangkat untuk Tunaikan Wasiat Istri
Aktual
Belum Aqiqah Tapi Mau Kurban, Apakah Sah? Ini Penjelasan Ulama
Belum Aqiqah Tapi Mau Kurban, Apakah Sah? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com