Editor
KOMPAS.com-Sebagian umat Islam memanfaatkan sepuluh hari terakhir Ramadan dengan melakukan itikaf di masjid.
Itikaf merupakan ibadah dengan cara berdiam diri di masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui berbagai amalan.
Praktik ini biasanya dilakukan pada 10 hari terakhir Ramadan dengan harapan memperoleh keutamaan malam Lailatul Qadr.
Tradisi itikaf juga meneladani kebiasaan Nabi Muhammad saw yang secara rutin melaksanakannya menjelang akhir bulan Ramadan.
Baca juga: Aturan Baru Itikaf Ramadan 2026: Arab Saudi Wajibkan Ekspatriat Kantongi Izin Sponsor
Dilansir dari laman Muhammadiyah, anjuran itikaf pada akhir Ramadan didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah ra.
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشَرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللّٰهُ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ
(رواه مسلم)
“Sesungguhnya Nabi saw. selalu beri’tikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadan hingga beliau wafat. Kemudian istri-istri beliau melakukan i’tikaf setelah beliau wafat.” (HR. Muslim).
Hadis tersebut menunjukkan bahwa itikaf merupakan amalan yang dianjurkan pada akhir Ramadan.
Banyak umat Islam memanfaatkan momen tersebut untuk meningkatkan ibadah serta memperbanyak doa.
Baca juga: Pendaftaran Iktikaf Ramadhan 1447 H di Masjidil Haram Dibuka Secara Online, Catat Link dan Jadwalnya
Para ulama menjelaskan bahwa orang yang melakukan itikaf disebut mu’takif.
Mu’takif dianjurkan tetap berada di dalam masjid selama masa itikaf berlangsung.
Hal ini karena inti dari itikaf adalah menetap di masjid untuk mengkhususkan waktu beribadah serta meninggalkan kesibukan duniawi.
Dengan berada di masjid, seseorang diharapkan lebih fokus dalam menjalankan kegiatan spiritual.
Meskipun demikian, para ulama juga menjelaskan bahwa mu’takif diperbolehkan keluar dari masjid dalam beberapa kondisi tertentu.
Pertama, karena alasan syar’i seperti melaksanakan sholat Jumat jika masjid tempat ia beritikaf tidak menyelenggarakan sholat Jumat.
Kedua, karena kebutuhan manusia yang bersifat alami seperti buang air besar, buang air kecil, atau mandi janabah.
Ketiga, karena keadaan darurat, misalnya jika terjadi kerusakan pada bangunan masjid yang dapat membahayakan jamaah.
Ketentuan tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan itikaf tetap mempertimbangkan kebutuhan manusia dan situasi yang dihadapi.
Baca juga: Kapan Mulai Iktikaf Ramadan? Ini Waktu, Niat, dan Tata Caranya
Selama menjalankan itikaf di masjid, terdapat beberapa amalan yang dianjurkan untuk memperbanyak ibadah.
Mu’takif dapat memperbanyak sholat sunah selama berada di masjid.
Sholat yang dianjurkan antara lain sholat tahiyatul masjid saat memasuki masjid, sholat malam, serta berbagai sholat sunah lainnya.
Membaca Alquran menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada bulan Ramadan.
Suasana masjid yang relatif tenang membuat banyak orang memanfaatkan waktu i’tikaf untuk memperbanyak tilawah dan tadarus Alquran.
Dzikir merupakan amalan yang mudah dilakukan namun memiliki nilai yang besar dalam Islam.
Melalui dzikir, seorang Muslim dapat terus mengingat Allah serta memperkuat kedekatan spiritualnya.
Itikaf juga menjadi kesempatan untuk memperbanyak doa kepada Allah.
Mu’takif juga dapat mengisi waktu dengan membaca literatur keagamaan seperti tafsir Al-Qur’an, hadis, atau buku-buku yang membahas ajaran Islam.
Kegiatan tersebut dapat membantu memperdalam pemahaman agama sekaligus menjadikan waktu itikaf lebih bermanfaat.
Itikaf sebagai momen meningkatkan kualitas ibadah
Itikaf menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah pada akhir Ramadan.
Waktu yang biasanya digunakan untuk berbagai aktivitas duniawi dapat dialihkan untuk memperbanyak ibadah, dzikir, dan membaca Alquran.
Melalui amalan tersebut, seorang Muslim diharapkan dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah dan memanfaatkan momentum Ramadhan dengan sebaik-baiknya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang