Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pesantren Al Umanaa Perkuat Kolaborasi Cetak Pemimpin Qurani Indonesia

Kompas.com, 9 Maret 2026, 12:36 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Upaya membangun generasi pemimpin masa depan tidak hanya bertumpu pada proses pendidikan di ruang kelas.

Di baliknya, ada kerja sama banyak pihak yang saling mendukung agar ekosistem pendidikan dapat berkembang secara berkelanjutan.

Semangat itulah yang mewarnai kegiatan Silaturahmi Mitra yang digelar Pondok Pesantren Modern Al Umanaa di Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu (8/3/2026) bertepatan dengan 18 Ramadan 1447 Hijriah.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Berkolaborasi Menjadi Bagian Utama dari Terbentuknya Pemimpin Qurani di Indonesia.”

Tema ini sekaligus menjadi refleksi bahwa membangun generasi pemimpin yang berkarakter tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan melalui kolaborasi berbagai pihak.

Acara yang berlangsung di lingkungan mahad pesantren ini dihadiri berbagai mitra lembaga, mulai dari institusi pemerintah, dunia usaha, komunitas, hingga wali santri, juga berbagai vendor dan supplier. 

Di antaranya hadir perwakilan dari Kecamatan Gunungguruh, BSI, Goalpara tea park, Badan Gizi Nasional, Medco Foundation, Paxel, Markaz Pilar, Penerbit Erlangga, RSUD R. Syamsudin, SH, RSUD Al Mulk, Puskesmas Gunungguruh, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi serta berbagai mitra usaha dan komunitas lainnya yang selama ini berkontribusi dalam ekosistem Al Umanaa.

Sejak awal kegiatan, suasana kehangatan dan kebersamaan terasa kuat. Silaturahmi ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan, tetapi juga momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperdalam hubungan kerja sama antara pesantren dan para mitranya.

Menyambung Silaturahmi, Menguatkan Kolaborasi

Kegiatan dibuka oleh Wakil Direktur Bidang Kemitraan Al Umanaa, Laode M. Arridho, yang akrab disapa Ustadz Ridho.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada seluruh mitra yang selama ini telah berjalan bersama Al Umanaa.

Menurutnya, perkembangan sebuah lembaga pendidikan tidak pernah lahir dari kerja sendiri.

“Banyak tokoh penting yang hadir dalam kesempatan ini. Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan dan dukungan para mitra yang selama ini berjalan bersama Al Umanaa,” ujar Ridho.

Ia juga memaparkan secara komprehensif mengenai struktur lembaga serta konsep pendidikan yang dikembangkan di pesantren tersebut, yaitu Quranic Leadership School.

Konsep ini dirancang untuk menyiapkan generasi pemimpin masa depan yang berakar kuat pada nilai-nilai Al-Qur’an, yang disebut sebagai Quranic Grounded Leader.

Baca juga: Al Umanaa Siapkan Asatidz dan Santri Hadapi Tantangan Dakwah Digital

Menyiapkan Pemimpin yang Berakar pada Nilai Al-Qur’an

Paparan mengenai konsep pendidikan Al Umanaa kemudian dilanjutkan oleh Wakil Direktur Umum pesantren, Mahdi Karim.

Ia menjelaskan bahwa dunia saat ini menghadapi perubahan yang sangat cepat. Oleh karena itu, dibutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya memiliki kecakapan intelektual, tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kuat.

“Pada hakikatnya, manusia diciptakan sebagai pemimpin. Al Umanaa hadir untuk menyiapkan generasi yang mampu menjalankan amanah tersebut,” jelas Mahdi.

Melalui konsep Quranic Grounded Leader, Al Umanaa berupaya menghadirkan model pendidikan yang menyeimbangkan antara penguatan karakter, kepemimpinan, dan nilai-nilai Al-Qur’an.

Tantangan Infrastruktur dan Peluang Kerja Sama Baru

Di balik perkembangan yang terus berjalan, pihak pesantren juga menyampaikan sejumlah tantangan yang masih dihadapi.

Keterbatasan ruang belajar membuat penerimaan santri baru saat ini baru dapat membuka empat kelas. Selain itu, kapasitas asrama juga masih terbatas.

Beberapa kegiatan besar bahkan masih harus dilaksanakan di area masjid karena belum tersedianya gedung olahraga yang memadai.

Selain menyampaikan kondisi tersebut, Al Umanaa juga membuka peluang kerja sama baru dengan berbagai pihak.

Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah penguatan infrastruktur, termasuk penyediaan sumber air sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi musim kemarau panjang di masa mendatang.

Baca juga: Pendidikan ala Ponpes Al Umanaa: Kunci Menjawab Kegelisahan Generasi Muda

Dialog Mitra yang Menghangatkan Suasana

Salah satu sesi yang paling menarik dalam kegiatan ini adalah dialog mitra, di mana sejumlah mitra secara sukarela berbagi pengalaman mereka bekerja sama dengan Al Umanaa.

Ketua Majelis Wali Santri, Dinul Atiq, mengungkapkan kepercayaannya terhadap konsep pendidikan yang dijalankan pesantren tersebut.

Kepercayaan itu bahkan ia wujudkan dengan menyekolahkan enam anaknya di Al Umanaa.

“Konsep pendidikan di Al Umanaa sangat kuat dalam membangun karakter kepemimpinan berbasis Al-Qur’an. Ini yang membuat kami yakin untuk mempercayakan pendidikan anak-anak kami di sini,” ungkapnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh perwakilan komunitas Markaz Pilar, Fakhry.

Ia menilai konsep pendidikan yang dijalankan Al Umanaa sebagai sesuatu yang luar biasa dan patut didukung oleh banyak pihak.

“Jika ada yang bisa kami bantu untuk Al Umanaa, kami akan maksimalkan. Semoga semakin banyak pihak yang berlomba-lomba dalam kebaikan untuk mendukung lembaga ini,” tuturnya.

Cerita menarik juga datang dari mitra usaha yang telah lama bekerja sama dengan pesantren, yaitu Yadi Mulyadi dari Rizky Farm.

Ia mengaku menjadi saksi perkembangan Al Umanaa sejak masa awal berdiri.

“Dulu saya mengantar suplai ke Al Umanaa hanya menggunakan motor. Saat itu santrinya sekitar 150 orang. Sekarang harus menggunakan mobil karena jumlah santri terus bertambah. Perkembangan ini sangat luar biasa,” ceritanya dengan penuh haru.

Mengingatkan Pentingnya Niat dan Keberkahan

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan tausiyah singkat dari Direktur Mahad Al Umanaa, Mindjali Abdulghani Syarif.

Dalam pesannya, ia mengingatkan bahwa keberkahan sebuah lembaga pendidikan lahir dari niat yang lurus, kerja sama yang tulus, serta semangat untuk terus memberi manfaat bagi umat.

Menurutnya, lembaga pendidikan tidak hanya bertugas mencetak lulusan, tetapi juga menanamkan nilai yang akan membentuk masa depan masyarakat.

Baca juga: Dzikir di 10 Malam Terakhir Ramadhan, Kunci Mendapat Lailatul Qadar

Membangun Peradaban Melalui Kolaborasi

Setelah sesi resmi berakhir, acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.

Para mitra saling berbincang santai, bertukar gagasan, serta mempererat hubungan yang telah terjalin selama ini.

Melalui semangat kolaborasi ini, Pondok Pesantren Modern Al Umanaa membuka ruang seluas-luasnya bagi berbagai pihak yang ingin berkontribusi dalam membangun generasi pemimpin masa depan.

Bagi Al Umanaa, membangun peradaban bukanlah pekerjaan satu lembaga saja.

Melainkan kerja bersama orang-orang yang memiliki visi yang sama untuk menghadirkan kebaikan bagi umat dan bangsa.

Tentang Pondok Pesantren Modern Al Umanaa

Pondok Pesantren Modern Al Umanaa merupakan lembaga pendidikan yang mengembangkan konsep Quranic Grounded Leader, yaitu model pendidikan yang berfokus pada pembentukan pemimpin masa depan yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.

Melalui pendekatan ini, Al Umanaa berupaya membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi peradaban.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com