KOMPAS.com – Upaya membangun generasi pemimpin masa depan tidak hanya bertumpu pada proses pendidikan di ruang kelas.
Di baliknya, ada kerja sama banyak pihak yang saling mendukung agar ekosistem pendidikan dapat berkembang secara berkelanjutan.
Semangat itulah yang mewarnai kegiatan Silaturahmi Mitra yang digelar Pondok Pesantren Modern Al Umanaa di Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu (8/3/2026) bertepatan dengan 18 Ramadan 1447 Hijriah.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Berkolaborasi Menjadi Bagian Utama dari Terbentuknya Pemimpin Qurani di Indonesia.”
Tema ini sekaligus menjadi refleksi bahwa membangun generasi pemimpin yang berkarakter tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan melalui kolaborasi berbagai pihak.
Acara yang berlangsung di lingkungan mahad pesantren ini dihadiri berbagai mitra lembaga, mulai dari institusi pemerintah, dunia usaha, komunitas, hingga wali santri, juga berbagai vendor dan supplier.
Di antaranya hadir perwakilan dari Kecamatan Gunungguruh, BSI, Goalpara tea park, Badan Gizi Nasional, Medco Foundation, Paxel, Markaz Pilar, Penerbit Erlangga, RSUD R. Syamsudin, SH, RSUD Al Mulk, Puskesmas Gunungguruh, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi serta berbagai mitra usaha dan komunitas lainnya yang selama ini berkontribusi dalam ekosistem Al Umanaa.
Sejak awal kegiatan, suasana kehangatan dan kebersamaan terasa kuat. Silaturahmi ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan, tetapi juga momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperdalam hubungan kerja sama antara pesantren dan para mitranya.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Direktur Bidang Kemitraan Al Umanaa, Laode M. Arridho, yang akrab disapa Ustadz Ridho.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada seluruh mitra yang selama ini telah berjalan bersama Al Umanaa.
Menurutnya, perkembangan sebuah lembaga pendidikan tidak pernah lahir dari kerja sendiri.
“Banyak tokoh penting yang hadir dalam kesempatan ini. Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan dan dukungan para mitra yang selama ini berjalan bersama Al Umanaa,” ujar Ridho.
Ia juga memaparkan secara komprehensif mengenai struktur lembaga serta konsep pendidikan yang dikembangkan di pesantren tersebut, yaitu Quranic Leadership School.
Konsep ini dirancang untuk menyiapkan generasi pemimpin masa depan yang berakar kuat pada nilai-nilai Al-Qur’an, yang disebut sebagai Quranic Grounded Leader.
Baca juga: Al Umanaa Siapkan Asatidz dan Santri Hadapi Tantangan Dakwah Digital
Paparan mengenai konsep pendidikan Al Umanaa kemudian dilanjutkan oleh Wakil Direktur Umum pesantren, Mahdi Karim.
Ia menjelaskan bahwa dunia saat ini menghadapi perubahan yang sangat cepat. Oleh karena itu, dibutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya memiliki kecakapan intelektual, tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kuat.
“Pada hakikatnya, manusia diciptakan sebagai pemimpin. Al Umanaa hadir untuk menyiapkan generasi yang mampu menjalankan amanah tersebut,” jelas Mahdi.
Melalui konsep Quranic Grounded Leader, Al Umanaa berupaya menghadirkan model pendidikan yang menyeimbangkan antara penguatan karakter, kepemimpinan, dan nilai-nilai Al-Qur’an.
Di balik perkembangan yang terus berjalan, pihak pesantren juga menyampaikan sejumlah tantangan yang masih dihadapi.
Keterbatasan ruang belajar membuat penerimaan santri baru saat ini baru dapat membuka empat kelas. Selain itu, kapasitas asrama juga masih terbatas.
Beberapa kegiatan besar bahkan masih harus dilaksanakan di area masjid karena belum tersedianya gedung olahraga yang memadai.
Selain menyampaikan kondisi tersebut, Al Umanaa juga membuka peluang kerja sama baru dengan berbagai pihak.
Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah penguatan infrastruktur, termasuk penyediaan sumber air sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi musim kemarau panjang di masa mendatang.
Baca juga: Pendidikan ala Ponpes Al Umanaa: Kunci Menjawab Kegelisahan Generasi Muda
Salah satu sesi yang paling menarik dalam kegiatan ini adalah dialog mitra, di mana sejumlah mitra secara sukarela berbagi pengalaman mereka bekerja sama dengan Al Umanaa.
Ketua Majelis Wali Santri, Dinul Atiq, mengungkapkan kepercayaannya terhadap konsep pendidikan yang dijalankan pesantren tersebut.
Kepercayaan itu bahkan ia wujudkan dengan menyekolahkan enam anaknya di Al Umanaa.
“Konsep pendidikan di Al Umanaa sangat kuat dalam membangun karakter kepemimpinan berbasis Al-Qur’an. Ini yang membuat kami yakin untuk mempercayakan pendidikan anak-anak kami di sini,” ungkapnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh perwakilan komunitas Markaz Pilar, Fakhry.
Ia menilai konsep pendidikan yang dijalankan Al Umanaa sebagai sesuatu yang luar biasa dan patut didukung oleh banyak pihak.
“Jika ada yang bisa kami bantu untuk Al Umanaa, kami akan maksimalkan. Semoga semakin banyak pihak yang berlomba-lomba dalam kebaikan untuk mendukung lembaga ini,” tuturnya.
Cerita menarik juga datang dari mitra usaha yang telah lama bekerja sama dengan pesantren, yaitu Yadi Mulyadi dari Rizky Farm.
Ia mengaku menjadi saksi perkembangan Al Umanaa sejak masa awal berdiri.
“Dulu saya mengantar suplai ke Al Umanaa hanya menggunakan motor. Saat itu santrinya sekitar 150 orang. Sekarang harus menggunakan mobil karena jumlah santri terus bertambah. Perkembangan ini sangat luar biasa,” ceritanya dengan penuh haru.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan tausiyah singkat dari Direktur Mahad Al Umanaa, Mindjali Abdulghani Syarif.
Dalam pesannya, ia mengingatkan bahwa keberkahan sebuah lembaga pendidikan lahir dari niat yang lurus, kerja sama yang tulus, serta semangat untuk terus memberi manfaat bagi umat.
Menurutnya, lembaga pendidikan tidak hanya bertugas mencetak lulusan, tetapi juga menanamkan nilai yang akan membentuk masa depan masyarakat.
Baca juga: Dzikir di 10 Malam Terakhir Ramadhan, Kunci Mendapat Lailatul Qadar
Setelah sesi resmi berakhir, acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.
Para mitra saling berbincang santai, bertukar gagasan, serta mempererat hubungan yang telah terjalin selama ini.
Melalui semangat kolaborasi ini, Pondok Pesantren Modern Al Umanaa membuka ruang seluas-luasnya bagi berbagai pihak yang ingin berkontribusi dalam membangun generasi pemimpin masa depan.
Bagi Al Umanaa, membangun peradaban bukanlah pekerjaan satu lembaga saja.
Melainkan kerja bersama orang-orang yang memiliki visi yang sama untuk menghadirkan kebaikan bagi umat dan bangsa.
Pondok Pesantren Modern Al Umanaa merupakan lembaga pendidikan yang mengembangkan konsep Quranic Grounded Leader, yaitu model pendidikan yang berfokus pada pembentukan pemimpin masa depan yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.
Melalui pendekatan ini, Al Umanaa berupaya membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi peradaban.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang