Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kenapa Doa Kita Belum Dikabulkan? Begini Penjelasannya Menurut Islam

Kompas.com, 5 Agustus 2026, 18:10 WIB
Reni Susanti

Editor


KOMPAS.com - Setiap orang yang beriman pasti pernah merasakan sudah berdoa sungguh-sungguh, tapi yang diminta belum juga terwujud. Lalu muncul pertanyaan, apakah doa itu sia-sia?

Ternyata, menurut kajian Islam, tidak ada doa yang sia-sia. Yang perlu dipahami adalah bagaimana Allah SWT sesungguhnya mengabulkan doa hamba-Nya.

Hal ini dibahas dalam jurnal berjudul "Konsep Doa dalam Perspektif Islam" yang ditulis oleh Zhila Jannati dan Muhammad Randicha Hamandia dari Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, yang terbit di Jurnal Komunikasi Islam dan Kehumasan (JKPI) tahun 2022.

Baca juga: 5 Doa Kesembuhan dari Rasulullah: Panduan Sunnah untuk Orang Sakit

Tiga Bentuk Pengabulan Doa

Menurut jurnal tersebut, doa yang dipanjatkan seorang hamba pada dasarnya pasti direspons oleh Allah SWT, hanya saja bentuknya bisa berbeda dari yang dibayangkan.

Zhila dan Randicha, dengan mengutip penelitian Mursalim dalam "Doa dalam Perspektif Al-Qur'an" (Jurnal Al-Ulum, 2011), menjelaskan tiga kemungkinan pengabulan doa:

1. Dikabulkan langsung sesuai dengan apa yang diminta.

2. Diganti dengan sesuatu yang lebih baik dari yang diharapkan atau didoakan.

3. Ditangguhkan hingga hari kemudian, sebagai ganjaran pahala di akhirat.

Dengan kata lain, doa yang belum terkabul di dunia bukan berarti ditolak. Bisa jadi Allah SWT sedang menyiapkan sesuatu yang lebih baik, atau menyimpannya sebagai tabungan pahala kelak.

Karena itu seseorang tidak dianjurkan tergesa-gesa dalam berdoa. Sebab sikap terburu-buru justru bisa membuat doa dianggap "gagal" oleh pelakunya sendiri, padahal Allah SWT memiliki waktu terbaik untuk mengabulkannya.

Baca juga: Jangan Dihujat, Ini Doa ketika Melihat Orang yang Sakit

Doa Bisa Mengubah Takdir?

Selain itu, ada hubungan doa dengan takdir. Hadits riwayat At-Tirmidzi dan Al-Hakim menyebutkan, doa bermanfaat baik terhadap sesuatu yang sudah terjadi maupun yang belum terjadi.

Misal, bisa jadi seseorang telah "ditakdirkan" mengalami kecelakaan saat berkendara.
Namun, karena ia berdoa memohon perlindungan sebelum bepergian, dan doanya itu "lebih kuat" dari ketetapan tersebut, maka musibah itu bisa dihindarkan. Ini memperlihatkan bahwa tidak ada yang bisa menolak qadha selain doa.

Poin ini menegaskan bahwa doa bukan sekadar ritual pasrah, melainkan bentuk ikhtiar batin yang menurut kajian ini punya kekuatan untuk memengaruhi keputusan Allah SWT atas hamba-Nya.

Jangan Putus Asa dalam Berdoa

Jurnal ini menegaskan bahwa doa adalah bukti penghambaan manusia kepada Allah SWT, sehingga semestinya dilakukan setiap saat, bukan hanya ketika tertimpa masalah.

Sikap terbaik seorang mukmin adalah tetap berbaik sangka bahwa apa pun hasil dari doanya, itu adalah bentuk kasih sayang Allah SWT kepadanya.

Jadi, jika doa yang dipanjatkan belum juga terwujud, bukan berarti Allah SWT tidak mendengar.

Bisa jadi jawabannya sedang menunggu waktu yang tepat, atau justru sudah datang dalam bentuk yang lain, yang bahkan lebih baik dari apa yang diminta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
KH Imam Jazuli: Ber-NU Tak Cukup Warisan, Harus Dibangun dengan Kesadaran dan Argumen Ilmiah
KH Imam Jazuli: Ber-NU Tak Cukup Warisan, Harus Dibangun dengan Kesadaran dan Argumen Ilmiah
Aktual
Kenapa Doa Kita Belum Dikabulkan? Begini Penjelasannya Menurut Islam
Kenapa Doa Kita Belum Dikabulkan? Begini Penjelasannya Menurut Islam
Aktual
Menag: Ekonomi Syariah Bukan Hanya untuk Muslim, Paus Benediktus XVI Pernah Soroti Potensinya
Menag: Ekonomi Syariah Bukan Hanya untuk Muslim, Paus Benediktus XVI Pernah Soroti Potensinya
Aktual
Jakarta Disiapkan Jadi Pusat Wakaf Produktif, Kemenag Canangkan Gerakan Rp500 Miliar
Jakarta Disiapkan Jadi Pusat Wakaf Produktif, Kemenag Canangkan Gerakan Rp500 Miliar
Aktual
Saudi Matangkan Layanan Umrah, Gubernur Madinah: Melayani Jemaah Adalah Kehormatan
Saudi Matangkan Layanan Umrah, Gubernur Madinah: Melayani Jemaah Adalah Kehormatan
Aktual
Dokter NU Usul Kesehatan Jadi Agenda Strategis Muktamar NU, Soroti AI hingga Kesehatan Mental
Dokter NU Usul Kesehatan Jadi Agenda Strategis Muktamar NU, Soroti AI hingga Kesehatan Mental
Aktual
BPKH Cairkan Nilai Manfaat Dana Haji Rp2,06 Triliun, Ini Besaran yang Diterima Jemaah
BPKH Cairkan Nilai Manfaat Dana Haji Rp2,06 Triliun, Ini Besaran yang Diterima Jemaah
Aktual
Kemenag Perkuat Kurikulum Cinta, Apa Itu dan Bagaimana Penerapannya?
Kemenag Perkuat Kurikulum Cinta, Apa Itu dan Bagaimana Penerapannya?
Aktual
5 Doa Kesembuhan dari Rasulullah: Panduan Sunnah untuk Orang Sakit
5 Doa Kesembuhan dari Rasulullah: Panduan Sunnah untuk Orang Sakit
Doa Harian
Kemenhaj Awasi Transisi Aset, Persiapan Haji 2027 Dimulai Lebih Dini
Kemenhaj Awasi Transisi Aset, Persiapan Haji 2027 Dimulai Lebih Dini
Aktual
Melarang atau Membatasi? Dilema Pesantren Menghadapi Gawai
Melarang atau Membatasi? Dilema Pesantren Menghadapi Gawai
Aktual
Jangan Dihujat, Ini Doa ketika Melihat Orang yang Sakit
Jangan Dihujat, Ini Doa ketika Melihat Orang yang Sakit
Doa dan Niat
Kisah Fahmi dari Pesantren di Bandung hingga Menjadi Imam Masjid London
Kisah Fahmi dari Pesantren di Bandung hingga Menjadi Imam Masjid London
Aktual
Antropolog AS Soroti Beban Moral Santriwati di Ruang Digital
Antropolog AS Soroti Beban Moral Santriwati di Ruang Digital
Aktual
Tak Harus Miliaran, Wakaf Uang Rp 50.000 per Bulan Juga Bisa Jadi Amal Jariyah
Tak Harus Miliaran, Wakaf Uang Rp 50.000 per Bulan Juga Bisa Jadi Amal Jariyah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar