Editor
KOMPAS.com – Pemerintah Arab Saudi menegaskan komitmennya dalam mengatasi tantangan krisis air global sekaligus memperkuat pengelolaan sumber daya air berkelanjutan.
Hal ini disampaikan bertepatan dengan peringatan World Water Day yang jatuh pada Minggu, 22 Maret 2026.
Melalui Kementerian Lingkungan Hidup, Air, dan Pertanian, Arab Saudi menyoroti berbagai upaya strategis yang telah dilakukan untuk mendukung isu air, baik di tingkat regional maupun internasional.
Baca juga: Arab Saudi Melejit! Kini Lebih Bahagia dari AS dan Inggris di 2026
Tahun ini, Hari Air Sedunia mengusung tema penting terkait peran air dan sanitasi dalam mewujudkan kesetaraan gender. Pemerintah Arab Saudi turut mendorong berbagai inisiatif, seperti:
Langkah tersebut sejalan dengan target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam memastikan akses air bersih dan sanitasi layak bagi seluruh masyarakat dunia pada 2030.
Salah satu langkah besar yang diambil adalah pembentukan Global Water Organization, yang digagas oleh Mohammed bin Salman.
Organisasi ini akan bermarkas di Riyadh dan bertujuan untuk:
Kehadiran organisasi ini dinilai menjadi tonggak penting dalam diplomasi air global.
Tak hanya itu, Arab Saudi juga akan menjadi tuan rumah World Water Forum ke-11 pada tahun mendatang. Forum ini merupakan pertemuan internasional terbesar yang membahas isu-isu air, mulai dari krisis pasokan hingga teknologi pengelolaan air modern.
Ajang ini diharapkan dapat mempertemukan para pemimpin dunia, pakar, dan pemangku kepentingan untuk merumuskan solusi konkret menghadapi tantangan air di masa depan.
Baca juga: Arab Saudi Bangun Taman Botani Raksasa, King Abdullah Gardens Siap Jadi Salah Satu Terbesar di Dunia
Dengan berbagai inisiatif tersebut, Arab Saudi semakin menunjukkan posisinya sebagai salah satu negara yang aktif dalam mengatasi persoalan air global.
Upaya ini tidak hanya berdampak pada kawasan Timur Tengah, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air dunia di tengah ancaman krisis yang semakin kompleks.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.