Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Berhenti di Lebaran, Ini Ibadah Sunnah di Bulan Syawal

Kompas.com, 25 Maret 2026, 11:03 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Euforia Idul Fitri kerap membuat sebagian orang merasa “selesai” dalam beribadah.

Padahal, dalam perspektif Islam, Ramadhan bukanlah garis akhir, melainkan titik awal pembentukan karakter spiritual seorang Muslim.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah apa saja ibadah yang dianjurkan setelah Lebaran?

Para ulama menegaskan bahwa ukuran keberhasilan Ramadhan bukan hanya pada intensitas ibadah selama sebulan, tetapi pada konsistensi setelahnya.

Dalam hadits riwayat Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus, meski sedikit.

Puasa Syawal: Melanjutkan Energi Ramadhan

Salah satu ibadah utama setelah Ramadhan adalah puasa enam hari di bulan Syawal. Amalan ini memiliki keutamaan besar, bahkan disetarakan dengan puasa sepanjang tahun.

Dalam riwayat Shahih Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang berpuasa Ramadhan lalu mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun penuh.

Dalam buku Latha’if al-Ma’arif, Ibnu Rajab al-Hanbali menjelaskan bahwa kelanjutan ibadah setelah Ramadhan menjadi tanda diterimanya amal sebelumnya.

Puasa ini dapat dilakukan berturut-turut setelah tanggal 2 Syawal atau secara terpisah hingga akhir bulan.

Baca juga: Menikah di Bulan Syawal, Benarkah Sunnah Nabi? Ini Dalil Hadits Nabi

Menghidupkan Zikir dan Takbir

Takbir memang identik dengan malam Lebaran, namun zikir sejatinya tidak dibatasi waktu. Memperbanyak tasbih, tahmid, dan tahlil setelah Ramadhan menjadi bentuk syukur atas nikmat yang telah diberikan.

Dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 185, umat Islam diperintahkan untuk mengagungkan Allah setelah menyelesaikan Ramadhan. Praktik ini dapat dilanjutkan sepanjang Syawal sebagai bagian dari menjaga spiritualitas.

Silaturahmi: Ibadah Sosial Bernilai Tinggi

Tradisi halal bihalal yang hidup di masyarakat Indonesia bukan sekadar budaya, tetapi memiliki dasar kuat dalam ajaran Islam.

Rasulullah SAW menegaskan bahwa siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi.

Dalam buku Ihya Ulumuddin, Al-Ghazali menyebutkan bahwa menjaga hubungan sosial adalah bagian dari kesempurnaan iman.

Sedekah: Melanjutkan Semangat Berbagi

Ramadhan identik dengan sedekah, namun semangat ini tidak boleh berhenti setelahnya.

Dalam Surah Al-Baqarah ayat 261, Allah menggambarkan pahala sedekah seperti benih yang tumbuh berlipat ganda.

Sementara dalam hadits riwayat Jami at-Tirmidzi, sedekah disebut mampu menghapus dosa seperti air memadamkan api.

Kebiasaan sederhana seperti berbagi makanan atau membantu sesama bisa menjadi bentuk nyata dari ibadah ini.

Baca juga: Puasa Syawal 2026 sampai Tanggal Berapa? Ini Jadwal Resmi Berdasarkan Kalender Kemenag

Qiyamullail: Menjaga Kedekatan dengan Allah

Salah satu ciri orang bertakwa adalah menjaga ibadah malam. Meski Ramadhan telah berlalu, qiyamullail tetap dianjurkan.

Dalam buku Mukhtashar Minhajul Qashidin, Ibnu Qudamah dijelaskan bahwa ibadah malam memiliki efek mendalam dalam membersihkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah.

Membaca Al-Qur’an Secara Konsisten

Tadarus Al-Qur’an yang intens selama Ramadhan idealnya tidak berhenti begitu saja. Konsistensi membaca, meski sedikit, justru lebih dianjurkan.

Dalam Surah Fatir ayat 29, Allah menjanjikan keuntungan yang tidak akan merugi bagi mereka yang membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya.

Menjaga Shalat Sunnah dan Berjamaah

Shalat sunnah rawatib yang mengiringi shalat wajib menjadi salah satu amalan penting yang sering diabaikan setelah Ramadhan.

Rasulullah SAW bersabda dalam riwayat Shahih Muslim bahwa siapa yang menjaga 12 rakaat shalat sunnah setiap hari, maka akan dibangunkan rumah di surga.

Selain itu, menjaga shalat berjamaah juga memiliki keutamaan besar dibandingkan shalat sendirian.

Puasa Sunnah Lain: Senin-Kamis dan Ayyamul Bidh

Selain puasa Syawal, umat Islam juga dianjurkan melanjutkan puasa sunnah seperti Senin-Kamis dan Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, 15 setiap bulan Hijriah).

Amalan ini menjadi cara efektif menjaga ritme ibadah yang telah terbentuk selama Ramadhan.

Baca juga: Bolehkah Puasa Syawal Digabung Senin Kamis? Ini Niat, Cara & Hukumnya

Ziarah Kubur dan Mengingat Akhirat

Ziarah kubur menjadi pengingat akan kehidupan setelah dunia. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk menziarahi kubur karena dapat melembutkan hati dan mengingatkan pada kematian.

Menjaga Akhlak dan Lisan

Salah satu tujuan utama puasa adalah membentuk akhlak. Oleh karena itu, menjaga lisan dari ucapan buruk dan memperbaiki perilaku menjadi bagian penting setelah Ramadhan.

Dalam hadits riwayat Shahih Bukhari, Rasulullah SAW menegaskan agar seseorang berkata baik atau diam.

Syawal sebagai Awal, Bukan Akhir

Syawal sejatinya adalah momentum untuk menguji sejauh mana nilai-nilai Ramadhan benar-benar meresap dalam kehidupan.

Konsistensi ibadah setelah Ramadhan menjadi indikator keberhasilan spiritual seseorang. Ibadah tidak lagi bersifat musiman, tetapi menjadi bagian dari keseharian.

Dengan menjaga amalan-amalan tersebut, seorang Muslim tidak hanya mempertahankan kualitas ibadahnya, tetapi juga membangun kedekatan yang lebih stabil dengan Allah SWT.

Pada akhirnya, perjalanan spiritual tidak berhenti di hari raya. Justru, di situlah perjalanan sesungguhnya dimulai.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Banyak Warga Menikah Setelah Lebaran, Kemenag Pastikan Layanan KUA Tetap Berjalan Saat WFA
Banyak Warga Menikah Setelah Lebaran, Kemenag Pastikan Layanan KUA Tetap Berjalan Saat WFA
Aktual
Ayat Seribu Dinar: Bacaan Lengkap, Arti, dan Rahasia Keutamaannya
Ayat Seribu Dinar: Bacaan Lengkap, Arti, dan Rahasia Keutamaannya
Doa dan Niat
Kalender Jawa April 2026 Lengkap dengan Weton: Tanggal Islam, Pasaran, dan Hari Baik
Kalender Jawa April 2026 Lengkap dengan Weton: Tanggal Islam, Pasaran, dan Hari Baik
Aktual
Waspada Microsleep Saat Balik Lebaran, Ini Tanda dan Cara Mencegahnya
Waspada Microsleep Saat Balik Lebaran, Ini Tanda dan Cara Mencegahnya
Aktual
Libur April 2026: Ini Daftar Tanggal Merah dan Long Weekend yang Bisa Dimanfaatkan
Libur April 2026: Ini Daftar Tanggal Merah dan Long Weekend yang Bisa Dimanfaatkan
Aktual
Qatar Akhiri Kebijakan WFH, Situasi Kembali Normal usai Diserang Iran
Qatar Akhiri Kebijakan WFH, Situasi Kembali Normal usai Diserang Iran
Aktual
Jangan Berhenti di Lebaran, Ini Ibadah Sunnah di Bulan Syawal
Jangan Berhenti di Lebaran, Ini Ibadah Sunnah di Bulan Syawal
Aktual
Apakah Boleh Puasa Qadha Digabung Senin Kamis? Ini Penjelasan Ulama
Apakah Boleh Puasa Qadha Digabung Senin Kamis? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Puasa Qadha Hari Jumat, Bolehkah? Ini Dalil dan Hukumnya
Puasa Qadha Hari Jumat, Bolehkah? Ini Dalil dan Hukumnya
Aktual
Cuti Bersama 2026 Lebaran: Ini Jadwal Libur Sekolah Resmi Pemerintah
Cuti Bersama 2026 Lebaran: Ini Jadwal Libur Sekolah Resmi Pemerintah
Aktual
Bolehkah Puasa Syawal Digabung Senin Kamis? Ini Niat, Cara & Hukumnya
Bolehkah Puasa Syawal Digabung Senin Kamis? Ini Niat, Cara & Hukumnya
Doa dan Niat
Surat Al Mulk Lengkap Arab, Latin dan Terjemahannya
Surat Al Mulk Lengkap Arab, Latin dan Terjemahannya
Doa dan Niat
Wali Nikah Tidak Boleh Sembarangan, Ini Urutan Resmi dalam Islam
Wali Nikah Tidak Boleh Sembarangan, Ini Urutan Resmi dalam Islam
Aktual
Niat Puasa 6 Hari Syawal, Ini Bacaan, Waktu, dan Keutamaannya
Niat Puasa 6 Hari Syawal, Ini Bacaan, Waktu, dan Keutamaannya
Doa dan Niat
Surat Al Kahfi Lengkap: Arab, Terjemahan, dan Keutamaan Membacanya di Hari Jumat
Surat Al Kahfi Lengkap: Arab, Terjemahan, dan Keutamaan Membacanya di Hari Jumat
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com