Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, MUI Serukan Shalat Ghaib dan Kecam Serangan Israel

Kompas.com, 1 April 2026, 11:43 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Duka menyelimuti Indonesia setelah tiga personel TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Kontingen Garuda (Konga) pada misi United Nations Interim Force in Lebanon dinyatakan gugur akibat serangan di Lebanon Selatan pada Ahad (29/3/2026) waktu setempat.

Ketiga prajurit yang gugur tersebut adalah Farizal Rhomadhon, Zulmi Aditya Iskandar, dan Muhammad Nur Ichwan.

Mereka merupakan bagian dari pasukan penjaga perdamaian dunia yang bertugas di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa di wilayah konflik Lebanon.

Baca juga: MUI Sampaikan Duka Cita atas Gugurnya Prajurit TNI di Misi Perdamaian Lebanon

MUI Serukan Shalat Ghaib

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Cholil Nafis, mengajak umat Islam di Indonesia untuk melaksanakan shalat ghaib sebagai bentuk doa bagi para prajurit yang gugur.

“Saya mendoakan perjuangan mereka dalam menjaga perdamaian mendapat anugerah syahid dan seluruh dosanya diampuni oleh Allah SWT. Mari kita doakan dan laksanakan shalat ghaib untuk almarhum,” ujar Kiai Cholil di Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Kecam Serangan dan Desak Aksi Dunia Internasional

Kiai Cholil juga menyampaikan kecaman keras terhadap serangan yang diduga dilakukan oleh Israel. Ia menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kebrutalan yang tidak dapat dibenarkan, terlebih menyasar pasukan penjaga perdamaian.

“Serangan membabi buta terhadap pasukan penjaga perdamaian adalah tindakan tidak terpuji yang menyebabkan gugurnya personel TNI,” tegasnya.

Sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah di Depok, Jawa Barat, Kiai Cholil menilai dunia internasional tidak boleh tinggal diam terhadap situasi ini.

Desak Peran OKI dan PBB

Kiai Cholil mendesak Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk mengambil langkah konkret dalam menghentikan praktik kezaliman dan penjajahan yang terjadi di kawasan konflik.

Ia juga meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk lebih tegas dalam menegakkan keadilan dan menjaga perdamaian dunia.

“Meminta kepada organisasi muslim dunia untuk aktif mencegah kezaliman dan penjajahan. Mendesak PBB untuk menegakkan keadilan, menjaga kedaulatan negara, serta memastikan perdamaian dunia tetap terjaga,” ujarnya.

Pengorbanan untuk Perdamaian Dunia

Gugurnya tiga prajurit TNI ini menjadi pengingat akan besarnya pengorbanan Indonesia dalam misi perdamaian global. Kontingen Garuda selama ini dikenal sebagai salah satu pasukan yang aktif menjaga stabilitas di berbagai wilayah konflik dunia.

Peristiwa ini juga menegaskan bahwa tugas menjaga perdamaian bukan tanpa risiko. Para prajurit harus menghadapi situasi berbahaya demi menciptakan keamanan bagi masyarakat internasional.

Baca juga: TNI Gugur Ditembak Israel di Lebanon, MUI Desak RI Bertindak

Duka dan Doa dari Tanah Air

Kabar gugurnya tiga prajurit tersebut memicu gelombang duka dari berbagai kalangan di Indonesia. Selain seruan shalat ghaib, masyarakat juga diimbau untuk mendoakan para prajurit agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.

Pengorbanan mereka di medan tugas diharapkan menjadi bagian dari upaya besar menuju perdamaian dunia yang lebih adil dan berkelanjutan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Doa Tolak Bala untuk Meminta Perlindungan: Lengkap Tulisan Arab, Latin, dan Artinya
Doa Tolak Bala untuk Meminta Perlindungan: Lengkap Tulisan Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Tren Umrah Mandiri, Menhaj ke Travel: Tingkatkan Layanan, Bukan Perang Harga
Tren Umrah Mandiri, Menhaj ke Travel: Tingkatkan Layanan, Bukan Perang Harga
Aktual
Intip Toko Oleh-Oleh 1915 di Yogyakarta, Wadah Baru Produk UMKM Muhammadiyah
Intip Toko Oleh-Oleh 1915 di Yogyakarta, Wadah Baru Produk UMKM Muhammadiyah
Aktual
Fenomena Sosial 'Marriage is Scary': Bagaimana Pandangan Islam?
Fenomena Sosial "Marriage is Scary": Bagaimana Pandangan Islam?
Aktual
5 Amalan Rabu Wekasan yang Dianjurkan dalam Islam
5 Amalan Rabu Wekasan yang Dianjurkan dalam Islam
Aktual
10 Doa Tolak Bala Rebo Wekasan di Akhir Bulan Safar: Arab, Latin dan Artinya
10 Doa Tolak Bala Rebo Wekasan di Akhir Bulan Safar: Arab, Latin dan Artinya
Doa dan Niat
Lomba Kemerdekaan 17 Agustus dalam Pandangan Islam: Antara Tradisi, Mubah, dan Sunnah
Lomba Kemerdekaan 17 Agustus dalam Pandangan Islam: Antara Tradisi, Mubah, dan Sunnah
Aktual
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Aktual
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Aktual
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Doa dan Niat
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
Aktual
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
Aktual
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Aktual
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Aktual
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar