Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Panduan Shalat Tasbih: Tata Cara, Niat, Waktu, dan Keutamaannya

Kompas.com, 3 April 2026, 13:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Di antara ragam ibadah sunnah yang dianjurkan dalam Islam, shalat tasbih memiliki keistimewaan tersendiri.

Ibadah ini tidak hanya menghadirkan kekhusyukan, tetapi juga dipenuhi dengan dzikir yang berulang hingga ratusan kali, menjadikannya sarana penyucian jiwa yang mendalam.

Shalat tasbih dikenal dengan bacaan tasbih sebanyak 300 kali dalam empat rakaat. Meski tidak sepopuler shalat sunnah lainnya, amalan ini menyimpan keutamaan besar yang sering kali luput dari perhatian umat Muslim.

Lalu, bagaimana tata cara shalat tasbih yang benar? Kapan waktu terbaik untuk melaksanakannya? Dan apa saja keutamaannya?

Baca juga: Doa Qunut Subuh: Perbedaan Bacaan untuk Imam dan Shalat Sendirian, Jangan Sampai Keliru

Mengenal Shalat Tasbih dalam Tradisi Islam

Shalat tasbih merupakan salah satu ibadah sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad kepada pamannya, Abbas bin Abdul Muthalib.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas dan dicatat oleh Imam Abu Daud, Rasulullah SAW menganjurkan shalat tasbih sebagai amalan yang mampu menghapus berbagai dosa, baik yang disengaja maupun tidak.

Dalam buku Panduan Sholat Wajib & Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah SAW karya Arif Rahman, dijelaskan bahwa shalat tasbih merupakan bentuk ibadah yang menggabungkan gerakan shalat dengan dzikir intensif sebagai sarana pendekatan diri kepada Allah SWT.

Sementara itu, dalam Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq, disebutkan bahwa meskipun terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai kekuatan haditsnya, banyak ulama tetap membolehkan dan menganjurkan pelaksanaannya sebagai bagian dari amalan sunnah.

Waktu Pelaksanaan Shalat Tasbih

Shalat tasbih termasuk ibadah yang fleksibel dalam pelaksanaannya. Ia dapat dilakukan pada siang maupun malam hari, selama tidak berada pada waktu-waktu yang dilarang untuk shalat.

Jika dilakukan pada siang hari, shalat tasbih dikerjakan empat rakaat dengan satu salam. Sedangkan pada malam hari, bisa dilakukan empat rakaat dengan dua salam.

Beberapa riwayat menyebutkan bahwa waktu yang utama adalah setelah matahari terbenam. Namun, dalam praktiknya, umat Islam diberikan keleluasaan untuk menyesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Rasulullah SAW bahkan memberikan pilihan frekuensi pelaksanaan yang fleksibel:

  • Jika mampu, dilakukan setiap hari
  • Jika tidak, setiap pekan (misalnya setiap Jumat)
  • Jika tidak, setiap bulan
  • Jika tidak, setiap tahun
  • Minimal sekali seumur hidup

Fleksibilitas ini menunjukkan bahwa shalat tasbih adalah ibadah yang memberi ruang kemudahan, tanpa mengurangi nilai keutamaannya.

Baca juga: Doa Setelah Shalat Taubat Sesuai Sunnah Rasulullah, Lengkap Niatnya

Niat Shalat Tasbih

Seperti halnya ibadah lainnya, niat menjadi bagian penting dalam shalat tasbih. Niat cukup dihadirkan dalam hati, namun juga dapat dilafalkan untuk membantu kekhusyukan.

Berikut bacaan niat shalat tasbih:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatat-Tasbiihi rak'ataini lillaahi Ta'aalaa.

Artinya: "Aku berniat melaksanakan salat sunah tasbih dua rakaat semata-mata karena Allah Ta'ala."

Niat ini diucapkan setiap dua rakaat jika dilakukan dengan dua salam.

Tata Cara Shalat Tasbih

Secara umum, tata cara shalat tasbih sama dengan shalat sunnah biasa. Perbedaannya terletak pada tambahan bacaan tasbih di setiap gerakan.

Dalam buku Yuk, Shalat Tasbih! karya Fatkhul Anas, dijelaskan bahwa bacaan tasbih menjadi inti dari ibadah ini.

Bacaan tasbih yang dibaca adalah:

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ

Subhaanallaah wal hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu Akbar, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil 'aliyyil azhiimi.

Artinya: Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan (izin) Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

Dalam setiap rakaat, bacaan tasbih diulang sebanyak 75 kali dengan rincian:

  • 15 kali setelah membaca Al-Fatihah dan surat
  • 10 kali saat rukuk
  • 10 kali saat i’tidal
  • 10 kali saat sujud pertama
  • 10 kali saat duduk di antara dua sujud
  • 10 kali saat sujud kedua
  • 10 kali sebelum berdiri ke rakaat berikutnya

Totalnya mencapai 300 kali dalam empat rakaat.

Baca juga: Niat Shalat Ba’diyah 5 Waktu Lengkap Arab, Latin dan Artinya

Keutamaan Shalat Tasbih

Keutamaan shalat tasbih sangat besar, terutama dalam hal pengampunan dosa.

Dalam hadits riwayat Imam Abu Daud, Rasulullah SAW menyebut bahwa amalan ini dapat menghapus dosa, bahkan jika sebanyak buih di lautan atau gundukan pasir.

Menurut Rizem Aizid dalam buku Aktivitas Mukjizat Hari Jumat, shalat tasbih juga menjadi salah satu amalan yang memiliki pahala besar meski dilakukan hanya sekali seumur hidup.

Selain itu, shalat tasbih juga memberikan manfaat spiritual:

  • Menenangkan hati melalui dzikir berulang
  • Menguatkan hubungan dengan Allah
  • Membersihkan jiwa dari kegelisahan

Hal ini selaras dengan firman Allah dalam Al-Qur’an bahwa dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram.

Dimensi Spiritual di Balik Shalat Tasbih

Lebih dari sekadar ritual, shalat tasbih adalah perjalanan batin. Dalam setiap gerakan dan bacaan, seorang Muslim diajak untuk tenggelam dalam dzikir dan kesadaran akan kebesaran Allah SWT.

Di tengah kehidupan modern yang penuh tekanan, ibadah ini menjadi ruang jeda yang menghadirkan ketenangan.

Ia bukan hanya tentang jumlah bacaan, tetapi tentang kualitas hubungan antara hamba dan Tuhannya.

Shalat tasbih mengajarkan satu hal sederhana namun mendalam: bahwa dalam setiap pengulangan dzikir, ada harapan akan ampunan dan ketenangan yang terus diperbarui.

Dan mungkin, di situlah letak daya tariknya, sebuah ibadah sunyi yang menyimpan kekuatan besar bagi jiwa yang mencari ketenangan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Mengapa Jumat disebut Sayyidul Ayyam? Ini Makna Julukan Rajanya Hari dalam Islam
Mengapa Jumat disebut Sayyidul Ayyam? Ini Makna Julukan Rajanya Hari dalam Islam
Aktual
Cegah Haji Ilegal 2026, Kemenhaj dan Imigrasi Perkuat Pengawasan
Cegah Haji Ilegal 2026, Kemenhaj dan Imigrasi Perkuat Pengawasan
Aktual
Serukan Persatuan, Din Syamsuddin Ajak Tak Pertentangkan Sunni-Syiah
Serukan Persatuan, Din Syamsuddin Ajak Tak Pertentangkan Sunni-Syiah
Aktual
Panduan Shalat Tasbih: Tata Cara, Niat, Waktu, dan Keutamaannya
Panduan Shalat Tasbih: Tata Cara, Niat, Waktu, dan Keutamaannya
Aktual
Pelantikan PCNU Banyuwangi 2026–2030 Digelar Mendadak, Dirangkai Haul Pendiri Pesantren
Pelantikan PCNU Banyuwangi 2026–2030 Digelar Mendadak, Dirangkai Haul Pendiri Pesantren
Aktual
20 Sifat Mustahil Allah SWT: Arti, Makna, dan Penjelasan Lengkapnya
20 Sifat Mustahil Allah SWT: Arti, Makna, dan Penjelasan Lengkapnya
Aktual
Jejak Kota Ubullah: Pelabuhan Persia yang Ditaklukkan Khalid bin Walid, Kini Tinggal Nama
Jejak Kota Ubullah: Pelabuhan Persia yang Ditaklukkan Khalid bin Walid, Kini Tinggal Nama
Aktual
Khutbah Jumat Hari Ini: Menjaga Istiqamah Ibadah Setelah Ramadhan, Jangan Kembali Lalai
Khutbah Jumat Hari Ini: Menjaga Istiqamah Ibadah Setelah Ramadhan, Jangan Kembali Lalai
Aktual
Doa Saat Stres dan Cemas: Arab, Latin dan Artinya
Doa Saat Stres dan Cemas: Arab, Latin dan Artinya
Doa dan Niat
Doa Nabi Zakariya Memohon Anak: Harapan di Tengah Kemustahilan
Doa Nabi Zakariya Memohon Anak: Harapan di Tengah Kemustahilan
Doa dan Niat
Fantastis! 89 Juta Orang Kunjungi Arab Saudi untuk Hiburan Selama 2025
Fantastis! 89 Juta Orang Kunjungi Arab Saudi untuk Hiburan Selama 2025
Aktual
Layanan Haji Makin Canggih: Arab Saudi Perkuat Digitalisasi hingga AI untuk Kenyamanan Jemaah
Layanan Haji Makin Canggih: Arab Saudi Perkuat Digitalisasi hingga AI untuk Kenyamanan Jemaah
Aktual
Rawdah Mohamed Buktikan Hijab Bisa Stylish di Dunia Denim, Tampil Edgy hingga High Fashion
Rawdah Mohamed Buktikan Hijab Bisa Stylish di Dunia Denim, Tampil Edgy hingga High Fashion
Aktual
Human Initiative Luncurkan Sebar Qurban 2026, Targetkan 309.000 Penerima
Human Initiative Luncurkan Sebar Qurban 2026, Targetkan 309.000 Penerima
Aktual
Lulusan Cepat Terserap Kerja, UIN Jakarta Ungkap Strategi Sukses Tembus Dunia Industri
Lulusan Cepat Terserap Kerja, UIN Jakarta Ungkap Strategi Sukses Tembus Dunia Industri
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com