Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Saat Stres dan Cemas: Arab, Latin dan Artinya

Kompas.com, 3 April 2026, 08:43 WIB
Add on Google
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Dalam kehidupan sehari-hari, rasa cemas dan stres kerap datang tanpa diundang. Tekanan pekerjaan, masalah keluarga, hingga ketakutan akan masa depan bisa memicu perasaan tidak tenang.

Dalam kondisi tertentu, kecemasan bahkan bisa berdampak pada fisik seperti sakit kepala, nyeri otot, hingga serangan panik.

Namun dalam Islam, setiap ujian selalu disertai jalan keluar. Salah satu cara paling menenangkan untuk menghadapi kecemasan adalah dengan kembali kepada Allah melalui doa.

Baca juga: Sakit Hati, Cemas, Stres? Coba Self Healing dengan Tahajud

Memahami Kecemasan dalam Kehidupan

Kecemasan adalah kondisi yang memicu rasa takut, gelisah, dan ketidakpastian. Banyak orang mengalaminya setiap hari, baik karena rasa takut gagal, ditolak, maupun tekanan hidup lainnya.

Sebagai umat Islam, kita diajarkan bahwa hidup ini adalah ujian. Maka, menghadapi kecemasan bukan hanya soal mencari solusi duniawi, tetapi juga mendekatkan diri kepada Allah sebagai sumber ketenangan sejati.

Doa Saat Merasa Cemas, Stres, dan Sedih

Doa Saat Merasa Cemas, Stres, dan Sedih.Google Gemini AI Doa Saat Merasa Cemas, Stres, dan Sedih.

Islam mengajarkan bahwa hanya Allah yang mampu memberikan ketenangan hati. Salah satu doa yang dianjurkan dibaca saat merasa cemas adalah doa yang diriwayatkan dalam hadis:

Arab:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ، وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

Latin:

Allahumma inni a’udzu bika minal-hammi wal-hazan, wal-‘ajzi wal-kasal, wal-bukhli wal-jubn, wa dhala’id-dayni wa ghalabatir-rijal

Artinya:

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa gelisah dan sedih, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat kikir dan pengecut, dari lilitan utang dan tekanan orang lain.”

Doa ini bukan sekadar rangkaian kata, tetapi bentuk pengakuan bahwa manusia memiliki keterbatasan dan membutuhkan pertolongan dari Sang Pencipta.

Kekuatan Doa dalam Menenangkan Jiwa

Membaca doa secara rutin dapat memberikan dampak positif, baik secara spiritual maupun emosional. Beberapa manfaat doa antara lain:

  • Membuka jalan terkabulnya permohonan
  • Mendatangkan rahmat dan ketenangan dari Allah
  • Menumbuhkan rasa rendah hati dan ketergantungan kepada-Nya
  • Membantu meredakan beban pikiran dan tekanan batin

Selain itu, membaca ayat-ayat dalam Al-Qur'an sambil memahami maknanya juga dapat membantu menenangkan hati.

Ikhtiar Lahir dan Batin

Meski doa menjadi kunci utama, Islam juga mengajarkan pentingnya ikhtiar. Jika kecemasan sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, mencari bantuan medis atau profesional tetap dianjurkan.

Baca juga: Doa dan Panduan Islam untuk Mengatasi Stres dan Kecemasan: Mencapai Ketentraman Hati

Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Karena itu, menjaga keduanya dengan seimbang adalah bagian dari bentuk syukur atas nikmat kehidupan.

Pada akhirnya, doa adalah tempat kembali terbaik saat hati terasa berat. Dalam setiap kesulitan, selalu ada harapan bagi mereka yang terus memohon kepada Allah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Sejarah Kiswah Ka’bah: Siapa Sosok Pertama yang Menyelimutinya?
Sejarah Kiswah Ka’bah: Siapa Sosok Pertama yang Menyelimutinya?
Aktual
Bawa Secarik Kertas Doa, Pasutri Wonosobo Sujud Syukur Setibanya di Jeddah
Bawa Secarik Kertas Doa, Pasutri Wonosobo Sujud Syukur Setibanya di Jeddah
Aktual
Puncak Haji 2026 Dimulai 25 Mei, Jutaan Jemaah Bergerak ke Armuzna
Puncak Haji 2026 Dimulai 25 Mei, Jutaan Jemaah Bergerak ke Armuzna
Aktual
Puasa Tarwiyah 2026 Jatuh pada Hari Senin, Bisakah Niatnya Digabung?
Puasa Tarwiyah 2026 Jatuh pada Hari Senin, Bisakah Niatnya Digabung?
Aktual
Doa saat Mabit di Muzdalifah, Dibaca Setelah Wukuf di Arafah
Doa saat Mabit di Muzdalifah, Dibaca Setelah Wukuf di Arafah
Aktual
Mengenal Mina, Kota Tenda Putih Terbesar di Dunia saat Musim Haji
Mengenal Mina, Kota Tenda Putih Terbesar di Dunia saat Musim Haji
Aktual
Cahaya Hijau Terpancar di Clock Tower Makkah, Tanda Puncak Haji Sebentar Lagi
Cahaya Hijau Terpancar di Clock Tower Makkah, Tanda Puncak Haji Sebentar Lagi
Aktual
Doa Ketika di Armuzna Lengkap: Arab, Latin, & Arti saat Puncak Haji
Doa Ketika di Armuzna Lengkap: Arab, Latin, & Arti saat Puncak Haji
Doa dan Niat
Kemenhaj Ingatkan Jemaah Haji Bayar Dam lewat Jalur Resmi, Waspada Penipuan
Kemenhaj Ingatkan Jemaah Haji Bayar Dam lewat Jalur Resmi, Waspada Penipuan
Aktual
Idul Adha 27 Mei 2026, Cek Jadwal Libur 6 Hari dan Hitung Mundurnya
Idul Adha 27 Mei 2026, Cek Jadwal Libur 6 Hari dan Hitung Mundurnya
Aktual
Jelang Puncak Haji, Musyrif Diny Imbau Jemaah Jangan “Aji Mumpung”
Jelang Puncak Haji, Musyrif Diny Imbau Jemaah Jangan “Aji Mumpung”
Aktual
Doa Puasa Dzulhijjah, Amalan 10 Hari Pertama Lengkap Artinya
Doa Puasa Dzulhijjah, Amalan 10 Hari Pertama Lengkap Artinya
Doa dan Niat
Anies Baswedan Jadi Dewan Penasihat Kota Riyadh, Jakarta Disebut Rujukan Transportasi Publik
Anies Baswedan Jadi Dewan Penasihat Kota Riyadh, Jakarta Disebut Rujukan Transportasi Publik
Aktual
Catat! Arab Saudi Resmi Tetapkan Hari Arafah 26 Mei dan Idul Adha 27 Mei 2026
Catat! Arab Saudi Resmi Tetapkan Hari Arafah 26 Mei dan Idul Adha 27 Mei 2026
Aktual
Kisah Mbah Painah: Berangkat Haji dari Jual Daun Pisang 14 Tahun
Kisah Mbah Painah: Berangkat Haji dari Jual Daun Pisang 14 Tahun
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com