Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa dan Panduan Islam untuk Mengatasi Stres dan Kecemasan: Mencapai Ketentraman Hati

Kompas.com, 3 Desember 2025, 22:38 WIB
Khairina

Editor

KOMPAS.com-Stres dan kecemasan adalah bagian alami dari kehidupan manusia, dan setiap orang pasti pernah mengalaminya.

Perasaan ini tidak menunjukkan kelemahan atau kurangnya keimanan (Iman) kepada Allah.

Bahkan dalam keadaan tertekan, kita dapat memperkuat hubungan dengan Allah melalui doa yang menjadi obat dalam menghadapi ujian hidup.

Baca juga: Doa Rasulullah SAW agar Terhindar dari Utang, Stres, dan Tekanan Hidup

Pentingnya Kepercayaan kepada Allah dalam Masa Kesulitan

Di saat-saat sulit, seringkali kita merasa bertanya-tanya, "Kenapa saya?" atau "Mengapa ujian ini datang pada saya?".

Namun, sebagai umat Islam, kita harus ingat bahwa apa pun yang Allah rencanakan untuk kita adalah yang terbaik, meskipun kita mungkin merasa tidak nyaman atau kecewa.

Contoh yang menginspirasi adalah kisah Nabi Yunus AS yang terperangkap di dalam perut ikan paus, dalam keadaan yang gelap gulita dan tanpa harapan.

Nabi Yunus AS menaruh harapan dan kepercayaannya kepada Allah, serta memohon dengan doa:

La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minaz zalimin

Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau! Sesungguhnya, aku termasuk orang yang zalim

(Surah Al-Anbiya, ayat 87)

Begitu juga dengan kita, meskipun dalam kesulitan, kita harus menaruh kepercayaan penuh kepada Allah, yang akan memberikan jalan keluar pada waktu-Nya.

Rasulullah dan Pengalaman Stres

Apakah ada ruang untuk stres dan kecemasan dalam Islam? Bahkan Nabi Muhammad SAW, sebagai contoh terbaik umat manusia, mengalami kesedihan dan kecemasan.

Salah satunya adalah "tahun kesedihan" setelah wafatnya istri Rasulullah Khadijah dan pamannya Abu Talib.

Pada tahun yang sama, umat Islam juga menghadapi pemboikotan sosial-ekonomi dari Quraisy.

Selain itu, Surah Ad-Duha diturunkan kepada Nabi SAW ketika ia tidak menerima wahyu selama enam bulan. Rasulullah merasa terabaikan dan khawatir bahwa Allah marah kepadanya.

Namun, Surah Ad-Duha datang untuk menghibur dan meyakinkan Nabi Muhammad (SAW) bahwa Allah tidak pernah meninggalkannya, memberikan harapan dan ketenangan dalam kesedihan.

Baca juga: Hukum Sengaja Tidak Mau Membayar Utang dalam Islam

Enam Doa untuk Mengatasi Stres dan Kecemasan

Di saat-saat penuh tekanan, berikut adalah enam doa yang dapat dibaca untuk mendapatkan ketenangan hati dan meredakan kecemasan.

Doa untuk Mengatasi Stres dan Kecemasan

Nabi Muhammad SAW mengajarkan doa untuk meredakan kecemasan dan kesedihan, serta mengatasi kelemahan dan kemalasan:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحُزْنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

"Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari kecemasan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari ketakutan dan kekikiran, dari banyaknya utang dan terdesak oleh manusia."
(Sahih al-Bukhari 6369)

Doa untuk Menggantikan Kekhawatiran dengan Kedamaian

Ketika menghadapi musibah atau kesulitan, bacalah doa berikut, seperti yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW:

إِنَّا للهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ، اللَّهمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيْبَتِي، وَاخْلُفْ لِي خَيْرًا مِّنْهَا
"Sesungguhnya kami milik Allah, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada-Nya. Ya Allah, beri aku pahala atas musibah ini dan gantikan dengan yang lebih baik."
(Sahih Muslim, 918b)

Baca juga: Hukum Tidak Membayar Utang dalam Islam

Doa Ketika Merasa Kesepian dan Depresi

Dalam keadaan kesepian atau tertekan, Nabi Muhammad SAW mengajarkan doa ini untuk meminta rahmat Allah:

اللّهُـمَّ رَحْمَتَـكَ أَرْجـو، فَلا تَكِلْنِي إِلى نَفْـسِي طَرْفَةَ عَيْـن، وَأَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ
"Ya Allah, aku berharap pada rahmat-Mu. Jangan biarkan aku bergantung pada diriku bahkan sekejap mata, dan perbaiki segala urusanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau."
(Hisn al-Muslim, 123)

Doa di Saat Kesulitan

Rasulullah SAW mengajarkan doa ini kepada istrinya Asma binti Umais, untuk dibaca saat menghadapi kesulitan:
اللَّهُ اللَّهُ رَبِّي لاَ أُشْرِكُ بِهِ شَيْئً
"Allah, Allah adalah Tuhanku; aku tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun."
(Sunan Ibn Majah 3882)

Doa untuk Ketentraman Hati

Saat kita merasa tertekan dengan tugas sehari-hari, bacalah doa Nabi Musa AS untuk memohon kemudahan:
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
"Tuhan, lapangkan dadaku dan permudah urusanku, buka ikatan dari lidahku agar mereka dapat memahami ucapanku."
(Surah Taha, Ayat 25-28)

Doa untuk Kemudahan dalam Kesedihan

Ingatlah bahwa Allah adalah sumber segala kemudahan, dan Dia dapat mengubah kesulitan menjadi kemudahan:
اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً، وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً
"Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau jadikan mudah, dan Engkau bisa membuat kesedihan menjadi mudah jika Engkau kehendaki."
(Hisn al-Muslim, 139)

Baca juga: Doa Agar Dihilangkan Kesedihan dan Kecemasan: Arab, Latin, dan Artinya

Cara Lain dalam Islam untuk Mengatasi Stres dan Kecemasan

Selain doa, ada beberapa cara dalam Islam yang dapat membantu kita mengatasi stres dan kecemasan:

Sholat dengan Konsentrasi

Shalat lima waktu adalah cara terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dalam Surah Al-Baqarah, Allah berfirman, "Dan mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat..."
(Surah Al-Baqarah, ayat 45)

Menghindari Perbuatan yang Membuka Pintu Negatif

Hindari perbuatan seperti syirik, mendengarkan musik haram, atau menonton konten yang tidak pantas, karena hal ini dapat membuka pintu kecemasan dan perasaan negatif.

Dzikir (Mengingat Allah)

Berdzikir adalah cara yang sangat efektif untuk mencari ketenangan. Dalam Al-Quran, Allah berfirman, "Sesungguhnya, dalam mengingat Allah hati menjadi tenang."
(Surah Ar-Ra'd, ayat 28)

Istighfar untuk Mendapatkan Kelegaan

Membaca istighfar juga sangat membantu untuk meredakan kecemasan. Nabi Muhammad (SAW) bersabda, "Jika seseorang selalu memohon ampun kepada Allah, Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesulitan dan memberikan ketenangan dari setiap kecemasan..."
(Sunan Abi Dawud, 1518)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, Ini Tata Cara Shalat Gerhana dan Doa yang Dianjurkan
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, Ini Tata Cara Shalat Gerhana dan Doa yang Dianjurkan
Doa dan Niat
Jemaah Haji Gelombang Kedua ke Madinah, Kemenhaj Siapkan Layanan Kepulangan
Jemaah Haji Gelombang Kedua ke Madinah, Kemenhaj Siapkan Layanan Kepulangan
Aktual
180.000 Karpet Masjid Nabawi Dicuci Setiap Tahun, Begini Prosesnya
180.000 Karpet Masjid Nabawi Dicuci Setiap Tahun, Begini Prosesnya
Aktual
Arab Saudi Bangun Kota Kopi Pertama untuk Ekonomi di Luar Minyak
Arab Saudi Bangun Kota Kopi Pertama untuk Ekonomi di Luar Minyak
Aktual
Museum Haramain di Makkah, Wisata Sejarah Islam Dekat Masjidil Haram yang Bisa Diakses Gratis
Museum Haramain di Makkah, Wisata Sejarah Islam Dekat Masjidil Haram yang Bisa Diakses Gratis
Aktual
Jemaah Haji Lansia dan Disabilitas Diprioritaskan Tempati Hotel Terdekat Masjid Nabawi
Jemaah Haji Lansia dan Disabilitas Diprioritaskan Tempati Hotel Terdekat Masjid Nabawi
Aktual
Bagasi Jemaah Haji Indonesia Tertinggal di Arab Saudi, Kemenhaj Pastikan Tetap Dikirim
Bagasi Jemaah Haji Indonesia Tertinggal di Arab Saudi, Kemenhaj Pastikan Tetap Dikirim
Aktual
Nama-Nama Bulan Hijriah dan Artinya, Urut dari Muharram hingga Dzulhijjah
Nama-Nama Bulan Hijriah dan Artinya, Urut dari Muharram hingga Dzulhijjah
Aktual
Perbedaan Kalender Hijriah dan Masehi: Dasar Perhitungan, Jumlah Hari, dan Awal Bulan
Perbedaan Kalender Hijriah dan Masehi: Dasar Perhitungan, Jumlah Hari, dan Awal Bulan
Aktual
Gus Yahya Apresiasi Pelatihan 5.000 Pengasuh Pesantren Hadapi Era Disrupsi
Gus Yahya Apresiasi Pelatihan 5.000 Pengasuh Pesantren Hadapi Era Disrupsi
Aktual
Tersembunyi di Masjid Nabawi, Museum Ini Simpan Al-Quran Berusia Lebih dari 800 Tahun
Tersembunyi di Masjid Nabawi, Museum Ini Simpan Al-Quran Berusia Lebih dari 800 Tahun
Aktual
Perbedaan Kalender Hijriah dan Masehi, dari Sistem Perhitungan hingga Penentuan Awal Bulan
Perbedaan Kalender Hijriah dan Masehi, dari Sistem Perhitungan hingga Penentuan Awal Bulan
Aktual
 300 Mahasantri Penerima Beasiswa PWNU Jatim Ikuti Daurah Aswaja 2026
300 Mahasantri Penerima Beasiswa PWNU Jatim Ikuti Daurah Aswaja 2026
Aktual
Pasar Kakiyah Makkah, Lokasi Favorit Jamaah Haji Indonesia untuk Belanja Oleh-oleh
Pasar Kakiyah Makkah, Lokasi Favorit Jamaah Haji Indonesia untuk Belanja Oleh-oleh
Aktual
Jemaah Haji Gelombang Kedua Mulai Diberangkatkan dari Makkah ke Madinah
Jemaah Haji Gelombang Kedua Mulai Diberangkatkan dari Makkah ke Madinah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com